Jakarta
(ANTARA)

Bahan
bakar
berkualitas
merupakan
kunci
utama
dalam
menjaga
performa
kendaraan
tetap
prima.
Namun,
belakangan
ini,
maraknya
peredaran
Bahan
Bakar
Minyak
(BBM)
atau
bensin
oplosan
menjadi
ancaman
serius
bagi
para
pengendara,
terutama
pada
penjualan
eceran.

Tak
hanya
merugikan
secara
finansial,
penggunaan
bensin
yang
sudah
dicampur
dengan
zat
lain
ini
dapat
berdampak
buruk
pada
mesin
kendaraan,
bahkan
berpotensi
menyebabkan
kerusakan
permanen
pada
komponen
mesin
kendaraan.

Meskipun
sekilas
terlihat
serupa
dengan
bahan
bakar
asli,
bensin
oplosan
memiliki
beberapa
ciri
yang
bisa
dikenali.
Sayangnya,
masih
banyak
pengendara
yang
kurang
waspada
dan
tanpa
sadar
menggunakannya,
sehingga
membuat
kendaraan
mereka
lebih
cepat
mengalami
masalah.

Oleh
karena
itu,
penting
bagi
para
pemilik
kendaraan
untuk
mengetahui
tanda-tanda
bensin
oplosan
agar
terhindar
dari
risiko
besar
di
kemudian
hari.
Lalu,
bagaimana
cara
mengenali
bensin
oplosan
dan
apa
saja
dampaknya
bagi
kendaraan?
Simak
penjelasannya
berikut
ini.



Baca
juga:

Kejagung
sebut
praktik
“blending”
BBM
terjadi
pada
2018–2023


Ciri-ciri
bensin
oplosan

Bensin
oplosan
seringkali
dicampur
dengan
zat-zat
yang
tidak
seharusnya,
seperti
air,
alkohol,
atau
bahan
kimia
lainnya.
Berikut
beberapa
tanda
yang
dapat
dikenali:


1.
Warna
tidak
lazim

Bensin
murni
biasanya
berwarna
kuning
muda
atau
kehijauan.
Jika
Anda
menemukan
bensin
dengan
warna
yang
keruh
atau
berbeda
dari
biasanya,
waspadalah.


2.
Aroma
menyengat

Bensin
asli
memiliki
aroma
khas.
Jika
tercium
bau
yang
berbeda
atau
terlalu
menyengat,
bisa
jadi
itu
bensin
oplosan.


3.
Bensin
terlihat
keruh

Bensin
yang
dicampur
dengan
air
akan
tampak
keruh
dan
tidak
jernih.


Tips
menghindari
bensin
oplosan


1.
Pilih
SPBU
terpercaya

Selalu
isi
bahan
bakar
di
stasiun
pengisian
resmi
dan
memiliki
reputasi
baik.


2.
Perhatikan
harga

Jika
membeli
bensin
eceran
dan
harga
yang
dijual
terlalu
murah
bisa
menjadi
indikasi
hal
tersebut
adalah
bensin
oplosan.


3.
Cek
kondisi
bahan
bakar

Sebelum
mengisi,
perhatikan
warna
dan
kejernihan
pada
kadar
bensin.



Baca
juga:

Tim
gabungan
menemukan
gudang
minyak
oplosan
di
Kota
Jambi


4.
Cek
dengan
koran

Rendam
koran
ke
dalam
bensin,
jika
tinta
pada
kertas
memudar,
itu
menandakan
adanya
campuran
minyak
tanah
dalam
bensin
tersebut.


Dampak
pada
mesin
kendaraan

Penggunaan
bensin
oplosan
dapat
menyebabkan
berbagai
masalah
pada
mesin,
antara
lain:


1.
Penurunan
performa
mesin

Mesin
mungkin
mengalami
penurunan
tenaga
dan
respons
yang
lambat.


2.
Kerusakan
komponen
mesin

Bahan
kimia
asing
dapat
merusak
komponen
vital
seperti
injektor
dan
karburator.


3.
Konsumsi
bahan
bakar
meningkat

Efisiensi
pembakaran
yang
buruk
menyebabkan
konsumsi
bahan
bakar
lebih
boros.

Dengan
mengenali
ciri-ciri
bensin
oplosan
dan
selalu
berhati-hati
dalam
memilih
sumber
bahan
bakar,
Anda
dapat
menghindari
risiko
kerusakan
pada
mesin
kendaraan.
Bensin
yang
tercampur
dengan
zat
asing
dapat
menurunkan
performa
mesin
dan
memperpendek
usia
pakai
kendaraan.

Terutama
saat
membeli
bensin
eceran
di
jalan,
Anda
harus
lebih
waspada.
Pastikan
bahan
bakar
yang
digunakan
berasal
dari
sumber
terpercaya
agar
kendaraan
tetap
bekerja
optimal
dan
awet.



Baca
juga:

Polri
ungkap
17
kasus
penyimpangan
BBM
sepanjang
2024



Baca
juga:

Polri
imbau
SPBU
tak
cari
untung
secara
curang
jelang
Idul
Fitri 

Pewarta:

Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025

Source