Kereta
Jaffar
Express,
dengan
sekitar
450
orang
di
dalamnya,
sedang
melakukan
perjalanan
ke
utara
dari
Quetta,
Balochistan,
menuju
Peshawar,
Khyber
Pakhtunkhwa,
saat
diserang
bom
dan
senjata
api
pada
hari
Selasa.

Saat
misi
operasi
militer
berlanjut
lebih
dari
24
jam,
kereta
tersebut
masih
terhalang
di
sebuah
terowongan
dekat
Sibbi,
Balochistan
sejak
Selasa
sore.

Pihak
berwenang
mengirimkan
peti-peti
mati
dari
stasiun
kereta
Quetta
pada
hari
Rabu,
karena
khawatir
akan
jatuhnya
korban.

Masinis
kereta
tersebut
yang
mengalami
luka
dalam
serangan
awal,
meninggal
dunia.
Sedikitnya
37
orang
yang
terluka
menjalani
perawatan
di
rumah
sakit.

Tentara
Pembebasan
Baloch,
atau
BLA,
dengan
cepat
mengaku
bertanggung
jawab
atas
serangan
berani
tersebut.
Dalam
sebuah
pernyataan
kepada
media,
kelompok
militan
separatis
terlarang
itu
mengaku
menyandera
lebih
dari
200
orang,
yang
mereka
sebut
sebagai
personel
keamanan
dan
intelijen.

Tanpa
memberikan
rincian
mengenai
jumlah
sandera
atau
latar
belakang
mereka,
sumber-sumber
keamanan
pada
hari
Rabu
mengatakan
bahwa
para
calon
pelaku
bom
bunuh
diri
menyekap
para
sandera
di
tiga
tempat
yang
berbeda.

Seorang penumpang yang diselamatkan dari kereta api setelah diserang oleh militan separatis menerima pertolongan medis di Stasiun Kereta Mach di Mach, Balochistan, Pakistan, 11 Maret 2025. (Stringer/REUTERS)

Seorang
penumpang
yang
diselamatkan
dari
kereta
api
setelah
diserang
oleh
militan
separatis
menerima
pertolongan
medis
di
Stasiun
Kereta
Mach
di
Mach,
Balochistan,
Pakistan,
11
Maret
2025.
(Stringer/REUTERS)

Para
pelaku
mengenakan
jaket
bom
bunuh
diri,
kata
sumber-sumber
keamanan,
dan
menambahkan
bahwa
mereka
menggunakan
orang-orang
yang
tidak
bersalah
sebagai
perisai
manusia.

Mengancam
akan
membunuh
para
sandera,
BLA
menuntut
pembebasan
para
tahanan
politik,
orang
hilang,
dan
apa
yang
mereka
sebut
sebagai
para
anggota
perlawanan
yang
ditahan
di
penjara-penjara
Balochistan.
Dalam
pernyataan
yang
dirilis
beberapa
jam
setelah
serangan,
kelompok
ini
memberikan
waktu
48
jam
kepada
pihak
berwenang
untuk
memenuhinya.


Reaksi

Para
pejabat
belum
menanggapi
tuntutan
BLA
secara
terbuka
.
“Serangan
terhadap
Jaffar
Express
merupakan
serangan
terhadap
keamanan
nasional
dan
akan
ditanggapi
dengan
kekuatan
penuh,”
ujar
Menteri
Utama
Balochistan
Sarfraz
Bugti,
yang
mengutuk
serangan
tersebut.

Perdana
Menteri
Shehbaz
Sharif
mengatakan
bahwa
serangan
pada
bulan
Ramadan
ini
menunjukkan
bahwa
“teroris
tidak
memiliki
kaitan
dengan
Islam,
Pakistan
atau
Balochistan.”

Para
penumpang
yang
terguncang
oleh
insiden
tersebut
mengatakan
kepada
media
bahwa
mereka
mendengar
ledakan
dan
tembakan
segera
setelah
kereta
memasuki
terowongan.

Penumpang yang diselamatkan oleh pasukan keamanan dari kereta penumpang yang diserang pemberontak, menerima botol air setibanya di stasiun kereta api di Quetta, Pakistan, Rabu, 12 Maret 2025. (Arshad Butt/AP)

Penumpang
yang
diselamatkan
oleh
pasukan
keamanan
dari
kereta
penumpang
yang
diserang
pemberontak,
menerima
botol
air
setibanya
di
stasiun
kereta
api
di
Quetta,
Pakistan,
Rabu,
12
Maret
2025.
(Arshad
Butt/AP)

“Jangan
melihat
ke
belakang,”
kata
Shafiq-ul-Rehaman
mengenai
perintah
kawanan
lelaki
bersenjata
yang
menaiki
kereta
kepada
para
penumpang.
Para
penumpang
diperintahkan
untuk
pergi
bersama
keluarga
mereka.

“Kami
berlindung
di
bawah
kursi,”
kata
Ghulam
Nabi,
seorang
penumpang
lain
yang
dibebaskan,
kepada
media
tentang
saat-saat
setelah
serangan
tersebut.

Sebelumnya,
Imran
Hayat,
pengawas
divisi
kereta
di
Quetta
mengatakan
kepada
VOA
bahwa
70
penumpang
telah
tiba
di
stasiun
kereta
Paneer
pada
Selasa
malam,
sekitar
enam
kilometer
dari
lokasi
serangan.

Militan
mengatakan
mereka
membebaskan
puluhan
perempuan,
anak-anak
dan
penumpang
Baloch
pada
awalnya.
Namun,
sumber-sumber
keamanan
mengatakan
militer
menyelamatkan
semua
penumpang
yang
dibebaskan
sejauh
ini.


Medan
yang
sulit

Meskipun
hanya
sekitar
150
kilometer
dari
ibu
kota
provinsi
Quetta,
lokasi
serangan
yang
terletak
di
pegunungan
tandus
itu
sulit
dijangkau.
“Sejauh
ini,
tidak
ada
satu
kaki
pun
yang
menginjak
tanah
tersebut,”
kata
pejabat
kereta
Hayat
kepada
VOA,
menyatakan
ketidakmampuan
petugas
kereta
untuk
mencapai
lokasi
kejadian.

“Ini
adalah
daerah
tanpa
sinyal.
Mereka
[penyerang]
menghentikan
kereta
di
tempat
yang
tidak
memiliki
dukungan
sinyal,”
kata
Hayat.

Juru
bicara
provinsi
Shahid
Rind,
sebelumnya,
mengatakan
kepada
media
bahwa
pasukan
keamanan,
kereta
penyelamat
dan
ambulans
telah
dikirim.

Letak kota Quetta di provinsi Balochistan, Pakistan

Letak
kota
Quetta
di
provinsi
Balochistan,
Pakistan


Keadaan
darurat
diumumkan
di
rumah
sakit
pemerintah
di
Sibbi,
untuk
memfasilitasi
penerimaan
korban
luka.


Lonjakan
Kematian
BLA

Amerika
Serikat
dan
Pakistan
telah
menetapkan
BLA
sebagai
kelompok
teroris.
Menurut
Indeks
Terorisme
Global
2025
yang
dirilis
minggu
lalu,
Pakistan
mengalami
peningkatan
45
persen
dalam
kematian
akibat
terorisme
tahun
lalu,
dibandingkan
dengan
tahun
2023.
Ini
merupakan
peningkatan
terbesar
dari
tahun
ke
tahun
dalam
lebih
dari
satu
dekade
terakhir.
BLA
muncul
sebagai
satu
dari
dua
kelompok
militan
teratas
yang
mendorong
peningkatan
kematian
tersebut.

Menurut
laporan
tersebut,
kelompok
separatis
melancarkan
504
serangan
pada
tahun
2024,
dibandingkan
dengan
116
serangan
pada
tahun
2023.
Korban
tewas
dalam
serangan
itu
melonjak
dari
88
orang
pada
2023
menjadi
388
orang
pada
2024.

Kelompok
separatis
ini
telah
melancarkan
pemberontakan
mematikan
terhadap
pemerintah
Pakistan,
menuduh
pemerintah
mengeksploitasi
sumber
daya
alam
yang
kaya
di
provinsi
yang
miskin
tersebut.
Kelompok
ini
juga
menentang
investasi
China
di
Balochistan,
yang
merupakan
tempat
pelabuhan
Gwadar
yang
didanai
oleh
China
dan
bandara
terbesar
di
negara
ini,
namun
sebagian
besar
tidak
digunakan.

Tentara paramiliter berjaga di stasiun kereta api di distrik Sibi, provinsi Balochistan barat daya, 12 Maret 2025. Pasukan keamanan Pakistan melancarkan operasi "skala penuh" untuk menyelamatkan penumpang kereta yang disandera oleh militan. (Banaras KHAN / AFP)

Tentara
paramiliter
berjaga
di
stasiun
kereta
api
di
distrik
Sibi,
provinsi
Balochistan
barat
daya,
12
Maret
2025.
Pasukan
keamanan
Pakistan
melancarkan
operasi “skala
penuh”
untuk
menyelamatkan
penumpang
kereta
yang
disandera
oleh
militan.
(Banaras
KHAN
/
AFP)

Baik
Pakistan
maupun
China
menolak
klaim
bahwa
usaha
patungan
mereka
menghalangi
etnis
Baloch
dari
peluang
ekonomi
dan
bagian
mereka
dalam
kekayaan
mineral
di
provinsi
tersebut.

Sumber-sumber
keamanan
mengatakan
bahwa
para
pelaku
serangan
pada
hari
Selasa
itu
berbasis
di
Afghanistan.
Islamabad
menyalahkan
beberapa
serangan
baru-baru
ini
terhadap
para
militan
yang
berada
di
wilayah
Afghanistan.
Taliban
di
Afghanistan
secara
rutin
menyangkal
memberikan
perlindungan
kepada
para
pejuang
anti-Pakistan.


Serangan
baru-baru
ini

Sejak
awal
tahun,
BLA
telah
meningkatkan
serangan
terhadap
pasukan
keamanan,
para
pemukim
dan
pekerja,
terutama
dari
provinsi
Punjab
di
bagian
timur.
Awal
bulan
ini,
seorang
perempuan
pelaku
serangan
bom
bunuh
diri
memicu
alat
peledaknya
di
dekat
konvoi
militer
di
distrik
Kalat,
Balochistan,
menewaskan
sedikitnya
satu
personel
keamanan
dan
melukai
empat
orang
lainnya.
Bulan
lalu,
para
pemberontak
BLA
menyergap
sebuah
bus
yang
mengangkut
pasukan
paramiliter
di
Kalat
dan
menewaskan
18
orang
di
dalamnya.

Beberapa
hari
kemudian,
sebuah
ledakan
bom
pinggir
jalan
menewaskan
11
penambang
batu
bara
di
kota
tersebut,
sementara
BLA
mengklaim
bertanggung
jawab
atas
serangan
terhadap
kendaraan
militer
yang
sedang
mengamankan
konvoi
pasokan
untuk
sebuah
perusahaan
tambang
yang
dioperasikan
oleh
China.

Pihak
berwenang
Pakistan
melaporkan
bahwa
konvoi
tersebut
sedang
melewati
Kalat
ketika
diserang,
yang
mengakibatkan
delapan
personel
keamanan
terluka.

[my/uh]

Source