Jakarta,
7
Januari
2025

Menteri
Kesehatan
RI
Budi
Gunadi
Sadikin
melantik
dan
mengukuhkan
sejumlah
pejabat
Pimpinan
Tinggi
Madya
di
lingkungan
Kementerian
Kesehatan.
Acara
tersebut
berlangsung
di
ruang
Auditorium
Siwabessy,
Gedung
Prof.
Sujudi,
lantai
dua,
pada
Senin
(7/1/2025).

Dalam
sambutannya,
Menteri
Budi
menekankan
bahwa
para
pejabat
yang
baru
dilantik
mengemban
amanah
besar,
mengingat
cakupan
pelayanan
kesehatan
di
Indonesia
yang
sangat
luas.

“Bapak
dan
Ibu
mengurus
280
juta
rakyat
Indonesia,
ribuan
rumah
sakit,
puluhan
ribu
klinik
dan
puskesmas,
serta
ratusan
ribu
tenaga
kesehatan.
Ini
adalah
tanggung
jawab
yang
besar,
baik
dari
segi
anggaran
maupun
dampaknya
terhadap
masyarakat,”
ujar
Menteri
Kesehatan.

Menteri
Budi
juga
menggarisbawahi
tiga
aspek
utama
yang
harus
menjadi
fokus
dalam
pelayanan
kesehatan,
yaitu
akses,
kualitas,
dan
harga.
Ia
menegaskan
pentingnya
memastikan
bahwa
seluruh
masyarakat,
di
mana
pun
mereka
berada,
dapat
dengan
mudah
mengakses
layanan
kesehatan
berkualitas
dengan
biaya
yang
terjangkau.

“Idealnya,
masyarakat
Indonesia
harus
bisa
mencapai
layanan
kesehatan
dalam
waktu
kurang
dari
satu
jam.
Ini
adalah
tantangan
besar,
terutama
di
negara
kepulauan
seperti
Indonesia,
dengan
lebih
dari
17.000
pulau
dan
7.000
diantaranya
berpenghuni.
Namun,
dengan
terobosan
inovatif
dan
pemanfaatan
teknologi
terbaru,
tantangan
ini
bisa
kita
jawab,”
jelas
Menteri
Kesehatan.

Menkes
Budi
juga
menyoroti
perlunya
pemerataan
kualitas
layanan
kesehatan
di
seluruh
wilayah
Indonesia.
“Kualitas
layanan
harus
sama,
baik
di
kota
maupun
di
desa,
di
pulau
besar
maupun
kecil.
Tantangan
ini
membutuhkan
strategi
yang
matang
dan
kolaborasi
lintas
sektor,”
tambahnya.

Selain
itu,
Menteri
Budi
mengingatkan
pentingnya
pengelolaan
sumber
daya
yang
besar
secara
maksimal
dan
bertanggung
jawab.
Dengan
total
belanja
kesehatan
nasional
yang
mencapai
lebih
dari
Rp
500
triliun
dan
Kementerian
Kesehatan
mengelola
anggaran
lebih
dari
Rp
100
triliun,
ia
menegaskan
bahwa
risiko
pengelolaannya
berbanding
lurus
dengan
besarnya
manfaat
bagi
masyarakat,
inilah
tantangan
yang
harus
kita
jawab
bersama.

“Jika
kita
berhasil,
Indonesia
dapat
menjadi
model
global
tentang
bagaimana
memberikan
layanan
kesehatan
terbaik
dalam
kondisi
geografis
dan
demografis
yang
kompleks.
Ini
adalah
warisan
terbaik
yang
bisa
kita
tinggalkan
bagi
generasi
mendatang,”
tutup
Menteri
Kesehatan.

Pada
akhir
acara,
Menteri
Budi
memberikan
ucapan
selamat
kepada
para
pejabat
yang
dilantik
dan
berharap
mereka
dapat
menjalankan
tugas
dengan
baik
serta
memberikan
dampak
positif
bagi
pembangunan
kesehatan
di
Indonesia.

Adapun
pejabat
Pimpinan
Tinggi
Madya
yang
dilantik
adalah
sebagai
berikut:

1.
Kunta
Wibawa
Dasa
Nugraha
sebagai
Sekretaris
Jenderal;

2.
Murti
Utami
sebagai
Inspektur
Jenderal;

3.
Maria
Endang
Sumiwi
sebagai
Dirjen
Kesehatan
Primer
dan
Komunitas;

4.
Azhar
Jaya
sebagai
Dirjen
Kesehatan
Lanjutan;

5.
Lucia
Rizka
Andalusia
sebagai
Dirjen
Farmasi
dan
Alat
Kesehatan;

6.
Yuli
Farianti
sebagai
Dirjen
Sumber
Daya
Manusia
Kesehatan;

7.
Asnawi
Abdullah
sebagai
Kepala
Badan
Kebijakan
Pembangunan
Kesehatan;

8.
Bayu
Teja
Muliawan
sebagai
Staf
Ahli
Bidang
Ekonomi
Kesehatan;

9.
Setiaji
sebagai
Staf
Ahli
Bidang
Teknologi
Kesehatan;

10.
Sundoyo
sebagai
Staf
Ahli
Bidang
Hukum
Kesehatan;

11.
Bonanza
Perwira
Taihitu
sebagai
Staf
Ahli
Bidang
Politik
dan
Globalisasi
Kesehatan.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
dapat
menghubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
hotline
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email

[email protected]
.(DJ)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita