Letjen TNI Djon Afriandi
JAKARTA KOMENTAR-Jagat media sosial, khususnya platform TikTok, beberapa hari terakhir dihebohkan oleh beredarnya narasi tidak benar yang menyebutkan adanya insiden fisik antara Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Laut Teddy Indra Wijaya di lingkungan Istana Kepresidenan.
Dalam narasi viral tersebut, diklaim terjadi ketegangan saat Pangkopassus dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto, yang berujung pada aksi “menampar” yang dilakukan oleh Letjen Djon Afriandi terhadap Seskab Teddy. Video dan cuitan yang menyertai narasi ini memicu spekulasi liar dan perpecahan opini di kalangan netizen.
Namun, setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi fakta, kabar tersebut dipastikan 100% HOAKS (berita bohong).
Menanggapi keresahan publik, pihak Komando Pasukan Khusus (Kopassus) serta sumber terpercaya di lingkungan Istana telah memberikan klarifikasi tegas. Narasi yang menyebut adanya konflik fisik atau tindakan kekerasan oleh Pangkopassus terhadap pejabat protokoler istana adalah sepenuhnya tidak benar dan merupakan fitnah yang sengaja dibuat untuk menciptakan kegaduhan.
“Fokus utama TNI dan lingkungan Istana adalah menjaga stabilitas keamanan dan mendukung program kerja Presiden. Isu adu domba atau konflik internal seperti yang diberitakan di media sosial sama sekali tidak berdasar,” demikian inti dari klarifikasi yang beredar di berbagai kanal resmi dan diverifikasi oleh sejumlah media arus utama.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun bukti visual asli atau laporan resmi yang mendukung klaim terjadinya insiden tamparan tersebut. Video-video yang beredar di TikTok diduga merupakan hasil manipulasi, potongan konteks yang salah, atau bahkan rekayasa semata untuk mengejar popularitas (clickbait).
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi informasi di media sosial. Narasi yang menyeret nama petinggi TNI dan pejabat close-proximity Presiden seperti Seskab Teddy Indra Wijaya sangat sensitif dan berpotensi mengganggu kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Letkol Laut Teddy Indra Wijaya, yang dikenal sebagai Seskab yang profesional dalam menangani protokol dan administrasi kepresidenan, hingga kini tetap menjalankan tugasnya dengan baik tanpa hambatan berarti. Demikian pula dengan Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, yang terus memimpin pasukan elitnya dengan fokus pada pertahanan negara.
Masyarakat dihimbau untuk tidak ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya. Sebelum membagikan informasi, lakukan prinsip saring sebelum sharing. Menyebarkan hoaks, terutama yang berkaitan dengan keamanan nasional dan figur militer, dapat memiliki konsekuensi hukum sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan gejolak opini di media sosial dapat mereda dan publik kembali fokus pada isu-isu pembangunan serta kinerja nyata pemerintah dan TNI.
Sebuah berita yang viral di media sosial mengenai PANGLIMA Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi yang menampar Seskab Letkol Teddy ternya hoax.
Yono
Artikel Viral di TikTok, Kabar Pangkopassus Letjen Djon Afriandi Tampar Seskab Teddy Indra Wijaya Tergolong Hoaks Berat, Kopassus Beri Penegasan pertama kali tampil pada Komentar.