Presiden
Lithuania
Gitanas
Nausėda
memuji
proposal
Macron
sebagai “ide
yang
sangat
menarik”
ketika
ia
tiba
di
KTT
tersebut.
Ia
mengatakan
bahwa “payung
nuklir
akan
berfungsi
sebagai
penangkal
yang
sangat
serius
terhadap
Rusia.”

Perdana
Menteri
Latvia
Evika
Siliņa
menilai
usul
Prancis
tersebut “sebagai
peluang
untuk
berdiskusi.”
Ia
menekankan
bahwa
perlu
lebih
banyak
waktu
untuk
berunding
dengan
sekutu
Eropa
lainnya
dan
pada
tingkat
domestik.

“Kita
harus
menanggapi
usul
ini
dengan
serius,”
kata
Perdana
Menteri
Polandia
Donald
Tusk
ketika
memasuki
pertemuan
itu.

Reaksi
itu
muncul
setelah
Macron
memutuskan
akan
membuka “debat
strategis”
tentang
penggunaan
penangkal
nuklir
Prancis
untuk
melindungi
sekutu-sekutu
Eropa,
di
tengah
kekhawatiran
akan
kemungkinan
mundurnya
Amerika
Serikat.

Awal
minggu
ini,
Trump
memerintahkan
penghentian
sementara
pasokan
militer
Amerika
Serikat
ke
Ukraina
sementara
ia
berupaya
menekan
Presiden
Ukraina
Volodymyr
Zelenskyy
untuk
terlibat
negosiasi
guna
mengakhiri
perang
dengan
Rusia.
Ini
mendorong
digelarnya
pertemuan
puncak
tersebut
pada
Kamis.

Macron
mengatakan
penggunaan
senjata
nuklir
Prancis
akan
tetap
berada
di
tangan
presiden
Prancis.

[ka/ab]

Source