
Jakarta
(ANTARA)
–
Kementerian
Pertahanan
RI
(Kemenhan)
kembali
membuka
kesempatan
lowongan
kerja
untuk
lulusan
D4
hingga
S2
melalui
Seleksi
Sarjana
Penggerak
Pembangunan
Indonesia
(SPPI)
Batch
3
yang
akan
digelar
pada
tahun
anggaran
2025.
Program
ini
bertujuan
untuk
melahirkan
calon
pemimpin
masa
depan
yang
tidak
hanya
berprestasi
secara
akademik,
tetapi
juga
memiliki
dedikasi
tinggi
untuk
membawa
perubahan
nyata.
Melalui
program
SPPI,
peserta
akan
dibekali
pelatihan
dan
keterampilan
inovatif
guna
menghadapi
berbagai
tantangan
pembangunan
berkelanjutan,
sekaligus
mendukung
tercapainya
visi
Indonesia
Emas
2045.
Dalam
seleksi
SPPI
tahun
ini,
peserta
yang
berhasil
lolos
akan
diangkat
sebagai
aparatur
sipil
negara
(ASN)
dan
ditempatkan
di
Badan
Gizi
Nasional
dengan
tanggung
jawab
sebagai
Kepala
Satuan
Pelayanan
Pemenuhan
Gizi
(SPPG).
Posisi
ini
akan
memegang
peran
strategis
dalam
merancang
dan
mengimplementasikan
program-program
pemenuhan
gizi
masyarakat,
sekaligus
mendukung
upaya
peningkatan
kualitas
kesehatan
nasional
secara
berkelanjutan.
Baca
juga:
Macam-macam
tingkatan
gelar
akademik
serta
perbedaan
dan
penjelasannya
Jadi,
kapan
pendaftaran
seleksi
SPPI
ini
dibuka?
Dan
apa
saja
syarat
yang
harus
dipenuhi
untuk
mengikuti
program
ini?
Berikut
penjelasan
lengkapnya.
Mekanisme
seleksi
SPPI
2025
Berdasarkan
informasi
dari
situs
resmi
SPPI,
mekanisme
seleksi
SPPI
Batch
3
untuk
tahun
anggaran
2025
mencakup
beberapa
tahap,
mulai
dari
pendaftaran,
pengumuman
hasil
seleksi,
pelaksanaan
tes,
hingga
Pelatihan.
Berikut
rincian
jadwalnya.
•
Pendaftaran
online:
27
Desember
2024
–
15
Maret
2025
•
Pengumuman
hasil
seleksi
administrasi:
20
Maret
2025
•
Pelaksanaan
tes:
5
April
2025
(psikotes,
tes
kesehatan,
wawancara,
dan
lainnya)
•
Pelatihan
dasar
kemiliteran:
5
Mei
–
3
Juli
2025
•
Pelatihan
Manajerial:
4
Juli
–
4
Agustus
2025
Baca
juga:
Kementan:
Mahasiswa-sarjana
pertanian
penting
bagi
pertanian
modern
Persyaratan
seleksi
SPPI
Batch
3
-
Warga
Negara
Indonesia. -
Usia
maksimal
30
tahun. -
Telah
menyelesaikan
pendidikan
D-4/S-1
atau
S-2
dari
semua
jurusan. -
Ijazah
yang
diterima
adalah
ijazah
dari
Perguruan
Tinggi
yang
terakreditasi
Kemendiktisaintek,
atau
ijazah
dari
Perguruan
Tinggi
luar
negeri
yang
telah
mendapatkan
penyetaraan
dari
Panitia
Penilaian
Ijazah
Luar
Negeri
Kemendiktisaintek. -
Tidak
pernah
dijatuhi
hukuman
penjara
melalui
putusan
pengadilan
yang
memiliki
kekuatan
hukum
tetap
karena
tindak
pidana. -
Tidak
pernah
diberhentikan
tidak
dengan
hormat
atau
diberhentikan
dengan
hormat
bukan
atas
permintaan
sendiri
sebagai
CPNS/PNS,
anggota
TNI/POLRI,
pegawai
BUMN/BUMD,
atau
karena
pelanggaran/hukuman
saat
bekerja
di
sektor
swasta. -
Sehat
jasmani
dan
rohani,
dibuktikan
dengan
surat
keterangan
sehat,
bebas
narkoba,
dan
obat
terlarang
dari
rumah
sakit
pemerintah
minimal
tipe
C. -
Bersedia
ditempatkan
di
seluruh
wilayah
Indonesia. -
Untuk
peserta
wanita,
tidak
dalam
kondisi
hamil
selama
proses
seleksi
hingga
satu
tahun
pertama
penempatan. -
Peserta
yang
sudah
menikah
harus
memiliki
persetujuan
dari
pasangan
(suami/istri). -
Tidak
sedang
terikat
perjanjian
dinas
atau
kerja
dengan
instansi
pemerintah
maupun
swasta. -
Peserta
yang
bekerja
harus
menyertakan
surat
izin
dari
instansi
tempat
bekerja,
serta
bersedia
mengakhiri
hubungan
kerja
jika
lolos
seleksi. -
Pendaftaran
dilakukan
secara
daring
melalui
situs
https://spp-indonesia.com/
Baca
juga:
Pengamat
menjelaskan
penyebab
tingginya
sarjana
jadi
pengangguran
Dokumen
yang
perlu
disiapkan
dan
diunggah
melalui
aplikasi
rekrutmen
-
Surat
lamaran
yang
ditujukan
kepada
Yth.
Kepala
BGN
RI,
U.b.
Ketua
Rekrutmen
SPPI
Batch
3
di
Jakarta. -
Salinan
hasil
pindai
(scan)
KTP
dan
Kartu
Keluarga. -
Pas
foto
dengan
latar
belakang
putih. -
Salinan
hasil
pindai
(scan)
ijazah
dan
transkrip
nilai/IPK. -
Salinan
hasil
pindai
(scan)
sertifikat
kursus
atau
pelatihan
yang
pernah
diikuti
(jika
ada). -
Surat
Keterangan
Catatan
Kepolisian
(SKCK). -
Surat
keterangan
sehat
jasmani
dan
rohani,
termasuk
dari
dokter
jiwa,
yang
diterbitkan
oleh
rumah
sakit. -
Surat
keterangan
bebas
narkoba. -
Kartu
BPJS
yang
masih
aktif
dan
tidak
memiliki
tunggakan. -
Kartu
NPWP. -
Formulir
Surat
Pernyataan
yang
sudah
ditandatangani
di
atas
materai
Rp10.000,
sesuai
dengan
format
yang
disediakan.
Baca
juga:
Empat
atlet
sukses
raih
gelar
sarjana
dari
beasiswa
KONI
Pusat
Baca
juga:
Indonesia-Prancis
jalin
kerja
sama
riset
elektronika
dan
informatika
Pewarta:
Sean
Anggiatheda
Sitorus
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025