
MANADOPOST.ID—Penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus diseriusi. Saat diwawancarai, pekan lalu, Gubernur Olly Dondokambey menerangkan penanganannya dilaksanakan sejalan dengan arahan pemerintah pusat.
Ditujukan untuk bidang kesehatan, program jaring pengaman sosial, dan bidang ekonomi. Menurut OD, sapaan akrab politikus PDI Perjuangan ini, terdapat 6 permasalahan utama dampak pandemi Covid-19. Yaitu harga bahan pokok meningkat, sementara jumlah barang cukup tersedia. Juga daya beli masyarakat menurun akibat banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan.
Terutama menurut OD, yang bergerak di sektor ekonomi kecil/mikro, distribusi barang dan jasa terganggu akibat kebijakan PSBB. “Kita khawatirkan kondisi ini memacu berkurangnya gairah masyarakat petani melanjutkan usaha taninya, semakin tinggi angka pengangguran dan meningkatnya jumlah penduduk miskin,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, OD menjelaskan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota telah melaksanakan refocusing dan realokasi penggunaan APBD. APBD Provinsi Sulut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 171,5 miliar.
Jika dijumlahkan kekuatan APBD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulut, sekira Rp 521 miliar menjadi refocusing dan realokasi APBD tahun 2020 dalam penanganan Covid-19 ini.
“Kerjasama antar pemerintah yaitu pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota bagi masyarakat yang terdampak covid-19 melalui 6 sumber bantuan sosial selama Covid-19. Itu berupa kartu program keluarga harapan (PKH), kartu Prakerja, dana desa atau 30 persen dana desa, bantuan sosial Kemensos Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan, bantuan provinsi, paket bapok, kerjasama dengan tokoh agama dan Bantuan kabupaten/kota di Provinsi Sulut,” katanya.
OD juga memaparkan pandemi Covid-19 ini memberikan pengaruh terhadap pencapaian target pembangunan makro yang telah ditetapkan. Khususnya pertumbuhan ekonomi. Di mana sejak 2017 bergerak lebih lambat dari rencana RPJMD tahun 2019. Mengalami kontraksi pada angka 5,66 persen.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut Steven Dandel mengatakan, sampai saat ini pendemi Covid-19 masih berlanjut.
“Belum ada tanda-tanda penurunan kasus. Sehingga masih bisa dikatakan, epidemi ini terus berlangsung. Dan kita belum diizinkan melakukan tindakan lain, selain penyeriusan penanganan Covid-19. Dan itu memang telah dilakukan secara maksimal dan intensif,” tutupnya. (ewa/gel)
–

