
Bali,
3
Desember
2024
Sektor
swasta
memiliki
peran
penting
dalam
upaya
percepatan
imunisasi
di
Indonesia.
Hal
itu
disampaikan
oleh
Direktur
Pengelolaan
Imunisasi
Kementerian
Kesehatan
RI
dr.
Prima
Yosephine
dalam
sesi
diskusi
pada
GAVI
Board
Meeting
di
Hotel
Hilton
Nusa
Dua,
Bali,
Selasa
(3/12).
“Pemerintah
sangat
berkomitmen
untuk
mencapai
kemajuan
besar
dalam
cakupan
imunisasi.
Namun,
kami
masih
menghadapi
tantangan
dalam
mencapai
cakupan
yang
tinggi
dan
merata,
baik
di
wilayah
pedesaan,
perkotaan,
maupun
daerah
terpencil,”
ujar
dr.
Prima.
Ia
juga
menyoroti
keberhasilan
Program
Keluarga
SIGAP
sebagai
contoh
kolaborasi
yang
efektif
antara
pemerintah
Indonesia
dan
mitra-mitra
pembangunan.
Program
tersebut
mengintegrasikan
perilaku
kesehatan
esensial
seperti
gizi
dan
kebersihan
dengan
pesan-pesan
imunisasi,
yang
telah
berhasil
meningkatkan
kesadaran
masyarakat
serta
kepercayaan
terhadap
vaksin.
“Program
ini
(Program
Keluarga
SIGAP)
tidak
hanya
membangun
kapasitas
tenaga
kesehatan
tetapi
juga
meningkatkan
partisipasi
keluarga
di
posyandu.
Kami
optimis
keberlanjutan
program
ini
sangat
menjanjikan
untuk
jangka
panjang,”
tambahnya.
Program
Keluarga
SIGAP
adalah
inisiatif
yang
bertujuan
untuk
meningkatkan
kualitas
hidup
keluarga
dengan
fokus
pada
kesehatan,
gizi,
dan
perilaku
hidup
bersih.
SIGAP
dirancang
untuk
mengintegrasikan
layanan
kesehatan
esensial,
seperti
imunisasi,
gizi,
kebersihan,
serta
promosi
kesehatan
kepada
masyarakat,
khususnya
keluarga
dengan
anak-anak
Balita.
Program
Keluarga
SIGAP
merupakan
hasil
kolaborasi
antara
pemerintah
Indonesia,
organisasi
kesehatan,
dan
mitra
pembangunan
internasional,
seperti
GAVI,
yang
mendukung
teknis
dan
logistik
untuk
memastikan
keberhasilan
implementasi
di
berbagai
wilayah,
termasuk
daerah
terpencil.
Program
ini
telah
menunjukkan
keberhasilan
dalam
meningkatkan
cakupan
imunisasi,
partisipasi
di
posyandu,
dan
pemahaman
masyarakat
tentang
pentingnya
kesehatan
preventif.
dr.
Prima
mengajak
sektor
swasta
untuk
lebih
aktif
terlibat
dalam
memperkuat
dan
memperluas
program
imunisasi.
“Kami
yakin
Indonesia
dapat
terus
menjadi
pemimpin
dalam
mempromosikan
kesehatan
dan
kesejahteraan
anak-anak.
Dengan
kemitraan
yang
kuat,
kita
bisa
memastikan
tidak
ada
satu
anak
pun
yang
tertinggal,”
tegasnya.
GAVI
memegang
peran
penting
dalam
mendukung
upaya
imunisasi
di
Indonesia,
terutama
dalam
memastikan
vaksinasi
yang
merata
dan
meningkatkan
cakupan
imunisasi
di
seluruh
wilayah.
Melalui
pendanaan
dan
bantuan
teknis,
GAVI
telah
membantu
Indonesia
dalam
mengatasi
tantangan
terkait
distribusi
vaksin,
ketersediaan
sarana
kesehatan,
serta
edukasi
masyarakat
mengenai
pentingnya
imunisasi.
Program-program
seperti
imunisasi
rutin
dan
vaksinasi
bagi
anak-anak
menjadi
salah
satu
prioritas
utama
dalam
kemitraan
ini.
Melalui
dukungan
GAVI,
Indonesia
dapat
mengurangi
angka
penyakit
yang
dapat
dicegah
dengan
vaksin,
seperti
polio
dan
campak,
serta
menghindari
wabah
penyakit
yang
berisiko
tinggi.
Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut
dapat
menghubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
nomor
hotline
1500-567,
SMS
081281562620
dan
alamat
email
kontak@kemkes.go.id.
(D2)
Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM