Raksasa
media
sosial
Meta
pada
Senin
(6/1)
mengumumkan
penunjukan
tiga
direktur
baru
dalam
dewan
direksinya,
termasuk
Kepala
Ultimate
Fighting
Championship
(UFC)
Dana
White,
yang
dikenal
dekat
dengan
Presiden
terpilih
Amerika
Serikat
Donald
Trump.

Para
anggota
dewan
baru
ini
diumumkan
ketika
pendiri
sekaligus
CEO
Meta,
Mark
Zuckerberg,
tengah
menjalin
hubungan
dengan
pemerintahan
Trump
yang
akan
datang.
Upaya
tersebut
di
antaranya
berupa
donasi
sebesar
satu
juta
dolar
AS
untuk
dana
pelantikan
Trump.

Zuckerberg
juga
sempat
makan
malam
bersama
Trump
di
resor
Mar-a-Lago
pada
November
lalu.
Miliarder
berusia
40
tahun
ini
berupaya
memperbaiki
hubungan
perusahaannya
dengan
pemimpin
baru
AS
tersebut
menyusul
pemilihan
presiden.

Dalam
langkah
lain
untuk
merangkul
tim
Trump,
Meta
pekan
lalu
menunjuk
tokoh
Partai
Republik
Joel
Kaplan
untuk
memimpin
urusan
publik
perusahaan.
Ia
menggantikan
Nick
Clegg,
mantan
wakil
perdana
menteri
Inggris.

Trump
telah
lama
menjadi
pengkritik
keras
Meta
dan
Zuckerberg,
menuduh
perusahaan
itu
mendukung
kebijakan
liberal
dan
bersikap
bias
terhadap
kaum
konservatif.

Trump
sempat
dilarang
menggunakan
Facebook
usai
penyerbuan
Gedung
Capitol
pada
6
Januari
2021.
Namun,
akunnya
dipulihkan
pada
awal
2023.

White
sudah
menjalin
persahabatan
erat
dengan
Trump
selama
dua
dekade,
bermula
ketika
Trump
menawarkan
arenanya
untuk
ajang
UFC.

“Saya
tidak
pernah
tertarik
bergabung
dengan
dewan
direksi
mana
pun,
sampai
akhirnya
mendapat
tawaran
bergabung
di
dewan
Meta.
Saya
meyakini
bahwa
media
sosial
dan
AI
adalah
masa
depan,”
kata
White.

Selain
White,
Meta
juga
menambahkan
CEO
Exor,
John
Elkann,
serta
mantan
eksekutif
Microsoft,
Charlie
Songhurst,
ke
dalam
dewan
direksi,
yang
kini
beranggotakan
13
orang.

Elkann,
keturunan
keluarga
industri
Agnelli
di
Italia,
menjabat
ketua
eksekutif
raksasa
otomotif
Stellantis
dan
Ferrari.

Penunjukan
ini
terjadi
ketika
Meta—induk
perusahaan
Facebook
dan
Instagram—kian
memprioritaskan
pengembangan
kecerdasan
buatan
serta
teknologi

wearable
.

“Dana,
John,
dan
Charlie
akan
menambah
kedalaman
keahlian
dan
perspektif
yang
membantu
kami
meraih
peluang
besar
di
bidang
AI,
perangkat

wearable
,
dan
masa
depan
interaksi
manusia,”
kata
Zuckerberg
dalam
pernyataannya.

[th/lt]

Source