Kepala
HAM
PBB,
Volker
Turk,
pada
Senin
(9/9)
mengatakan
mengakhiri
perang
di
Gaza”
dan
mencegah
konflik
regional
yang
meluas
adalah
prioritas
mutlak
dan
mendesak.”
“Kita
tahu
bahwa
perang
akan
terus
berlanjut,
terus
ke
generasi-generasi
berikutnya,
dan
akan
mendorong
siklus
kebencian
yang
terus
berulang
jika
penyebabnya
tidak
diatasi,”
ujar
Turk
dalam
sebuah
sesi
Dewan
Hak
Asasi
Manusia
di
Jenewa.
“Sayangnya,
perang
di
Gaza
adalah
contohnya
yang
paling
klasik.”
Turk
menyoroti
serangan
Hamas
yang
“mengerikan”
terhadap
Israel,
pengungsian
paksa
1,9
juta
warga
Gaza
akibat
serangan
darat
dan
udara
Israel,
101
warga
Israel
yang
masih
disandera
di
Gaza,
dan
“operasi
mematikan
dan
merusak”
di
Tepi
Barat
yang
“memperburuk
situasi
yang
sudah
sangat
buruk.”
Militer
Israel
pada
Senin
melaporkan
mereka
melakukan
serangan
semalaman
terhadap
sejumlah
bangunan
dan
tempat
peluncuran
yang
digunakan
oleh
militan
Hizbullah
di
wilayah
selatan
Lebanon;
sebuah
pertempuran
terbaru
antara
kedua
belah
pihak
yang
telah
meningkatkan
kekhawatiran
akan
meluasnya
konflik
di
kawasan
itu.
Media
Suriah:
Serangan
Israel
Tewaskan
Sedikitnya
14
Orang
Media
pemerintah
Suriah
mengatakan,
serangan
udara
yang
diduga
dilakukan
oleh
Israel
ke
wilayah
negara
itu
menewaskan
sedikitnya
14
orang
dan
melukai
40
orang
lainnya.
Menurut
laporan
itu,
serangan-serangan
tersebut
menarget
fasilitas-fasilitas
militer
di
wilayah
tengah
Suriah.
Israel
jarang
berkomentar
tentang
serangan
yang
dilakukannya
di
Suriah.
Namun,
kali
ini
Israel
mengatakan
mereka
tidak
akan
membiarkan
kehadiran
Iran
di
Suriah,
negara
yang
menjadi
rute
utama
untuk
mengirimkan
senjata
Iran
ke
Hizbullah
di
Lebanon.
Netanyahu
Bersumpah
Tetap
Lanjutkan
Perang
di
Gaza
Perdana
Menteri
Israel
Benjamin
Netanyahu
pada
Minggu
(8/9)
bersumpah
untuk
melanjutkan
perang
melawan
militan
Hamas
di
Gaza
ketika
konflik
memasuki
bulan
ke-12,
dengan
mengatakan
bahwa
negaranya
“dikepung
oleh
ideologi
pembunuh
yang
dipimpin
oleh
poros
kejahatan
Iran.”
Dalam
beberapa
hari
terakhir
ini
telah
terjadi
demonstrasi
besar-besaran
di
jalanan
kota-kota
Israel
memprotes
penanganan
perang
yang
dilakukan
Netanyahu
dan
kegagalannya
mencapai
gencatan
senjata
dengan
Hamas,
yang
berarti
semakin
memperlama
upaya
untuk
memulangkan
sisa
sandera
yang
masih
disekap
Hamas.
Namun
Netanyahu
menegaskan
kepada
para
tokoh
pemuka
masyarakat
Israel
lainnya
bahwa,
“Sebagian
besar
warga
Israel
tahu
bahwa
kami
berkomitmen
penuh
untuk
mencapai
tujuan
perang,
yaitu
untuk
melenyapkan
Hamas,
mengembalikan
semua
sandera
kami,
memastikan
bahwa
Gaza
tidak
pernah
lagi
menjadi
ancaman
bagi
Israel
dan
mengembalikan
warga
kami
di
utara
dan
selatan
dengan
aman
ke
rumah
mereka.”
Sedikitnya
40.900
Warga
Palestina
di
Gaza
Tewas
Perang
Israel-Hamas
dipicu
oleh
serangan
kelompok
militan
itu
ke
selatan
Israel
pada
7
Oktober
lalu,
yang
menewaskan
sekitar
1.200
orang.
Dalam
serangan
yang
belum
pernah
terjadi
sebelumnya
itu,
Hamas
juga
menculik
sekitar
250
orang
lainnya.
Serangkaian
serangan
balasan
lewat
darat
dan
udara
yang
dilakukan
Israel
telah
memporak-porandakan
Gaza.
Kementerian
Kesehatan
Palestina
di
Gaza,
wilayah
yang
dikelola
oleh
Hamas,
mengatakan
hingga
hari
Senin
ini
sedikitnya
40.900
warga
Palestina
di
wilayah
itu
tewas,
sebagian
besar
perempuan
dan
anak-anak.
Militer
Israel
mengklaim
jumlah
korban
tewas
itu
juga
mencakup
ribuan
militan.
Lebih
dari
80
persen
warga
Gaza
yang
berjumlah
kurang
dari
dua
juta
orang
telah
terpaksa
mengungsi
ke
tempat
yang
lebih
aman,
seringkali
berkali-kali.
Amerika,
Qatar,
dan
Mesir
telah
menghabiskan
waktu
berbulan-bulan
untuk
mencoba
menengahi
gencatan
senjata
dan
kembalinya
para
sandera,
tetapi
negosiasi
tersebut
berulang
kali
mengalami
kebuntuan.
[th/em]

