
Jakarta –
Seorang ketua gerakan anti-lockdown di negara bagian Carolina Utara, Amerika Serikat (AS), terinfeksi virus Corona (COVID-19). Akibatnya, aktivis itu tak bisa mengikuti dua acara aksi demo lantaran harus dikarantina.
Seperti yang dilansir New York Post, Selasa (28/4/2020) ketua gerakan itu bernama Audrey Whitlock. Dia merupakan pengelola laman Facebook, ReOpen NC. Menurut stasiun berita WFAE, perempuan itu harus menjalani karantina selama dua minggu karena dinyatakan positif Corona.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (29/4/2020):
– China Tak Senang India Batalkan Pesanan Alat Rapid Test Corona
Kedutaan China di India kecewa usai India membatalkan pesanan rapid test kit Corona. India batal mengimpor alat tes Corona dari China karena barangnya dinilai cacat.
Seperti yang dilansir The Star, Rabu (29/4/2020) Kedutaan China di India mengatakan pada Selasa (28/4) bahwa India “tidak adil dan tidak bertanggung jawab” karena “memberi label” test kit Corona buatan China sebagai barang “cacat.”
Pada hari Senin (27/4), India membatalkan pesanan untuk pengadaan alat tes antibodi cepat (rapid test) dari dua perusahaan China karena masalah kualitas dan kontroversi harganya.
– Gerakan Anti-lockdown di AS Terinfeksi Virus Corona
Seorang ketua gerakan anti-lockdown di negara bagian Carolina Utara, Amerika Serikat (AS), terinfeksi virus Corona (COVID-19). Akibatnya, perempuan itu tak bisa mengikuti dua acara aksi demo lantaran harus dikarantina.
Seperti yang dilansir New York Post, Selasa (28/4/2020) ketua gerakan itu bernama Audrey Whitlock. Dia merupakan pengelola halaman Facebook ReOpen NC. Menurut stasiun berita WFAE, dia harus menjalani karantina selama dua minggu karena dinyatakan positif Corona.
“Saya tetap berada di ruang isolasi/karantina sendiri di rumah saya sesuai arahan departemen kesehatan daerah. Saya belum menghadiri acara untuk ReOpen NC,” kata Whitlock.
– Protes Kekurangan APD, Dokter Jerman Ramai-ramai Foto Bugil
Sebuah situs yang menampilkan foto-foto para tenaga medis di Jerman dimaksudkan untuk menarik perhatian soal kurangnya alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan melawan pandemi virus Corona (COVID-19). Dalam foto-foto orang, sejumlah tenaga medis berpose bugil atau tanpa pakaian.