Jakarta,
14
Mei
2025

Menteri
Kesehatan
RI
Budi
Gunadi
Sadikin
mengapresiasi
upaya
Pemerintah
Provinsi
DKI
Jakarta
dalam
memperkuat
layanan
kesehatan
berbasis
promotif
dan
preventif
bagi
masyarakat.
Pendekatan
ini
selaras
dengan
visi
Presiden
Prabowo
Subianto
untuk
memberikan
hadiah
terbaik
bagi
rakyat
Indonesia:
hidup
sehat
dan
berkualitas.

“Saya
ingin
mengucapkan
selamat
karena
teman-teman
di
DKI
Jakarta
benar-benar
ingin
mengusahakan
agar
masyarakatnya
tetap
sehat.
Jangan
sampai
sakit,”
ujar
Menkes
Budi
saat
menghadiri
peluncuran
program
kesehatan
di
Rusun
Tanah
Tinggi,
Jakarta
Pusat,
Rabu
(14/5).

Menkes
menjelaskan
bahwa
seiring
dengan
kemajuan
teknologi
kesehatan,
hanya
dibutuhkan
dua
strategi
utama
untuk
menjaga
kesehatan
masyarakat.
Pertama,
edukasi
gaya
hidup
sehat
(promotif),
dan
kedua,
pemeriksaan
kesehatan
rutin
yang
mudah
diakses
dan
tanpa
biaya
(preventif).

“Kalau
dua
hal
ini
dijalankan
secara
konsisten,
maka
masyarakat
akan
memiliki
usia
harapan
hidup
yang
panjang,
tapi
juga
sehat
dan
produktif,”
jelasnya.

Salah
satu
terobosan
yang
dilakukan
Pemprov
DKI
Jakarta
adalah
membentuk
Pasukan
Putih,
yaitu
tim
layanan
kesehatan
masyarakat
yang
berfokus
pada
edukasi
dan
pencegahan
penyakit.
Tim
ini
akan
secara
aktif
mendatangi
warga,
terutama
lansia
dan
penderita
penyakit
kronis
seperti
stroke
dan
diabetes,
untuk
memberikan
edukasi
dan
pendampingan
kesehatan
secara
langsung.

“Tugas
kita
adalah
memastikan
semua
masyarakat
Indonesia
bisa
hidup
sehat
hingga
usia
74
tahun,
bukan
hanya
hidup
lama
tapi
juga
tetap
bugar,”
ungkap
Menkes.

Program
ini
juga
menekankan
pentingnya
menerapkan
pola
hidup
sehat
melalui
istirahat
cukup,
konsumsi
makanan
bergizi,
olahraga
rutin
minimal
30
menit
sehari,
serta
pengelolaan
stres.

Menkes
Budi
juga
mengingatkan
masyarakat
untuk
menjaga
empat
indikator
utama
kesehatan:
tekanan
darah
(maksimal
120/80),
gula
darah
(tidak
lebih
dari
200
mg/dL),
kadar
kolesterol
terkontrol,
dan
lingkar
perut
(maksimal
90
cm
untuk
pria
dan
80
cm
untuk
wanita).

Gubernur
DKI
Jakarta
Pramono
Anung
dalam
kesempatan
yang
sama
menjelaskan
bahwa
tantangan
kesehatan
di
kawasan
padat
penduduk
seperti
Rusun
Tanah
Tinggi
memerlukan
pendekatan
aktif
dan
responsif.
Oleh
karena
itu,
selain
Pasukan
Putih,
Jakarta
juga
meluncurkan
layanan
konseling
kesehatan
jiwa
yang
dapat
diakses
secara
daring
maupun
via
telepon.

“Pasukan
Putih
akan
fokus
melayani
Lansia
dan
warga
yang
memiliki
penyakit
seperti
stroke
dan
diabetes.
Mereka
akan
proaktif
mendatangi
warga,”
ujar
Gubernur
Pramono.

Dalam
memperkuat
respon
darurat
medis,
Pemprov
DKI
juga
menyiagakan
78
unit
ambulans
serta
17
unit
motor
ambulans
yang
dirancang
khusus
untuk
menjangkau
area
padat
dan
gang
sempit
di
pemukiman
warga.

Langkah-langkah
inovatif
ini
diharapkan
menjadi
model
layanan
kesehatan
masyarakat
yang
bisa
direplikasi
oleh
daerah
lain
di
Indonesia.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut
dapat
menghubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
nomor
hotline
1500-567,
SMS
081281562620
dan
alamat
email

[email protected]
.
(D2/SK)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita