Madinah,
11
Mei
2025

Pergerakan
jemaah
haji
gelombang
pertama
dari
Madinah
menuju
Makkah
telah
dimulai.
Mengantisipasi
potensi
peningkatan
risiko
kesehatan
selama
fase
krusial
ibadah
haji
ini,
Kementerian
Kesehatan
Republik
Indonesia
melalui
Klinik
Kesehatan
Haji
Indonesia
(KKHI)
telah
menyiapkan
serangkaian
langkah
strategis
untuk
melindungi
kesehatan
dan
keselamatan
jemaah.

dr.
Mohammad
Imran,
Kepala
Bidang
Kesehatan
PPIH
Arab
Saudi
menyatakan
bahwa
fokus
utama
saat
ini
adalah
memberikan
pelayanan
kesehatan
yang
optimal
bagi
seluruh
jemaah,
terutama
menjelang
puncak
ibadah
haji.

“KKHI
telah
menyiapkan
dan
melakukan
berbagai
hal
strategis
untuk
pergerakan
jemaah
dari
Madinah
ke
Makkah
ini,”
ujar
dr.
Imran.

Pertama,
menguatkan
layanan
kesehatan
yang
proaktif
di
penginapan/sektor
dengan
konsolidasi
Tim
Kesehatan
Haji
Kloter
(TKHK)
dan
tim
visitasi
KKHI
langsung
ke
penginapan
jemaah.

Tim
ini
diperkuat
dengan
kehadiran
dokter
spesialis
penyakit
dalam,
jantung,
dan
paru-paru
untuk
memberikan
konsultasi
dan
penanganan
dini
bagi
jemaah
yang
memiliki
risiko
kesehatan
tinggi.
Langkah
ini
bertujuan
untuk
mendeteksi
dan
menangani
masalah
kesehatan
sebelum
memerlukan
penanganan
yang
lebih
intensif.

Kedua,
menyediakan
fasilitas
kesehatan
yang
memadai
dan
terstandardisasi,
baik
di
KKHI
Makkah
maupun
Madinah.

Fasilitas
ini
dilengkapi
dengan
Unit
Gawat
Darurat
(UGD)
untuk
penanganan
kasus
emergensi,
ruang
observasi
untuk
pemantauan
kondisi
jemaah,
ambulans
untuk
transportasi
medis,
serta
ruang
rawat
inap
umum
dan
ruang
rawat
inap
khusus
bagi
pasien
dengan
masalah
kejiwaan.
Kesiapan
fasilitas
ini
diharapkan
dapat
memberikan
respons
cepat
dan
tepat
terhadap
berbagai
kondisi
kesehatan
jemaah.

Ketiga,
optimalisasi
sistem
rujukan
kegawatdaruratan.
KKHI
telah
bekerja
sama
dengan
Rumah
Sakit
Arab
Saudi
(RSAS)
untuk
memastikan
kelancaran
rujukan
kegawatdaruratan
bagi
jemaah
yang
membutuhkan
perawatan
lanjutan
dan
intensif.

Keempat,
melibatkan
secara
aktif
ketua
regu
dan
rombongan
melalui
petugas
kesehatan
haji.

“Pentingnya
peran
aktif
ketua
regu
dan
rombongan
dalam
mengawasi
kondisi
kesehatan
anggota
jemaahnya,
terutama
mereka
yang
rentan.
Pendampingan
sesama
jemaah
dan
petugas
kloter
juga
digalakkan
untuk
memberikan
dukungan
dan
perhatian
ekstra
kepada
jemaah
yang
membutuhkan
bantuan,”
ucap
Imran.

Kelima,
menggencarkan
edukasi
kesehatan
kepada
jemaah
dengan
melakukan:

1.
Minum
oralit
sebagai
pengganti
cairan
tubuh
yang
hilang
setelah
aktivitas
fisik
ibadah
ditengah
cuaca
panas
ekstrem,
2.
Minum
air
putih
atau
air
zam-zam
minimal
2
liter
sehari
secara
bertahap
untuk
mencegah
dehidrasi,
3.
Gunakan
Alat
Pelindung
Diri
(APD)
personal
seperti
sandal,
kaca
mata
hitam,
payung
dan
krim
tabir
surya
untuk
melindungi
paparan
sinar
matahari
langsung,
serta
masker
untuk
mencegah
debu
dan
polusi
udara,
4.
Istirahat
yang
cukup
untuk
menjaga
stamina
dan
kebugaran
tubuh,
5.
Konsumsi
makanan
bergizi
seimbang
untuk
menjaga
daya
tahan
tubuh.

“Kami
harapkan
dengan
berbagai
upaya
kesehatan
dan
sinergisitas
ini,
jemaah
dapat
menjalankan
ibadah
dengan
lancar
dan
kembali
ke
Tanah
Air
dalam
keadaan
sehat
walafiat,”
tutup
Imran.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
dapat
menghubungi
Halo
Kemenkes
melalui
hotline
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email

[email protected]
.
(DH/D2)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita