
Jakarta
(ANTARA)
–
Baru-baru
ini,
Menteri
Keuangan
(Menkeu)
Sri
Mulyani
Indrawati
mengusulkan
agar
pendidikan
mengenai
saham
dan
pasar
modal
dimulai
sejak
tingkat
Sekolah
Dasar
(SD).
Menurutnya,
pemahaman
tentang
investasi
sejak
dini
dapat
membantu
anak-anak
memahami
pentingnya
perencanaan
keuangan
dan
pengelolaan
aset.
Usulan
tersebut
bertujuan
agar
pengenalan
saham
sejak
dini
dapat
memberikan
bekal
pengetahuan
dasar
tentang
investasi
dan
pengelolaan
keuangan
kepada
generasi
muda.
Hal
ini
diharapkan
dapat
membantu
mereka
membuat
keputusan
finansial
yang
lebih
cerdas
di
masa
depan,
serta
berkontribusi
pada
perekonomian
yang
lebih
stabil
dan
berkembang.
Lantas
apa
pengertian,
keuntungan,
dan
risiko
saham?
Simak
ulasan
selengkapnya
berikut
ini.
Pengertian
saham
Saham
merupakan
surat
berharga
yang
menunjukkan
kepemilikan
seseorang
atau
badan
usaha
dalam
suatu
perusahaan
atau
perseroan
terbatas.
Dengan
memiliki
saham,
pemegangnya
berhak
atas
klaim
terhadap
pendapatan
dan
aset
perusahaan,
serta
memiliki
hak
suara
dalam
Rapat
Umum
Pemegang
Saham
(RUPS).
Secara
umum,
saham
dibedakan
menjadi
dua
jenis
utama:
Baca
juga:
BRIS
cetak “return”
tertinggi
di
antara
emiten
perbankan
2024
1.
Saham
biasa
Memberikan
hak
suara
kepada
pemegangnya
dalam
RUPS
dan
hak
atas
dividen
yang
dibagikan
perusahaan.
2.
Saham
preferen
Memberikan
prioritas
dalam
pembayaran
dividen
dan
klaim
atas
aset
perusahaan
jika
terjadi
likuidasi,
namun
biasanya
tidak
memiliki
hak
suara
dalam
RUPS.
Kepemilikan
saham
memungkinkan
individu
atau
entitas
untuk
berpartisipasi
dalam
pertumbuhan
dan
keuntungan
perusahaan,
serta
berisiko
terhadap
kerugian
jika
perusahaan
mengalami
penurunan
kinerja.
Keuntungan
investasi
Saham
1.
Dividen
Perusahaan
yang
memperoleh
laba
dapat
membagikan
sebagian
keuntungannya
kepada
pemegang
saham
dalam
bentuk
dividen.
Jumlah
dividen
ditentukan
oleh
Dewan
Direksi
dan
disetujui
dalam
Rapat
Umum
Pemegang
Saham
(RUPS).
2.
Capital
gain
Investor
dapat
memperoleh
keuntungan
dengan
menjual
saham
pada
harga
yang
lebih
tinggi
dari
harga
beli,
yang
dikenal
sebagai
capital
gain.
3.
Bonus
saham
Beberapa
perusahaan
memberikan
bonus
saham
kepada
pemegang
saham
sebagai
bentuk
pembagian
laba
tambahan.
Bonus
saham
biasanya
berasal
dari
agio
saham,
yaitu
selisih
antara
harga
jual
dan
harga
nominal
saham
saat
penawaran
umum
perdana
(IPO).
4.
Likuiditas
tinggi
Saham
diperdagangkan
di
pasar
sekunder
seperti
Bursa
Efek
Indonesia
(BEI),
yang
memungkinkan
investor
untuk
membeli
dan
menjual
saham
dengan
mudah,
memberikan
tingkat
likuiditas
yang
tinggi.
Baca
juga:
OJK
sambut
baik
usulan
Sri
Mulyani
untuk
edukasi
pasar
modal
sejak
SD
Risiko
investasi
saham
1.
Volatilitas
harga
Harga
saham
dapat
berfluktuasi
secara
signifikan
dalam
jangka
pendek,
dipengaruhi
oleh
berbagai
faktor
seperti
kondisi
ekonomi,
kinerja
perusahaan,
dan
sentimen
pasar.
2.
Risiko
kehilangan
modal
Tidak
ada
jaminan
bahwa
investasi
saham
akan
selalu
menguntungkan.
Jika
harga
saham
turun
di
bawah
harga
beli,
investor
dapat
mengalami
kerugian.
3.
Tidak
semua
saham
memberikan
dividen
Beberapa
perusahaan,
terutama
yang
masih
dalam
tahap
pertumbuhan,
mungkin
memilih
untuk
tidak
membagikan
dividen
dan
lebih
fokus
pada
reinvestasi
laba
untuk
ekspansi
bisnis.
Kapan
bagi
pemula
memulai
investasi
saham?
Bagi
pemula
yang
ingin
berinvestasi
saham,
berikut
langkah-langkah
yang
dapat
diikuti:
1.
Pelajari
dasar-dasar
investasi
saham
Pahami
konsep
dasar
saham,
cara
kerjanya,
dan
faktor-faktor
yang
memengaruhi
harga
saham.
Pengetahuan
ini
penting
untuk
membuat
keputusan
investasi
yang
informatif.
2.
Pilih
perusahaan
sekuritas
terpercaya
Untuk
bertransaksi
saham,
buka
rekening
di
perusahaan
sekuritas
yang
terpercaya
dan
terdaftar
di
Otoritas
Jasa
Keuangan
(OJK).
Pastikan
perusahaan
sekuritas
tersebut
menyediakan
platform
yang
mudah
digunakan
dan
biaya
transaksi
yang
kompetitif.
Baca
juga:
OJK:
Pasar
modal
Indonesia
resilien
sepanjang
2024
3.
Buka
rekening
saham
Setelah
memilih
perusahaan
sekuritas,
buka
rekening
saham
dengan
melengkapi
dokumen
yang
diperlukan
seperti
KTP
dan
NPWP.
Rekening
ini
akan
digunakan
untuk
melakukan
transaksi
jual
beli
saham.
4.
Mulai
dengan
modal
sesuai
kemampuan
Sebagai
pemula,
disarankan
untuk
memulai
dengan
modal
yang
sesuai
kemampuan
finansial
dan
secara
bertahap
meningkatkan
investasi
seiring
dengan
pengalaman
dan
pemahaman
pasar.
5.
Diversifikasi
portofolio
Untuk
mengurangi
risiko,
lakukan
diversifikasi
dengan
berinvestasi
pada
berbagai
jenis
saham
dari
sektor
yang
berbeda.
Diversifikasi
membantu
mengurangi
dampak
kerugian
dari
satu
saham
terhadap
keseluruhan
portofolio.
6.
Terus
belajar
dan
pantau
perkembangan
pasar
Investasi
saham
memerlukan
pemahaman
yang
terus
berkembang.
Ikuti
berita
ekonomi,
analisis
pasar,
dan
laporan
keuangan
perusahaan
untuk
membuat
keputusan
investasi
yang
lebih
baik.
Investasi
saham
menawarkan
potensi
keuntungan
yang
menarik,
namun
juga
disertai
dengan
risiko
yang
perlu
dipahami
dengan
baik.
Dengan
pengetahuan
yang
memadai
dan
strategi
investasi
yang
tepat,
investor
dapat
memanfaatkan
peluang
yang
ada
di
pasar
saham
secara
optimal.
Baca
juga:
IHSG
diprediksi
menguat
terbatas
seiring
optimisme “January
Effect”
Baca
juga:
Samsung
Electronics
tingkatkan
kepemilikan
saham
di
Rainbow
Robotics
Pewarta:
M.
Hilal
Eka
Saputra
Harahap
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025