Bali,
16
Juni
2025

Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia,
Budi
Gunadi
Sadikin,
menyatakan
bahwa
penemuan
struktur
DNA
merupakan
titik
balik
revolusioner
dalam
dunia
medis,
layaknya
peran
penemuan
partikel
terkecil
dalam
fisika
yang
memicu
lahirnya
industri
teknologi
modern.
Masa
depan
kesehatan
global,
menurutnya,
akan
ditentukan
oleh
kemampuan
umat
manusia
dalam
memahami
dan
memanfaatkan
komponen
biologis
paling
dasar—DNA.

“Penemuan-penemuan
ilmiah
besar
selama
ini
selalu
dimulai
dari
pemahaman
terhadap
komponen
terkecil,”
ujar
Menkes
Budi
saat
menyampaikan
pidato
kunci
dalam
_International
Conference_
di
Awan
Auditorium
UID
Bali
Campus,
Senin
(16/6).

Ia
menjelaskan,
sebagaimana
pemahaman
terhadap
atom
dan
partikel
subatomik
di
bidang
fisika
yang
melahirkan
laser,
transistor,
mikroprosesor,
hingga
internet,
kini
hal
serupa
tengah
terjadi
dalam
dunia
medis
dengan
DNA
sebagai
pusat
revolusinya.

Struktur
heliks
ganda
DNA
yang
ditemukan
oleh
James
Watson
dan
Francis
Crick
pada
1952,
lanjutnya,
bukan
sekadar
pencapaian
ilmiah,
melainkan
fondasi
bagi
lompatan
besar
dalam
dunia
pengobatan
modern—mulai
dari
simulasi
biologis,
rekayasa
molekuler,
hingga
pengembangan
terapi
baru.

“Dulu,
mengembangkan
terapi
berbasis
otot
bisa
memakan
waktu
10
hingga
30
tahun.
Sekarang,
berkat
simulasi
DNA,
solusi
bisa
ditemukan
hanya
dalam
waktu
22
bulan,”
ungkapnya.

Menkes
Budi
juga
memaparkan
bahwa
bioteknologi
kini
tengah
membentuk
industri
medis
baru,
ditandai
dengan
penggunaan
_monoclonal
antibody,
protein
inducers_,
serta
teknologi
GLP-1
untuk
pengendalian
berat
badan
dan
PCSK9
untuk
kolesterol
tinggi,
semua
berbasis
pemahaman
mendalam
terhadap
DNA.

“Industri
kesehatan
kini
mengalami
pergeseran
besar,
seperti
yang
dulu
terjadi
di
bidang
teknologi.
Ini
bukan
sekadar
perbaikan
layanan,
tapi
perubahan
paradigma.
Kita
sedang
membangun
sistem
pengobatan
baru
yang
lebih
presisi,
personal,
dan
berbasis
data
biologis,”
jelasnya.

Menurutnya,
revolusi
ini
tidak
hanya
berdampak
pada
manusia,
tetapi
juga
merambah
ke
hewan,
tumbuhan,
dan
keseluruhan
ekosistem
kehidupan.

“Ilmu
kehidupan
sekarang
berkembang
dengan
sangat
cepat.
Pemahaman
tentang
komponen
terkecil
ini
membuka
peluang
besar
untuk
memahami
dan
mengintervensi
kehidupan
secara
menyeluruh,”
ujarnya.

Sebagai
lulusan
fisika,
Menkes
Budi
melihat
paralel
yang
kuat
antara
sejarah
revolusi
teknologi
dan
yang
kini
terjadi
di
bidang
kesehatan.
Sama
seperti
penemuan
transistor
melahirkan
industri
komputer,
penemuan
DNA
telah
membuka
jalan
menuju
industri
medis
yang
tak
kalah
dahsyat.

“Saya
percaya,
dalam
10,
15,
atau
20
tahun
ke
depan,
industri
kesehatan
akan
mengalami
lompatan
besar
yang
belum
pernah
terjadi
sebelumnya,”
tambahnya.

Di
akhir
pidato,
Menkes
Budi
menekankan
pentingnya
menjadikan
sains
sebagai
dasar
pengambilan
kebijakan
di
bidang
kesehatan.
Ia
mengajak
semua
pihak
untuk
terus
belajar
dan
terbuka
pada
perubahan.

“Penemuan
terhadap
komponen
terkecil—baik
di
fisika
maupun
di
biologi—selalu
membangkitkan
potensi
baru
bagi
umat
manusia.
Jadi
tetap
sehat,
tetap
belajar,
dan
tetap
berharap,”
tutupnya.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
dapat
menghubungi
Halo
Kemenkes
melalui
hotline
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email

[email protected]
.
(D2/SK)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita