
Insiden
ledakan
gas
di
sebuah
tambang
batu
bara
di
Provinsi
Khorasan
Selatan
Iran
menewaskan
sedikitnya
51
orang
dan
melukai
20
orang,
kata
media
pemerintah
Iran
pada
Minggu
(22/9).
Kecelakaan
tersebut
terjadi
akibat
ledakan
gas
metana
di
dua
blok,
B
dan
C,
pada
tambang
yang
dikelola
oleh
perusahaan
Madanjoo,
menurut
laporan
media
pemerintah.
“Tujuh
puluh
enak
persen
pasokan
batu
bara
negara
dipasok
dari
wilayah
ini
dan
sekitar
8
hingga
10
perusahaan
besar
beroperasi
di
wilayah
tersebut,
termasuk
perusahaan
Madanjoo,”
kata
Gubernur
Provinsi
Khorasan
Selatan,
Ali
Akbar
Rahimi,
kepada
TV
pemerintah
pada
Minggu.
Operasi
penyelamatan
di
Blok
B
sudah
selesai.
Dari
47
pekerja
yang
berada
di
blok
tersebut,
30
orang
tewas
dan
17
lainnya
terluka,
ujar
Rahimi.
Sementara
operasi
penyelamatan
di
Blok
C
dimulai.
Kadar
metana
di
blok
tersebut
tinggi
dan
operasi
akan
memakan
waktu
sekitar
3-4
jam,
tambahnya.
Ada
69
pekerja
di
blok
tersebut
saat
ledakan
terjadi,
demikian
laporan
TV
pemerintah.
“Tujuh
belas
orang
yang
terluka
dilarikan
ke
rumah
sakit
dan
24
orang
masih
hilang,”
katanya
pada
Minggu,
mengutip
pernyataan
kepala
Bulan
Sabit
Merah
Iran.
Ledakan
terjadi
pada
Sabtu
pukul
21.00
waktu
setempat,
kata
media
pemerintah.
Presiden
Masoud
Pezeshkian
menyampaikan
belasungkawa
kepada
keluarga
korban. “Saya
telah
berbicara
dengan
para
menteri,
dan
kami
akan
melakukan
yang
terbaik
untuk
menangani
masalah
ini,”
kata
Pezeshkian
dalam
pernyataan
yang
disiarkan
televisi.
[ah]