Jakarta
(ANTARA)

Hari
Buruh
atau
May
Day
diperingati
setiap
tanggal
1
Mei
tak
melulu
diperingati
dengan
demonstrasi,
tapi
ada
cara-cara
unik
penuh
makna,
mulai
dari
Festival
Beltane
di
Skotlandia
hingga
tradisi
memberi
bunga
lili
di
Prancis.

Tujuan
dari
peringatan
ini
adalah
agar
para
pekerja
dapat
menjalankan
tugasnya
dengan
lebih
baik,
sekaligus
merayakan
pencapaian-pencapaian
penting,
termasuk
mendorong
gerakan
solidaritas
buruh.
Momen
ini
menjadi
saat
yang
dinantikan
untuk
mengenang
perjuangan
panjang
dalam
menuntut
hak
dan
keadilan
yang
layak.

Di
banyak
negara,
Hari
Buruh
dirayakan
dengan
semarak
dan
penuh
semangat
sebagai
wujud
keberagaman
serta
sarana
menyuarakan
tuntutan.
Aksi
turun
ke
jalan
menjadi
cara
untuk
mengenang
sejarah
dan
perjuangan
masa
lalu,
sekaligus
membentuk
harapan
masa
depan
yang
lebih
baik.

Menariknya,
sejumlah
negara
memiliki
tradisi
unik
dalam
merayakan
Hari
Buruh
setiap
tahunnya.
Berikut
ini
beberapa
contoh
perayaan
khas
dari
berbagai
negara
yang
telah
dirangkum
dari
sejumlah
sumber
terpercaya.



Baca
juga:

Link
download
poster
dan
twibbon
Hari
Buruh
Internasional
2025


Tradisi
unik
di
7
negara
dalam
memperingati
Hari
Buruh


1.
Skotlandia

Di
Skotlandia,
Hari
Buruh
atau
May
Day
dirayakan
dengan
Festival
Beltane
yang
berarti “hari
api”.
Tradisi
ini
berakar
dari
budaya
Celtic
dan
juga
diperingati
di
Irlandia
serta
Isle
of
Man.

Festival
ini
bertujuan
untuk
menghidupkan
kembali
warisan
kuno
bangsa
Celtic
dengan
nuansa
modern.
Biasanya
perayaan
dimulai
pada
malam
tanggal
30
April
dan
berlangsung
hingga
pukul
01.00
dini
hari
di
tanggal
1
Mei.


2.
Inggris

Masyarakat
Inggris
merayakan
May
Day
dengan
arak-arakan
di
jalanan,
mengenakan
kostum
berwarna
hijau
yang
dikenal
dengan
sebutan “Jack

in
the
Green
“.
Perayaan
ini
sering
diwarnai
dengan
tarian
mengelilingi
tiang
yang
dihiasi
dedaunan.


3.
Bulgaria

Di
Bulgaria,
May
Day
atau
Hari
Buruh
memiliki
cerita
rakyat
unik
yang
menyebutkan
bahwa
ular-ular
keluar
dari
sarangnya
pada
25
Maret,
sedangkan
pemimpin
mereka
muncul
di
1
Mei.

Menurut
kepercayaan,
siapa
pun
yang
bertani
pada
hari
itu
berisiko
digigit
ular.
Oleh
karena
itu,
masyarakat
menyalakan
api
unggun
sebagai
simbol
perlindungan
agar
bisa
kembali
beraktivitas
dengan
aman.



Baca
juga:

KSPI:
Regulasi
Satgas
PHK
diperkirakan
hadir
dalam
bentuk
Inpres


4.
Hawaii

Di
Hawaii,
May
Day
diperingati
dengan
semangat
khas
Aloha.
Bukan
hanya
soal
aksi
buruh,
tapi
juga
menjadi
momen
untuk
menampilkan
budaya
dan
tradisi
lokal
yang
penuh
warna.

Masyarakat
merayakannya
dengan
bernyanyi,
memainkan
musik,
menikmati
bazar
makanan,
serta
mengikuti
lokakarya
dan
membuat
Lei
kalung
bunga
tradisional
yang
dikenakan
di
leher.


5.
Italia

Berbeda
dengan
negara
lain,
masyarakat
Italia
merayakan
Hari
Buruh
dengan
berkumpul
bersama
keluarga
dan
teman
lewat
piknik.
Tanpa
aksi
atau
unjuk
rasa,
perayaan
ini
semakin
semarak
dengan
nyanyian
khas
musim
semi
dan
saling
memberi
bunga
sebagai
bentuk
kebahagiaan.


6.
Rusia

Bagi
Rusia,
1
Mei
bukan
hanya
diperingati
sebagai
Hari
Buruh,
tapi
juga
menjadi
tanda
dimulainya
musim
semi.
Layaknya
negara
lain,
masyarakat
Rusia
tetap
menggelar
demonstrasi,
namun
yang
membedakan
adalah
parade
besar
yang
mencerminkan
semangat
persatuan
antar
pekerja.


7.
Prancis

Tradisi
di
Prancis
cukup
unik:
masyarakat
memberikan
bunga
lili
sebagai
simbol
keberuntungan
pada
Hari
Buruh.
Bunga
tersebut
diikat
dengan
pita
merah
sebagai
bentuk
penghormatan
terhadap
sejarah
panjang
yang
menyertainya.
Selain
itu,
terdapat
simbol
segitiga
merah
yang
melambangkan
keseimbangan
hidup
antara
pekerjaan,
waktu
istirahat,
dan
tidur
yang
cukup.



Baca
juga:

Dihadiri
Prabowo,
May
Day
2025
di
Jakarta
soroti
enam
isu
buruh

Pewarta:
Sean
Anggiatheda
Sitorus
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025

Source