
Karawang,
26
Maret
2025
Dalam
upaya
memastikan
kesehatan
dan
keselamatan
para
pemudik
selama
arus
mudik
Lebaran
2025,
Kementerian
Kesehatan
bekerja
sama
dengan
Dinas
Kesehatan
Kabupaten
Karawang
mendirikan
Pos
Pelayanan
Kesehatan
di
Rest
Area
KM
57
Tol
Jakarta-Cikampek.
Posko
ini
beroperasi
mulai
25
Maret
hingga
7
April
2025.
Pos
kesehatan
ini
menyediakan
layanan
kesehatan
tingkat
pertama,
layanan
kegawatdaruratan,
rujukan
ke
fasilitas
kesehatan
terdekat,
layanan
kesehatan
tradisional,
serta
pemeriksaan
kelaikan
berkendara,
termasuk
tes
NAPZA
bagi
pengemudi.
Posko
ini
dilengkapi
dengan
berbagai
alat
kesehatan,
seperti
tensimeter,
oksimeter,
alat
bedah
minor,
rapid
test
kolesterol
dan
gula
darah,
serta
tabung
oksigen
dan
perlengkapan
kegawatdaruratan
lainnya.
Sebanyak
130
tenaga
kesehatan
dikerahkan
untuk
bertugas
secara
bergiliran
dalam
tiga
shift.
Hingga
25
Maret
2025,
sebanyak
198
pemudik
telah
memanfaatkan
layanan
ini,
dengan
mayoritas
mendapatkan
penyuluhan
kesehatan
(KIE)
dan
pemeriksaan
tekanan
darah,
serta
penanganan
keluhan
seperti
influenza
dan
nyeri
otot.
Persiapan
Mudik
yang
Matang
Menteri
Koordinator
Bidang
Pembangunan
Manusia
dan
Kebudayaan
(Menko
PMK),
Pratikno,
menegaskan
bahwa
persiapan
mudik
tahun
ini
telah
dilakukan
secara
matang
melalui
sinergi
lintas
sektor.
Hal
ini
disampaikannya
saat
meninjau
Rest
Area
KM
57
pada
Rabu
(26/3/2025).
“Kami
rombongan
telah
meninjau
di
lapangan
mengenai
pelaksanaan
mudik
pada
tahun
ini
dan
baru
saja
kita
juga
menyelenggarakan
rapat
untuk
menyampaikan
laporan
teknis
di
lapangan,”
ujar
Menko
PMK.
Ia
menambahkan
bahwa
perencanaan
telah
disusun
dengan
baik
dan
saat
ini
telah
memasuki
fase
implementasi.
Pemerintah
fokus
memastikan
kelancaran
teknis
di
lapangan
serta
respons
cepat
terhadap
berbagai
potensi
kendala.
Menteri
Kesehatan
(Menkes),
Budi
Gunadi
Sadikin,
yang
turut
serta
dalam
peninjauan,
menegaskan
bahwa
kecelakaan
lalu
lintas
merupakan
ancaman
kesehatan
terbesar
selama
musim
mudik.
“Penyakit
yang
paling
mengancam
jiwa
di
masa
mudik
namanya
penyakit
kecelakaan,
ya.
Jadi
kalau
dari
sisi
kesehatan,
yang
paling
banyak
menyebabkan
kematian
adalah
kecelakaan,”
ujar
Menkes.
Menurutnya,
kecelakaan
sebagian
besar
disebabkan
oleh
kelelahan
pengemudi
yang
tidak
beristirahat
secara
teratur.
Oleh
karena
itu,
ia
mengimbau
agar
setiap
pengemudi
beristirahat
setiap
lima
jam
perjalanan.
“Kesalahan
itu
bisa
kita
hindari
asalkan
supirnya
setiap
5
jam
istirahat
15
sampai
30
menit.
Di
seluruh
dunia
juga
begitu.
Kalau
tidak,
supirnya
nanti
akan
fatigue,
dia
lupa
stretching,
dia
kurang
waspada,
lalu
kecelakaan.
Itu
disebabkan
oleh
supirnya,
jarang
sekali
karena
penumpangnya,”
tambahnya.
Selain
kecelakaan,
beberapa
gangguan
kesehatan
yang
umum
terjadi
selama
mudik
antara
lain
influenza,
hipertensi,
nyeri
kepala,
dan
nyeri
otot.
Menkes
mengapresiasi
kehadiran
layanan
kesehatan
di
titik-titik
mudik
yang
menyediakan
obat-obatan
dan
terapi
pijat
untuk
membantu
pemudik
tetap
bugar.
“Kalau
nyeri
kepala,
nyeri
otot,
ada
tukang
pijatnya
baik
yang
manual
maupun
yang
elektronik.
Jadi
kalau
ada
yang
sakit,
bisa
langsung
dilayani
di
sini.
Terima
kasih
buat
para
penyedia
layanan,”
ujarnya.
Menkes
juga
mengingatkan
masyarakat
untuk
memanfaatkan
fasilitas
cek
kesehatan
gratis
yang
telah
disediakan
pemerintah
sebagai
langkah
pencegahan.
“Jangan
lupa
cek
kesehatan
gratis.
Itu
hadiah
dari
Pak
Presiden.
Bisa
dilakukan
sebelum
berangkat
atau
kalau
kepepet,
bisa
dilakukan
di
sini
juga,”
tutupnya.
Dengan
kesiapan
layanan
kesehatan
yang
optimal
serta
kesadaran
masyarakat
untuk
menjaga
kebugaran
selama
perjalanan,
Menkes
berharap
musim
mudik
tahun
ini
berjalan
aman,
sehat,
dan
minim
insiden.
Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
hubungi
Halo
Kemenkes
melalui
hotline
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email
[email protected].
(DJ/SK)
Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM