
Bandung,
2
Desember
2024
Menteri
Kesehatan
Budi
Gunadi
Sadikin
mendampingi
Board
Members
The
Global
Alliance
for
Vaccines
and
Immunization
(GAVI)
melakukan
kunjungan
ke
Puskesmas
Pasirkaliki
dan
PT
Biofarma
di
Bandung
pada
Senin
(2/12).
Pada
kunjungan
tersebut,
Menkes
Budi
dan
Board
Members
GAVI
melihat
proses
penyimpanan
vaksin
di
Puskesmas
Pasirkaliki,
serta
proses
produksi
dan
distribusi
vaksin
yang
dilakukan
oleh
PT
Biofarma.
Pada
kunjungan
pertama
Puskesmas
Pasirkaliki,
Board
Members
GAVI
menerima
penjelasan
dari
Kepala
Puskesmas
dr.
Teti
Hendriani
Agustin
mengenai
cara
puskesmas
menjaga
ketersediaan
vaksin
pada
suhu
yang
tepat
agar
vaksin
tidak
rusak.
Proses
ini
dilakukan
menggunakan
perangkat
Internet
of
Things
(IoT)
dan
Sistem
Monitoring
Inventaris
Logistik
secara
Elektronik
(SMILE)
yang
dikembangkan
oleh
Kemenkes,
GAVI,
dan
UNDP.
Untuk
menjaga
kualitas
vaksin,
diperlukan
sistem
pemantauan
suhu
penyimpanan
vaksin
yang
terintegrasi.
Kemenkes,
bersama
GAVI
dan
UNDP,
berkolaborasi
untuk
memastikan
keterjagaan
rantai
dingin
(cold
chain)
dalam
sistem
logistik
vaksin
di
Indonesia.
Di
setiap
vaccine
refrigerator,
terdapat
perangkat
pemantauan
suhu
dengan
teknologi
IoT
yang
memberikan
laporan
kondisi
suhu
ke
dalam
aplikasi
pemantauan
SMILE.
Aplikasi
ini
dikelola
oleh
petugas
farmasi
pada
tingkat
kabupaten/kota,
provinsi,
hingga
nasional.
“IoT
inilah
yang
nanti
bisa
membuat
kita
memantau
suhu
secara
berjenjang
sampai
ke
Kementerian
Kesehatan,
sehingga
sampai
Kementerian
Kesehatan
pun
bisa
melihat
bagaimana
tren
suhu
vaksin
yang
ada
di
kulkas
tersebut,”
ujar
Kepala
Puskesmas
Pasirkaliki
dr.
Teti
Hendriani
Agustin.
Lebih
lanjut,
Menkes
Budi
menambahkan,
informasi
mengenai
vaksin
juga
tersedia
dalam
aplikasi
SATUSEHAT.
Masyarakat
juga
dapat
memantau
riwayat
vaksinasi
yang
telah
diterima
melalui
aplikasi
tersebut.
“Kita
juga
sudah
mendigitalisasi
semua
informasi
mengenai
vaksin,
sehingga
ibu-ibu
tidak
perlu
khawatir
karena
semuanya
bisa
dibaca
di
SATUSEHAT,”
kata
Menkes
Budi.
Selanjutnya,
Menkes
Budi
bersama
Board
Members
GAVI
beranjak
ke
fasilitas
produksi
vaksin
PT
Biofarma
untuk
melihat
proses
produksi,
pengemasan,
dan
pemantauan
distribusi
vaksin.
Di
tengah
kunjungan
tersebut,
Menkes
Budi
juga
mengapresiasi
kapasitas
produksi
dan
sistem
pelacakan
distribusi
yang
dimiliki
oleh
Biofarma.
“Biofarma
punya
kapasitas
untuk
produksi
dan
distribusinya
juga
tadi
kita
lihat
secara
digital
bagaimana
kita
bisa
track
by
vial,
by
boxes,
kalau
kita
mau
distribusi
vaksin
ke
mana-mana,”
ujar
Menkes
Budi.
Menkes
Budi
berharap
apa
yang
dilakukan
oleh
Biofarma
dapat
direplikasi,
atau
menjadi
contoh
yang
dapat
diikuti,
oleh
negara-negara
lain,
sehingga
distribusi
vaksin
ke
seluruh
dunia
dapat
berjalan
dengan
lebih
baik.
Dalam
sesi
diskusi
dengan
GAVI
usai
kunjungan
lapangan,
Direktur
Utama
PT
Biofarma
Shadiq
Akasya
menyatakan
ada
tiga
aspek
strategis
kemitraan
antara
Biofarma
dengan
GAVI.
Pertama,
memperkuat
ketahanan
rantai
pasokan
agar
ketersediaan
vaksin
tidak
terganggu.
Kedua,
berinovasi
untuk
memenuhi
kebutuhan
ancaman
kesehatan
yang
baru
dan
terus
berkembang.
Ketiga,
berkolaborasi
dalam
peningkatan
kapasitas
untuk
mendukung
sistem
kesehatan
di
wilayah
yang
sulit
menerima
bantuan.
Dirut
Shadiq
juga
berharap
bahwa
kunjungan
GAVI
ke
Biofarma
ini
dapat
memperluas
akses
vaksin
bagi
masyarakat
dunia.
“Saat
kita
berkumpul
di
sini
hari
ini,
mari
kita
menegaskan
kembali
tujuan
kita
bersama
yaitu
memperkuat
sistem
kesehatan
global
dan
menciptakan
dunia
di
mana
akses
yang
adil
terhadap
vaksin
adalah
kenyataan
bagi
semua
orang,”
kata
Dirut
Shadiq.
Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut
dapat
menghubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
nomor
hotline
1500-567,
SMS
081281562620
dan
alamat
email
kontak@kemkes.go.id
(RR)
Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM