
Jakarta,
10
Desember
2024
Sistem
sanitasi
yang
baik
dan
terawat
memegang
peranan
penting
dalam
mencegah
terjadinya
pandemi
atau
wabah.
Menurut
Wakil
Menteri
Kesehatan
Prof.
Dante
Saksono
Harbuwono,
pandemi
Black
Death
atau
penyakit
pes,
yang
dibawa
oleh
kutu
tikus
pada
tahun
1347
hingga
1352
dan
menewaskan
jutaan
orang
di
Eropa,
Asia,
dan
Afrika
Utara,
disebabkan
oleh
sanitasi
yang
buruk.
“Jadi,
kalau
kita
tidak
ingin
pandemi
Black
Death
itu
terulang,
kita
harus
memperbaiki
sanitasi
yang
ada
di
masyarakat,”
ujar
Wamenkes
Prof.
Dante
saat
memberikan
sambutan
pada
gelaran
pemberian
Penghargaan
Sanitasi
Total
Berbasis
Masyarakat
(STBM),
Pelabuhan
Bandar
Udara
Sehat,
dan
Keamanan
Pangan
Olahan
Siap
Saji
Tahun
2024
yang
berlangsung
di
Hotel
The
St.
Regis
Jakarta,
Senin
(10/12).
Mengutip
Yuval
Noah
Harari
dalam
buku
“Homo
Deus”,
Wamenkes
Prof.
Dante
menyatakan,
kematian
pada
sejarah
umat
manusia
disebabkan
oleh
tiga
hal,
yaitu
kelaparan,
wabah,
dan
perang.
Dari
tiga
hal
itu,
wabah
penyakit
dapat
dicegah
dengan
sanitasi
sehat.
“Ternyata,
jumlah
angka
kematian
akibat
wabah
sama
dengan
jumlah
angka
kematian
akibat
perang.
Bahkan,
lebih
cepat
lagi,”
tambah
Wamenkes
Prof.
Dante.
Wamenkes
menegaskan,
gerakan
sanitasi
sehat
bukan
gerakan
individu,
tetapi
merupakan
gerakan
masyarakat
bersama
dan
upaya
multisektor
yang
melibatkan
kolaborasi
berbagai
pihak,
termasuk
Kementerian
Perhubungan,
Kementerian
PUPR,
Bappenas,
dan
Kementerian
Dalam
Negeri.
“Penghargaan
ini
adalah
bentuk
apresiasi
dari
pemerintah
bagi
bapak
ibu
atas
komitmen
dan
kerja
keras
pemerintah
daerah,
pelaku
usaha,
serta
penyelenggara
fasilitas
dalam
meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat,”
kata
Wamenkes
Prof.
Dante.
Wamenkes
Prof
Dante
menilai
bahwa
penghargaan
ini
juga
harus
dapat
menghasilkan
keluaran
yang
terukur.
Wamenkes
menginginkan
hasil
dari
perbaikan
sanitasi
harus
disertai
dengan
penurunan
angka
penyakit
menular.
“Nanti
tahun
depan,
saya
pesan
kepada
Dirjen
P2P
untuk
melaksanakan
kegiatan
penilaian
outcome-nya
setelah
sanitasi
ini
diperbaiki,
apakah
angka
diarenya
turun,
angka
penyakit
menularnya
turun,
dan
sebagainya,”
ujar
Wamenkes
Prof.
Dante.
Direktur
Penyehatan
Lingkungan
Kemenkes
RI
Anas
Ma’ruf
menyatakan,
penghargaan
ini
merupakan
bentuk
dukungan
dan
komitmen
Kementerian
Kesehatan
(Kemenkes)
dalam
mencapai
pembangunan
kesehatan
berkelanjutan
di
bidang
kesehatan
lingkungan,
yang
selaras
dengan
RPJMN
dan
SDG’s
2030
“Tentunya
juga
untuk
meningkatkan
derajat
kesehatan
masyarakat
yang
setinggi-tingginya
baik
itu
pada
tingkat
nasional,
provinsi,
kabupaten
kota,
hingga
tingkat
terkecil,
yaitu
desa
dan
kelurahan,”
lanjut
Direktur
Anas.
Direktur
Anas
menambahkan,
penghargaan
STBM
diberikan
melalui
proses
seleksi
yang
ketat.
Tahapannya
mencakup
verifikasi
dokumen,
survei
lapangan,
dan
pleno
penetapan
oleh
tim
lintas
kementerian,
lembaga,
serta
mitra
pembangunan.
STBM
Awards
diberikan
kepada
1
gubernur
yang
telah
berhasil
menyelesaikan
Stop
Buang
Air
Besar
Sembarangan
(Stop
BABS)
di
seluruh
wilayahnya
yaitu
gubernur
Jawa
Tengah.
Penghargaan
juga
diberikan
kepada
42
kabupaten/kota
yang
pada
2024
telah
mencapai
keberhasilan
dalam
perubahan
perilaku
masyarakat
untuk
menerapkan
Sanitasi
Total
Berbasis
Masyarakat
dengan
tiga
kategori,
yakni
pratama,
madya,
dan
paripurna.
Rinciannya,
kategori
pratama
sebanyak
23
kabupaten/kota,
kategori
madya
sebanyak
15
kabupaten/kota,
dan
kategori
paripurna
sebanyak
4
kabupaten/kota.
Kedua,
penghargaan
pelabuhan
dan
bandara
sehat
diberikan
kepada
30
pelabuhan
dan
26
bandar
udara
yang
telah
mencapai
keberhasilan
menyelenggarakan
kesehatan
lingkungan
dengan
indikasi
aman,
nyaman,
bersih,
dan
sehat.
Ketiga,
penghargaan
program
keamanan
pangan
olahan
siap
saji
diberikan
kepada
2
provinsi
pembina
terbaik
dan
10
kabupaten/kota
yang
telah
melakukan
upaya
percepatan
dalam
rangka
untuk
penciptaan
Sertifikat
Laik
Hygiene
Sanitasi
(SLHS)
dan
label
Hygiene
Sanitasi
Pangan
(HSP).
Mengutip
gagasan
James
Clear
dalam
“Atomic
Habits”,
Wamenkes
Prof.
Dante
menyatakan,
kebiasan-kebiasan
kecil
dalam
bidang
sanitasi
lingkungan
dapat
memberikan
dampak
yang
besar
bagi
kesehatan
seperti
mencegah
terjadinya
pandemi.
Wamenkes
Prof.
Dante
mengajak
seluruh
masyarakat
menjaga
kebiasaan
kecil
agar
menimbulkan
dampak
yang
besar,
yaitu
kesehatan
yang
paripurna.
“Kebiasaan-kebiasan
sehat
menjadi
momentum
yang
berharga
jika
ingin
mencapai
tujuan
kesehatan
yang
paripurna,”
ujar
Wamenkes
Prof.
Dante.
Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut
dapat
menghubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
nomor
hotline
1500-567,
SMS
081281562620
dan
alamat
email
[email protected].
(RR)
Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM