
Palu,
7
Februari
2025
RSUD
Undata
Palu
resmi
mencetak
sejarah
sebagai
rumah
sakit
pertama
di
Sulawesi
Tengah
yang
berhasil
melakukan
operasi
Clipping
Aneurysma.
Langkah
ini
menandai
era
baru
layanan
stroke
di
daerah,
di
mana
pasien
tak
lagi
harus
dirujuk
ke
Makassar
atau
bahkan
ke
Jawa
untuk
mendapatkan
tindakan
medis
canggih.
Menteri
Kesehatan
RI
Budi
G.
Sadikin
hadir
langsung
untuk
memastikan
kesiapan
layanan
ini,
sekaligus
menegaskan
target
pemerintah
dalam
memperluas
akses
layanan
stroke
di
seluruh
rumah
sakit
provinsi.
“Saya
pagi
ini
di
RSUD
Undata
Palu
untuk
melihat
bagaimana
progres
pelayanan
stroke
di
sini.
Saya
sudah
kasih
target
ke
RS
PON,
seluruh
rumah
sakit
di
level
provinsi
harus
bisa
melakukan
clipping
dan
coiling
untuk
pasien
stroke
hemoragik.
Dulu,
pasien
dari
Palu
harus
dirujuk
ke
Makassar
atau
bahkan
ke
Jawa
dengan
perjalanan
darat
yang
bisa
memakan
waktu
hingga
24
jam.
Sekarang,
dengan
dokter
spesialis
dan
fasilitas
yang
sudah
tersedia,
tindakan
ini
bisa
dilakukan
langsung
di
Palu,”
ujar
Menkes.
Dalam
operasi
ini,
dua
pasien
berhasil
ditangani.
Suhartitin
(47
tahun)
menjalani
Craniotomy
Clipping
Aneurysma,
sementara
Desak
(58
tahun)
setelah
diperiksa
dengan
Digital
Subtraction
Angiography
(DSA),
masih
memungkinkan
untuk
observasi
sebelum
tindakan
lebih
lanjut
dilakukan.
Keberhasilan
ini
tak
lepas
dari
dukungan
Kementerian
Kesehatan
RI
yang
telah
mengalokasikan
berbagai
alat
kesehatan
canggih,
seperti
Cathlab
Biplane,
MRI
3
Tesla,
dan
Bor
Highspeed,
guna
memperkuat
layanan
stroke
di
RSUD
Undata.
Kehadiran
dokter
spesialis
bedah
saraf
lulusan
UGM,
seperti
dr.
Franklin
Lessyamana
Sinanu,
Sp.BS,
juga
menjadi
faktor
penting
dalam
peningkatan
kualitas
layanan
ini.
Selain
menegaskan
pentingnya
pemerataan
layanan
stroke,
Menkes
juga
mengingatkan
masyarakat
akan
pentingnya
deteksi
dini
dan
pola
hidup
sehat
agar
risiko
stroke
dapat
dicegah
sejak
awal.
“Sejak
dini,
anak-anak,
suami-istri,
keponakan,
harus
cek
kesehatan
secara
rutin.
Kalau
ketahuan
lebih
awal,
cukup
minum
obat
dan
tidak
perlu
sampai
dioperasi
seperti
ini.
Jangan
sampai
terlambat.
Yang
penting,
sehat
selalu,”
tegasnya.
Ke
depan,
keberhasilan
operasi
Clipping
Aneurysma
ini
diharapkan
menjadi
inspirasi
bagi
rumah
sakit
lain
di
Indonesia
untuk
terus
meningkatkan
kapasitas
layanan
stroke,
sehingga
masyarakat
dapat
mendapatkan
perawatan
terbaik
tanpa
harus
menempuh
perjalanan
jauh.
Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
dapat
menghubungi
Halo
Kemenkes
melalui
hotline
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email
[email protected].
(NI)
Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM