Lebanon
mengatakan
serangan
udara
Israel,
Senin
(23/9)
menewaskan
sedikitnya
100
orang
dan
melukai
400
lainnya,
sementara
serangan
melintas
batas
antara
Israel
dan
kelompok
militan
Hizbullah
meningkatkan
ketakutan
akan
perang
habis-habisan.

Militer
Israel
mengatakan
telah
menyerang
lebih
dari
300
target,
sedangkan
kantor
berita
pemerintah
Lebanon
melaporkan
serangan
hebat
di
berbagai
wilayah
di
bagian
selatan
negara
itu.

Juru
bicara
Pasukan
Pertahanan
Israel
Laksamana
Muda
Daniel
Hagari
mengatakan
dalam
pesan
video
bahwa
pasukan
Israel
bertindak
sebagai
tanggapan
atas
indikasi
bahwa
Hizbullah
sedang
menyiapkan
penembakan
terhadap
teritori
Israel.

Hagari
mengatakan
Hizbullah
menyimpan
rudal-rudal,
drone
dan
senjata
lainnya
di
wilayah-wilayah
sipil,
dan
ia
mengatakan
Israel
menganjurkan
warga
Lebanon
agar
meninggalkan
daerah
di
mana
Hizbullah
berada.

“Kami
beroperasi
untuk
mencapai
seluruh
tujuan
perang
kami,”
kata
Hgari.
“Di
Gaza,
untuk
melucuti
Hamas
dan
membawa
pulang
seluruh
sandera.
Dan
di
bagian
utara,
untuk
menghilangkan
ancaman
dari
Hizbullah
dan
memungkinkan
warga
dari
bagian
utara
Israel
untuk
kembali
dengan
selamat
ke
rumah
mereka.”

Hizbullah
mengatakan
pihaknya
menanggapi
dengan
menembakkan
puluhan
roket
ke
berbagai
target
militer
Israel
di
bagian
utara
negara
itu
pada
hari
Senin.
Pertahanan
udara
Israel
juga
mencegat
sebuah
drone
pada
hari
Senin
pagi
yang
diluncurkan
oleh
sebuah
kelompok
militan
pro-Iran
di
Irak.

Kelompok
Perlawanan
Islami
di
Irak
mengatakan
mereka
menargetkan
sebuah
pangkalan
Israel.

Lonjakan
pertempuran
di
perbatasan
Israel-Lebanon
selama
sepekan
ini
mendorong
Departemen
Luar
Negeri
AS
untuk
mengeluarkan
peringatan
perjalanan
baru
yang
mendesak
warga
negara
AS
agar
meninggalkan
Lebanon
dengan
pesawat
komersial
selagi
mereka
masih
memiliki
opsi
tersebut.

Hizbullah
dan
pasukan
Israel
saling
menembakkan
ratusan
rudal
pada
hari
Minggu,
sementara
PM
Israel
Benjamin
Netanyahu
berjanji
akan
melakukan
“apa
pun
yang
diperlukan”
untuk
memulihkan
keamanan
di
Israel
Utara.

Netanyahu
mengatakan
Israel
dalam
beberapa
hari
terakhiri
ini
telah
“menghantam
Hizbullah
dengan
serangkaian
pukulan
yang
tidak
pernah
mereka
bayangkan,”
seraya
menyebut
itu
sebagai
sebuah
“pesan.”

Serangan
bolak-balik
itu
mencakup
pembalasan
Hizbullah
atas
serangan
Israel
yang
menewaskan
para
petinggi
militer
Hizbullah
di
Beirut
pada
hari
Jumat,
sementara
kelompok
militan
itu
menyalahkan
Israel
karena
meledakkan
dari
jarak
jauh
bahan
peledak
di
dalam
penyeranta
(pager)
dan
walkie-talkie
di
Lebanon,
yang
menewaskan
sedikitnya
32
orang,
dan
melukai
ribuan
orang.

[uh/ka]

Source