Jakarta
(ANTARA)

Partai
Keadilan
Sejahtera
(PKS)
memiliki
tren
kemenangan
ketika
mengusung
calon
mereka
sendiri
dalam
pemilihan
umum
kepala
daerah
(Pilkada)
di
Kota
Depok,
selama
hampir
20
tahun
terakhir.

Dominasi​
PKS
di
Depok
dimulai
sejak
partai
itu
mengambil
langkah
berlawanan
dengan
Partai
Golkar
ketika
mengusung
Nur
Mahmudi
Ismail
pada
2005,
berpasangan
dengan
Yuyun
Wirasaputra.

Pada
pemilihan
tersebut,
pasangan
calon
kepala
daerah
Kota
Depok
yang
diusung
Partai
Golkar,
yaitu
Badrul
Kamal
dan
Syihabuddin
Ahmad,
mengalami
kekalahan.

Pada
2010,
PKS
dengan
calon
wali
kota
yang
diusung
PKS,
Nur
Mahmudi
Ismail
berhasil
mempertahankan
tren
kemenangan
mereka
dalam
Pilkada
Depok.

Kali
itu,
PKS
memasangkan
Nur
Mahmudi
dengan
Mohammad
Idris,
politikus
gaek
Partai
Keadilan.
Untuk
menyukseskan
pencalonan,
PKS
berkoalisi
dengan
Partai
Amanat
Nasional
(PAN),
serta
didukung
Partai
Nasional
Banteng
Kemerdekaan
(PNBK),
Partai
Pelopor,
Partai
Patriot
dan
Partai
Republikan.

Pada
Pilkada
Depok
2015,
Partai
Keadilan
Sejahtera
(PKS)
mengusung
Mohammad
Idris
Abdul
Somad
sebagai
calon
wali
kota,
setelah
aturan
kepemimpinan
maksimal
dua
periode
menghalangi
pencalonan
kembali
Nur
Mahmudi
Ismail.



Baca
juga:

Perolehan
suara
Pilkada
Depok,
dominasi
PKS
runtuh?

Meskipun
bukan
kader
internal
partai,
Idris,
yang
pernah
berpolitik
bersama
Partai
Keadilan,
mendapatkan
dukungan
penuh
dari
PKS
yang
berkoalisi
dengan
Partai
Gerakan
Indonesia
Raya
(Gerindra),
dan
didukung
pula
oleh
Partai
Demokrat.
Pasangannya
adalah
Pradi
Supriatna
dari
Gerindra.

Duet
pencalonan
Idris
dengan
Pradi
oleh
PKS
dan
Gerindra
sukses
melanggengkan
Idris
ke
tampuk
kekuasaan
Kota
Depok,
usai
mereka
ditetapkan
memperoleh
suara
terbanyak
sebanyak
411.367
dari
664.453
pemilih
yang
surat
suaranya
dinyatakan
sah
pada
Pilkada
Depok
2015.

Lima
tahun
berikutnya,
pada
Pilkada
Kota
Depok
2020,
PKS
kembali
menang
dengan
mengusung
Idris
berpasangan
dengan
kader
internal
mereka,
Imam
Budi
Hartono,
untuk
Pemilihan
Wali
Kota
dan
Wakil
Wali
Kota
Depok
periode
2020-2025.

Imam
yang
merupakan
Ketua
Dewan
Pimpinan
Daerah
PKS
Kota
Depok
periode
2020
hingga
2025,
juga
didukung
oleh
Partai
Demokrat
dan
Partai
Persatuan
Pembangunan
(PPP)
untuk
berpasangan
dengan
Idris
demi
memenangi
Pilkada
Depok
2020.

Idris
dan
Imam
menang
setelah
perolehan
suara
mereka
terbanyak
yakni
415.657
dari
748.346
pemilih
yang
suaranya
dinyatakan
sah
pada
Pilkada
Depok
2020.

Tapi
rentetan
kemenangan
PKS
itu
terancam
berakhir
setelah
Komisi
Pemilihan
Umum
(KPU)
pada
2
Desember
lalu
menetapkan
keunggulan
perolehan
suara
pasangan
Supian
Suri
dan
Chandra
Rahmansyah
yang
diusung
oleh
12
partai,
dari
pasangan
calon
wali
kota
dan
wakil
wali
kota
yang
diusung
PKS
dan
Partai
Golkar,
Imam
Budi
Hartono
dan
Ririn
A
Rafiq.



Baca
juga:

Profil
Chandra
Rahmansyah,
calon
Wakil
Wali
Kota
Depok
2025-2030

Pemilih
di
Kota
Depok
yang
tercatat
dalam
daftar
pemilih
tetap
(DPT)
KPU
Kota
Depok
tidak
lagi
condong
memilih
calon
yang
diusung
PKS.
Terbukti,
Imam
yang
masih
berstatus
Wakil
Wali
Kota
Depok
ketika
diusung
untuk
maju
sebagai
calon
Wali
Kota
Depok
periode
2025-2030
kalah
ketika
berpasangan
dengan
Ririn
A
Rafiq,
menantu
pedangdut
A
Rafiq
yang
disodorkan
oleh
Partai
Golkar.

Pasangan
calon
kepala
daerah
nomor
urut
01,
yang
diusung
PKS
dan
Partai
Golkar
itu,
memperoleh
396.863
suara
sah.
Hasil
itu
masih
di
bawah
perolehan
451.785
suara
dari
848.648
suara
sah
untuk
pasangan
bernomor
urut
02,
Supian
Suri
dan
Chandra
Rahmansyah
pada
Pilkada
Depok
2024.

Berikut
adalah
daftar
partai
pemenang
Pilkada
Depok
dalam
20
tahun
terakhir:

2005:
Partai
Keadilan
Sejahtera
(PKS)

2010:
PKS
dan
Partai
Amanat
Nasional
(PAN),
didukung
empat
partai
lain

2015:
PKS
dan
Partai
Gerakan
Indonesia
Raya
(Gerindra),
didukung
Partai
Demokrat

2020:
PKS,
Partai
Demokrat,
dan
Partai
Persatuan
Pembangunan
(PPP)

2024:
Partai
Nasional
Demokrat
(NasDem),
Partai
Amanat
Nasional
(PAN),
Partai
Kebangkitan
Bangsa
(PKB),
Partai
Gerakan
Indonesia
Raya
(Gerindra),
Partai
Persatuan
Pembangunan
(PPP),
Partai
Demokrasi
Indonesia
(PDI)
Perjuangan,
Partai
Demokrat,
Partai
Persatuan
Indonesia
(Perindo),
Partai
Buruh,
Partai
Gelombang
Rakyat
Indonesia
(Gelora),
Partai
Ummat,
dan
Partai
Solidaritas
Indonesia
(PSI).



Baca
juga:

Pengamat:
Rendahnya
partisipasi
Pilkada
karena
ada
kejenuhan
politik



Baca
juga:

Profil
Supian
Suri,
dari
PNS
level
staf
hingga
menangi
Pilkada
Depok

Pewarta:
Abdu
Faisal
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2024

Source