
Jakarta
(ANTARA)
–
Indonesia
tengah
berada
di
jalur
menuju
visi
besar
Indonesia
Emas
2045,
sebuah
cita-cita
untuk
menjadi
negara
maju
pada
peringatan
100
tahun
kemerdekaan.
Untuk
mencapai
tujuan
tersebut,
setiap
tahapan
pembangunan
harus
dirancang
dengan
strategi
yang
matang
dan
terukur.
Dalam
lima
tahun
ke
depan,
pemerintah
akan
mengarahkan
kebijakan
pembangunan
melalui
Rencana
Pembangunan
Jangka
Menengah
Nasional
(RPJMN)
2025-2029,
yang
menjadi
fondasi
utama
bagi
keberlanjutan
pembangunan
menuju
target
jangka
panjang.
RPJMN
2025-2029
bukan
sekadar
dokumen
perencanaan,
tetapi
juga
peta
jalan
yang
mencerminkan
prioritas
pembangunan
nasional
dalam
berbagai
sektor.
Periode
ini
menjadi
penting
karena
merupakan
RPJMN
pertama
di
bawah
pemerintahan
baru,
sekaligus
menjadi
langkah
awal
dalam
tahap
akhir
Visi
Indonesia
2045.
Oleh
karena
itu,
kebijakan
yang
diambil
dalam
rentang
waktu
ini
akan
sangat
menentukan
arah
pertumbuhan
ekonomi,
kesejahteraan
sosial,
serta
daya
saing
bangsa
di
kancah
global.
Fokus
utama
RPJMN
2025-2029
Dalam
tahap
pertama
menuju
Indonesia
Emas
2045,
terdapat
sejumlah
transformasi
besar
yang
menjadi
fokus
pembangunan
nasional.
Transformasi
ini
mencakup
beberapa
aspek
utama
antara
lain
transformasi
sosial,
ekonomi,
tata
kelola,
supremasi
hukum,
stabilitas
dan
kepemimpinan
Indonesia,
ketahanan
sosial
budaya
dan
ekologi,
pembangunan
wilayah
serta
sarana
dan
prasarana,
hingga
kesinambungan
pembangunan.
Dari
berbagai
aspek
tersebut,
RPJMN
2025-2029
mengelompokkan
langkah
strategis
ke
dalam
delapan
prioritas
nasional
yang
merupakan
implementasi
langsung
dari
Asta
Cita,
yaitu:
-
Memperkokoh
ideologi
Pancasila,
demokrasi,
dan
hak
asasi
manusia
(HAM). -
Memantapkan
sistem
pertahanan
dan
keamanan
negara
serta
mendorong
kemandirian
bangsa
melalui
swasembada
pangan,
energi,
dan
ekonomi
berbasis
sumber
daya
alam. -
Mengembangkan
infrastruktur,
meningkatkan
lapangan
kerja,
serta
mendorong
kewirausahaan
dan
industri
kreatif. -
Memperkuat
pembangunan
SDM
melalui
peningkatan
kualitas
pendidikan,
kesehatan,
serta
penguatan
peran
pemuda
dan
penyandang
disabilitas. -
Melanjutkan
hilirisasi
industri
untuk
meningkatkan
nilai
tambah
ekonomi
dalam
negeri. -
Membangun
dari
desa
dan
daerah
tertinggal
guna
menciptakan
pemerataan
ekonomi. -
Memperkuat
reformasi
politik,
hukum,
dan
birokrasi,
serta
meningkatkan
upaya
pemberantasan
korupsi
dan
kejahatan
lainnya. -
Menjaga
keseimbangan
lingkungan,
meningkatkan
toleransi
antarumat
beragama,
serta
memperkuat
harmoni
sosial.
Untuk
memastikan
keberhasilan
implementasi
prioritas
nasional
tersebut,
RPJMN
2025-2029
juga
menetapkan
tiga
sasaran
utama
pembangunan
nasional,
yaitu:
-
Penurunan
tingkat
kemiskinan
menjadi
4,5-5
persen. -
Peningkatan
kualitas
sumber
daya
manusia,
dengan
indeks
modal
manusia
(IMM)
ditargetkan
mencapai
0,59
persen. -
Pertumbuhan
ekonomi
yang
tinggi
dan
berkelanjutan,
dengan
target
mencapai
8
persen
pada
tahun
2029.
Selain
itu,
RPJMN
2025-2029
juga
memuat
matriks
pembangunan,
arah
pembangunan
kewilayahan,
serta
panduan
strategis
bagi
kementerian,
lembaga,
pemerintah
daerah
(pemda),
dan
badan
usaha
dalam
menjalankan
program
pembangunan.
Dokumen
ini
menjadi
dasar
hukum
dalam
penyusunan
Rencana
Strategis
Kementerian/Lembaga
(Renstra
K/L),
Rencana
Pembangunan
Jangka
Menengah
Daerah
(RPJMD),
serta
Rencana
Kerja
Pemerintah
(RKP)
yang
berlaku
untuk
satu
tahun.
Keberhasilan
implementasi
RPJMN
ini
akan
menjadi
langkah
awal
menuju
Indonesia
yang
lebih
maju,
sejahtera,
dan
berdaya
saing
global
dalam
rangka
mewujudkan
Indonesia
Emas
2045.
Baca
juga:
Pembentukan
Koperasi
Desa
Merah
Putih
sejalan
dengan
RPJMN
2025-2029
Baca
juga:
Bappenas
tekankan
pembaruan
MoU
dengan
IFPRI
terkait
ketahanan
pangan
Baca
juga:
Bappenas
usul
pembentukan “Joint
Committee”
dengan
UK
FCDO
Pewarta:
Allisa
Luthfia
Editor:
Alviansyah
Pasaribu
Copyright
©
ANTARA
2025