
Kepolisian
Israel
dan
dinas
keamanan
dalam
negeri
Israel
Shin
Bet,
Kamis
(10/10)
mengatakan
telah
menangkap
lima
warga
Palestina
dari
Israel
utara,
yang
terkait
dengan
kelompok
ISIS,
atas
dugaan
rencana
untuk
mengebom
sebuah
mal
di
Tel
Aviv.
Tanpa
memberikan
bukti,
Shin
Bet
mengatakan
kelima
pria
itu
secara
aktif
di
dunia
maya
membahas
cara
memasang
bom
mobil
yang
dapat
merobohkan
gedung
pencakar
langit
besar
di
pusat
Kota
Tel
Aviv,
serta
menyaksikan
video-video
serangan
ISIS
di
Suriah.
Polisi
mengatakan,
mereka
menggagalkan
rencana
tersebut
“pada
tahap
awal
pelaksanaannya”
dan
menyita
sejumlah
senjata
dari
rumah
mereka.
Polisi
tidak
memberikan
bukti
lebih
lanjut.
Dua
di
antara
kelima
pria
itu
telah
menyatakan
minatnya
untuk
pergi
ke
luar
negeri
untuk
berperang
dengan
ISIS,
menurut
polisi.
Penangkapan
itu
dilakukan
ketika
Israel
menghadapi
serentetan
serangan
penembakan
dan
penusukan
yang
dilakukan
oleh
warga
Palestina
dari
Israel
dan
daerah
pendudukan
Tepi
Barat,
yang
telah
menewaskan
sembilan
orang
dan
melukai
puluhan
lainnya
dalam
beberapa
hari
terakhir.
Kekerasan
meningkat
dalam
setahun
terakhir
sejak
perang
Israel-Hamas
kembali
pecah
menyusul
serangan
militan
Hamas
pada
7
Oktober
2023
ke
Israel
selatan,
yang
menewaskan
sekitar
1.200
orang,
di
mana
sekitar
250
lainnya
disandera.
Sekitar
100
sandera
masih
ditawan
Hamas
hingga
saat
ini.
Serangan
balasan
Israel
ke
Gaza
sendiri
telah
menewaskan
lebih
dari
42.000
warga
Palestina
di
Gaza,
menurut
Kementerian
Kesehatan
Gaza,
yang
tidak
membedakan
mana
petempur,
mana
warga
sipil.
Serangan
Israel
juga
meninggalkan
kerusakan
hebat
di
Jalur
Gaza,
di
mana
lebih
dari
80
persen
penduduknya
terpaksa
mengungsi.
[rd/ab]