Jakarta
(ANTARA)

Siapa
pun
pasti
tertarik
saat
melihat
produk
dengan
rating
yang
bagus
dan
dibanjiri
banyak
komentar
positif
dan
terlihat
begitu
meyakinkan
di
e-commerce.

Namun,
nyatanya
tidak
semua
ulasan
di
e-commerce
merupakan
ulasan
asli
dari
para
konsumen.
Dibalik
banyaknya
komentar
positif
pada
suatu
produk
di
e-commerce
bisa
saja
tersembunyi
ulasan
palsu
yang
sengaja
ditulis
untuk
meningkatkan
penjualan.

Fenomena
fake
review
kini
makin
marak
di
berbagai
platform
belanja
online.
Sayangnya,
masih
banyak
yang
belum
menyadari
pola-pola
umumnya.
Akibatnya,
banyak
orang
yang
merasa
tertipu
setelah
produk
datang
karena
tidak
sesuai
ekspektasi
atau
bahkan
dikirimkan
barang
yang
tidak
sesuai.
Agar
terhindar
dari
review
palsu,
berikut
beberapa
cara
sederhana
untuk
mengenalinya:


1.
Perhatikan
lonjakan
review
positif
dalam
waktu
singkat

Jika
sebuah
produk
tiba-tiba
memiliki
banyak
review
positif
dalam
satu
atau
dua
hari,
hal
ini
patut
dicurigai.
Penjual
bisa
saja
menggunakan
akun
palsu
untuk
menaikkan
rating
secara
instan.
Produk
yang
memang
berkualitas
biasanya
mendapat
ulasan
secara
bertahap
dari
berbagai
pengguna.


2.
Cermati
isi
ulasan

Review
yang
jujur
umumnya
memberikan
informasi
spesifik,
seperti
kualitas
bahan,
kecepatan
pengiriman,
atau
hal-hal
teknis
lainnya.
Sebaliknya,
fake
review
cenderung
berisi
pujian
umum
tanpa
detail
seperti
“bagus
banget”,
“layak
beli”,
atau
“puas
sekali”.


3.
Tinjau
reputasi
penjual

Penjual
yang
terpercaya
biasanya
memiliki
riwayat
transaksi
yang
baik
dan
konsisten.
Jika
review
produknya
tampak
bagus
namun
toko
belum
memiliki
jejak
transaksi
yang
jelas,
sebaiknya
lebih
berhati-hati
sebelum
melakukan
pembelian.


4.
Amati
gaya
bahasa

Ulasan
yang
asli
biasanya
ditulis
dengan
bahasa
yang
lebih
alami.
Sebaliknya,
review
palsu
cenderung
terlihat
terlalu
seragam,
penuh
kata-kata
promosi,
dan
tidak
mencerminkan
cara
orang
berbicara
sehari-hari.


5.
Hindari
langsung
percaya
review
bintang
lima

Rating
btinggi
memang
sering
terlihat
menjanjikan.
Namun,
jika
ulasannya
terlalu
singkat
atau
terasa
tidak
wajar,
justru
bisa
menjadi
tanda
adanya
ulasan
palsu.
Sebaiknya,
baca
juga
review
dengan
rating
menengah
yang
cenderung
lebih
jujur,
detail,
dan
memberikan
gambaran
yang
lebih
seimbang
tentang
produk.


6.
Cek
riwayat
orang
yang
memberikan
ulasan

Beberapa
platform
menyediakan
fitur
untuk
melihat
aktivitas
orang
yang
memberikan
ulasan
atau
reviewer.
Jika
akun
hanya
memberikan
satu
atau
dua
ulasan
positif
tanpa
variasi,
ada
kemungkinan
review
tersebut
palsu.


7.
Waspadai
produk
dari
merek
tak
dikenal

Produk
dari
merek
yang
tidak
familiar
tapi
memiliki
banyak
ulasan
sempurna
patut
dicurigai.
Jika
kualitasnya
memang
sebaik
itu,
biasanya
nama
merek
tersebut
sudah
dikenal
luas
sebelumnya.


8.
Foto
dan
video
bukan
jaminan
keaslian
produk

Meski
terlihat
meyakinkan,
kehadiran
foto
atau
video
dalam
sebuah
ulasan
belum
tentu
menunjukkan
bahwa
produk
tersebut
benar-benar
digunakan
oleh
pembeli.
Saat
ini,
banyak
review
palsu
yang
juga
menyertakan
konten
visual
agar
terlihat
lebih
meyakinkan
dan
sulit
dibedakan
dari
ulasan
yang
jujur.
Tetap
penting
untuk
membaca
isi
ulasan
dengan
cermat,
bukan
hanya
melihat
gambarnya
saja.



Baca
juga:

Strategi
e-commerce
tarik
minat
konsumen
selama
libur
Lebaran



Baca
juga:

Pengamat:
Efisiensi
operasional
kunci
pertahankan
daya
saing
ecommerce



Baca
juga:

Shopee
raih
emas
di
Marketeers
Youth
Choice
Award
2025

Pewarta:
Allisa
Luthfia
Editor:
Alviansyah
Pasaribu
Copyright
©
ANTARA
2025

Source