Bali,
17
Juni
2025

Kementerian
Kesehatan
(Kemenkes)
RI
menyiapkan
strategi
komprehensif
untuk
mengeliminasi
malaria
secara
nasional,
dengan
fokus
khusus
di
wilayah
Papua.
Menteri
Kesehatan
Budi
Gunadi
Sadikin
menegaskan
bahwa
keberhasilan
di
Papua
akan
menjadi
penentu
utama
tercapainya
target
Indonesia
bebas
malaria
pada
2030.

“Kalau
kita
bisa
selesaikan
malaria
di
Papua,
maka
kita
bisa
selesaikan
malaria
di
seluruh
Indonesia,”
ujar
Menkes
Budi
dalam
konferensi
pers
Asia
Pacific
Leaders’
Summit
on
Malaria
Elimination
ke-9
di
Bali,
Selasa
(17/6).

Dari
514
kabupaten/kota
di
Indonesia,
sebanyak
476
atau
sekitar
79
persen
telah
mencapai
status
eliminasi.
Namun,
lebih
dari
93
persen
beban
kasus
malaria
nasional
masih
terkonsentrasi
di
Papua,
wilayah
yang
memiliki
tantangan
geografis,
sosial,
dan
aksesibilitas
yang
kompleks.

Untuk
mengatasi
tantangan
tersebut,
Kemenkes
mengedepankan
beberapa
pendekatan
utama.
Langkah
pertama
adalah
pencegahan
berbasis
lingkungan
guna
mengurangi
habitat
nyamuk
pembawa
malaria.
Langkah
kedua
adalah
perlindungan
masyarakat
melalui
distribusi
kelambu
berinsektisida.

“Dengan
bantuan
dari
Global
Fund,
sebanyak
3,3
juta
kelambu
telah
kami
distribusikan
ke
masyarakat
secara
rutin.
Ini
bagian
penting
dari
pencegahan,”
jelas
Budi.

Langkah
ketiga
adalah
inovasi
melalui
Mass
Drug
Administration
(MDA)
atau
pemberian
obat
pencegahan
malaria
secara
massal
di
suatu
wilayah.
Uji
coba
MDA
yang
telah
dilakukan
di
dua
kota
menunjukkan
penurunan
insiden
malaria
hingga
50
persen.
Namun,
pelaksanaan
program
ini
membutuhkan
biaya
tinggi
sehingga
saat
ini
sedang
dievaluasi
dari
segi
efisiensi
dan
keberlanjutannya.

Dalam
aspek
kuratif,
Menkes
memastikan
bahwa
pengobatan
tersedia
secara
luas.
Ia
menegaskan
pentingnya
deteksi
dini
dan
pengobatan
cepat
bagi
siapa
pun
yang
terinfeksi
malaria.

Menkes
juga
menyoroti
pentingnya
kerja
sama
lintas
negara
dalam
upaya
eliminasi,
mengingat
nyamuk
pembawa
malaria
tidak
mengenal
batas
wilayah
administratif.
Oleh
karena
itu,
dua
kesepakatan
penting
akan
dicapai
dalam
forum
ini.
Pertama,
komitmen
seluruh
gubernur
di
Papua
untuk
mengejar
target
eliminasi
malaria
pada
2030.

“Kedua,
kami
juga
menandatangani
joint
action
plan
dengan
pemerintah
Papua
Nugini,
karena
kita
berada
di
satu
daratan.
Ini
dua
hal
yang
kami
harapkan
bisa
menjadi
hasil
konkret
dari
pertemuan
ini,”
tutur
Menkes
Budi.

Sebagai
informasi,
malaria
merupakan
salah
satu
dari
empat
penyakit
menular
utama
yang
ditularkan
oleh
nyamuk,
selain
demam
berdarah,
Japanese
encephalitis,
dan
chikungunya.
Meski
angka
kematian
akibat
malaria
di
Indonesia
berkisar
sekitar
130
kasus
per
tahun,
penyakit
ini
tetap
menjadi
penyebab
kematian
tertinggi
dibandingkan
tiga
penyakit
tersebut.

“WHO
menargetkan
eliminasi
malaria
secara
global
pada
2030.
Untuk
Indonesia,
tantangan
utamanya
memang
ada
di
Papua.
Tapi
dengan
strategi
yang
tepat
dan
dukungan
lintas
sektor,
saya
yakin
kita
bisa
mencapainya,”
ujar
Menkes.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
dapat
menghubungi
Halo
Kemenkes
melalui
hotline
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email

[email protected]
.
(D2/SK)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita