Bali,
3
Desember
2024

Pemerintah
Indonesia
menegaskan
pentingnya
investasi
pada
sumber
daya
manusia
(SDM)
sebagai
kunci
utama
pembangunan
nasional
atasi
stunting.
Investasi
ini
harus
dimulai
dari
sektor
kesehatan
dan
pendidikan,
dua
sektor
yang
dianggap
sebagai
fondasi
dasar
untuk
meningkatkan
kualitas
hidup,
kesejahteraan
sosial,
dan
kemakmuran
bangsa.

“Investasi
pada
kesehatan
sangat
berdampak
pada
perkembangan
akademik
anak-anak.
Ini
menjadi
alasan
mengapa
kita
perlu
fokus
pada
dua
sektor
ini,”
ujar
Deputi
Bidang
Pembangunan
Manusia,
Masyarakat
dan
Kebudayaan,
Kementerian
PPN/Bappenas
Amich
Alhumami
dalam
sesi
diskusi
pada
GAVI
Board
Meeting
di
Hotel
Hilton,
Nusa
Dua,
Bali,
Selasa
(3/12).

Salah
satu
tantangan
utama
yang
dihadapi
saat
ini
adalah
prevalensi
stunting
di
Indonesia.
Angkanya
tercatat
mencapai
21,5%.

Amich
mengungkapkan
banyak
penelitian
menunjukkan
bahwa
stunting
memiliki
korelasi
erat
dengan
rendahnya
hasil
belajar
siswa.
Anak-anak
yang
mengalami
stunting
cenderung
memiliki
hambatan
dalam
perkembangan
otak
dan
kemampuan
kognitif,
yang
berdampak
pada
prestasi
akademik.

“Untuk
mengatasi
ini,
perhatian
khusus
harus
diberikan
pada
imunisasi
dan
peningkatan
gizi
anak-anak.
Investasi
pada
SDM
harus
dimulai
sejak
usia
dini,
terutama
untuk
anak-anak
di
bawah
lima
tahun,”
ungkapnya.

Pemerintah
juga
menekankan
pentingnya
kolaborasi
dengan
masyarakat
sipil
dan
mitra
pembangunan,
baik
domestik
maupun
internasional.
Salah
satu
mitra
yang
disebut
adalah
Global
Alliance
for
Vaccine
and
Immunization
(GAVI),
yang
telah
memberikan
dukungan
teknis
dan
program
untuk
memajukan
kesehatan
dan
pendidikan
di
Indonesia.

Langkah-langkah
ini
diharapkan
dapat
memperkuat
pondasi
Indonesia
dalam
membangun
generasi
masa
depan
yang
sehat,
cerdas,
dan
produktif.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut
dapat
menghubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
nomor
hotline
1500-567,
SMS
081281562620
dan
alamat
email
kontak@kemkes.go.id.
(D2)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita