Dampak
dari
pengumuman
tarif
pada
akhir
pekan
yang
disampaikan
oleh
Presiden
AS
Donald
Trump
dirasakan
di
Ottawa,
di
Mexico
City,
di
Beijing

dan
juga
di
New
York,
Hong
Kong,
Seoul,
dan
Taipei.
Di
seluruh
dunia,
pasar
saham
jatuh
pada
hari
Senin
(3/2)
setelah
Trump
mengumumkan
tarif
sebesar
25
persen
terhadap
Meksiko
dan
Kanada,
serta
10
persen
terhadap
China.

Di
Washington,
Trump
berbicara
tentang
kesepakatannya
pada
hari
Senin
dengan
Meksiko
untuk
menangguhkan
tarif
selama
sebulan
sebagai
imbalan
atas
berbagai
konsesi
dari
Mexico
City
yang
dimaksudkan
untuk
menghentikan
arus
migrasi
dan
pergerakan
obat-obatan
terlarang
melintasi
perbatasan
selatan
AS.
Pasar
dengan
cepat
menutup
sebagian
kerugian
setelah
pengumuman
itu.
Ia
juga
mengumumkan
jeda
serupa
dengan
Kanada
pada
hari
Senin.

“Kita
harus
menghentikan
orang-orang
yang
berdatangan,
dan
kita
harus
menghentikan
fentanil,
termasuk
China.
Fentanil
telah
menewaskan
sedikitnya
200.000
orang
tahun
ini.
Fentanil
mengalir
masuk
dari
China
melalui
Meksiko
dan
Kanada.
Dan
mereka
harus
menghentikannya.
Dan
jika
mereka
tidak
menghentikannya,
tarifnya
akan
semakin
buruk.
Jauh
lebih
buruk,”
tandas
Trump.

Presiden
Meksiko
Claudia
Sheinbaum
menyampaikan
nada
penuh
harapan
pada
hari
Senin.
“Saya
yakin
bahwa
bulan
ini,
kita
akan
dapat
memperoleh
hasil,
hasil
yang
baik
bagi
rakyat
Anda,
hasil
yang
baik
bagi
rakyat
Meksiko,
dan
ini
adalah
hasil
kesepakatan.
Itu
adalah
hasil
pembicaraan
yang
baik,
dengan
rasa
hormat.”

Para
pakar
ekonomi
mengatakan
konsumen
akan
segera
merasakan
dampaknya
dan
menunjuk
pada
persamaan
sejarah.

Steve
Kamin
adalah
peneliti
senior
di
American
Enterprise
Institute,
sebuah
lembaga
pemikir
yang
berbasis
di
Washington,
D.C.
“Hal
ini
membawa
kita
kembali
ke
tahun
1930-an
ketika
perang
dagang
menjadi
salah
satu
faktor
yang
memperparah
Depresi
Besar,
karena
perekonomian
di
seluruh
dunia
membangun
hambatan
untuk
mencegah
masuknya
impor.
Dalam
jangka
panjang,
mempertahankan
tarif
tinggi
pada
akhirnya
akan
mengurangi
jumlah
total
perdagangan
global,
yang
akan
mengurangi
persaingan
dan
mengurangi
penyebaran
inovasi
teknologi
di
seluruh
dunia.
Dalam
jangka
waktu
yang
lebih
panjang,
hal
itu
akhirnya
bisa
memperlambat
laju
pertumbuhan
ekonomi
AS
dan
global,”
ujarnya.

China
memberlakukan
tarif
terbatas
setelah
Trump
memberlakukan
pungutan
tarif
sebesar
10%
tersebut.

China
mengenakan
tarif
atas
barang-barang
impor
tertentu
dari
Amerika
pada
hari
Selasa
(4/2)
dan
mengancam
beberapa
perusahaan
AS,
termasuk
Google,
akan
kemungkinan
pemberlakuan
sanksi,
sebagai
tanggapan
terukur
atas
pemberlakuan
tarif
tersebut.

Tanggapan
terbatas
Beijing
terhadap
pemberlakuan
tarif
10%
oleh
Trump
pada
semua
barang
impor
dari
China
tersebut
menggarisbawahi
upaya
para
pembuat
kebijakan
China
untuk
melibatkan
Trump
dalam
pembicaraan
guna
mencegah
perang
dagang
langsung
antara
dua
ekonomi
terbesar
di
dunia
itu.

Capital
Economics,
sebuah
firma
riset
yang
berbasis
di
Inggris,
memperkirakan
tarif
tambahan
yang
diberlakukan
oleh
China
akan
berlaku
pada
impor
tahunannya
senilai
sekitar
$20
miliar,
dibandingkan
dengan
barang-barang
China
senilai
$450
miliar
yang
diimpor
oleh
Amerika
yang
dikenai
tarif
yang
mulai
berlaku
pada
pukul
12:01
dini
hari
Waktu
Amerika
Bagian
Timur
pada
hari
Selasa
(4/2).

“Langkah-langkah
tersebut
termasuk
ringan,
setidaknya
jika
dibandingkan
dengan
langkah-langkah
AS,
dan
telah
disesuaikan
untuk
mengirim
pesan
kepada
AS,”
kata
Julian
Evans-Pritchard,
kepala
bagian
Ekonomi
China
di
firma
tersebut,
dalam
sebuah
catatan.

Selain
itu,
Duta
Besar
China
untuk
Perserikatan
Bangsa-Bangsa,
Fu
Cong,
pada
hari
Senin
mengatakan
Beijing
akan
meminta
bantuan
Organisasi
Perdagangan
Dunia.

“Kami
yakin
bahwa
ini
melanggar
aturan
WTO.
Itulah
sebabnya
mengapa
China
mengajukan
keluhan
ke
WTO.
Dan
kami
juga
menyadari
bahwa
kami
mungkin
akan
terpaksa
mengambil
tindakan
balasan.
Dan
izinkan
saya
juga
menekankan
bahwa
tidak
ada
pemenang
dalam
perang
dagang,”
ujar
Fu.

Trump
berencana
untuk
berbicara
dengan
Presiden
China
Xi
Jinping
pada
minggu
ini,
kata
juru
bicara
Gedung
Putih.

Presiden
Trump
mengakui
bahwa
langkah
yang
dibuatnya
dapat
menaikkan
harga
tetapi
mengatakan
tarif
yang
lebih
tinggi
akan
“setimpal
dengan
harga
yang
harus
dibayar”
untuk
memperkuat
kepentingan
AS.

[lt/jm]

Source