Departemen
Luar
Negeri
Amerika
Serikat
(AS),
Sabtu
(21/9),
mendesak
warga
Amerika
di
Lebanon
untuk
meninggalkan
negara
itu
selagi
opsi-opsi
transportasi
komersial
masih
tersedia.
Deplu
AS
menyampaikan
hal
itu
seiring
dengan
berkobarnya
konflik
antara
Israel
dan
Hizbullah.

“Karena
konflik
yang
sedang
berlangsung
antara
Hizbullah
dan
Israel
dan
ledakan
baru-baru
ini
di
seluruh
Lebanon,
termasuk
Beirut,
tidak
dapat
diprediksi,
Kedutaan
Besar
AS
mendesak
warga
AS
untuk
meninggalkan
Lebanon
sementara
opsi
komersial
masih
tersedia,”
kata
Departemen
Luar
Negeri
dalam
sebuah
peringatan
terbaru.

“Saat
ini,
penerbangan
komersial
tersedia,
namun
dengan
kapasitas
yang
dikurangi.
Jika
situasi
keamanan
memburuk,
opsi
penerbangan
komersial
mungkin
tidak
tersedia,”
tambahnya.

Pada
akhir
Juli,
Amerika
Serikat
meningkatkan
status
peringatan
perjalanan
ke
Lebanon
ke
klasifikasi
tertinggi,
yaitu
“jangan
bepergian”,
setelah
serangan
di
Beirut
selatan
menewaskan
seorang
komandan
tinggi
Hizbullah.

Israel
pada
Jumat
(20/9)
kembali
menyerang
Beirut
selatan,
dengan
mengatakan
kali
ini
mereka
telah
membunuh
kepala
Pasukan
elit
Radwan
Hizbullah
dan
beberapa
komandan
lainnya.

Kementerian
Kesehatan
Lebanon
mengatakan
37
orang
tewas
dalam
serangan
itu,
yang
merupakan
tindak
lanjut
dari
serangan
sabotase
awal
pekan
ini
terhadap
pager
dan
radio
dua
arah
yang
digunakan
oleh
Hizbullah,
yang
menewaskan
puluhan
orang
dan
melukai
ribuan
lainnya.

Hizbullah
yang
didukung
Iran
menyalahkan
Israel,
tetapi
mereka
belum
berkomentar.

Para
kombatan
Hizbullah
dan
Israel
telah
baku-tembak
lintas
batas
dengan
Israel
selama
hampir
satu
tahun
sebagai
bentuk
dukungan
terhadap
sekutu
Palestina,
Hamas,
yang
serangannya
pada
7
Oktober
terhadap
Israel
memicu
perang
yang
sedang
berlangsung
di
Gaza.

Namun
perselisihan
tersebut
meningkat
dalam
beberapa
pekan
terakhir,
ketika
Israel
mengalihkan
perhatiannya
ke
perbatasan
utara
setelah
melemahkan
Hamas
secara
signifikan.

Departemen
Luar
Negeri
AS
pada
Sabtu
menegaskan
kembali
bahwa
warga
Amerika
harus
“segera”
meninggalkan
Lebanon
selatan,
serta
daerah
dekat
perbatasan
Suriah
dan
pemukiman
pengungsi.

[ft]

Source