Jakarta,
15
Januari
2025

Indonesia
dan
Organisasi
Kesehatan
Dunia
(WHO)
telah
menjalin
kerja
sama
erat
selama
puluhan
tahun,
sejak
Indonesia
resmi
menjadi
anggota
WHO
pada
tahun
1950.
Kerja
sama
ini
bertujuan
membangun
sistem
kesehatan
yang
lebih
baik
di
Indonesia.

Sebagai
bagian
dari
kerja
sama
tersebut,
Indonesia
aktif
berpartisipasi
dalam
berbagai
program
kesehatan
global.
Berkat
inisiatif
bersama,
Indonesia
dan
WHO
berhasil
melaksanakan
sejumlah
program
dan
implementasi
penting
untuk
meningkatkan
kualitas
kesehatan
masyarakat
Indonesia.

Juru
Bicara
Kementerian
Kesehatan
RI
drg.
Widyawati,
MKM
mengatakan,
salah
satu
tonggak
penting
dalam
kerja
sama
Indonesia
dan
WHO
adalah
penerapan
General
Programme
of
Work
(GPW)
ke-14.

GPW-14
memiliki
visi
yang
jelas
untuk
mempromosikan,
menyediakan,
dan
melindungi
kesehatan
serta
kesejahteraan
semua
orang,
di
mana
pun
mereka
berada.
Program
ini
terbagi
menjadi
tiga
pilar
utama,
enam
tujuan
strategis,
dan
lima
belas
hasil
bersama.

“GPW14
menargetkan
1,2
miliar
orang
menjalani
kehidupan
lebih
sehat
dengan
risiko
yang
berkurang
dan
lingkungan
yang
lebih
sehat.
Selain
itu,
memastikan
430
juta
lebih
banyak
orang
dapat
mengakses
layanan
kesehatan
yang
penting
tanpa
kesulitan
finansial
juga
melindungi
600
juta
orang
lebih
dari
keadaan
darurat
kesehatan,”
kata
Widyawati
di
Jakarta.

Untuk
mencapai
target
penerapan
GPW
ke-14,
WHO
memproyeksikan
kebutuhan
dana
sebesar
11,1
miliar
dolar
AS
untuk
periode
2025-2028.
Dana
ini
akan
digunakan
untuk
mendukung
berbagai
program
kesehatan
di
negara-negara
anggota,
termasuk
Indonesia.

Pada
periode
2024–2025,
WHO
berkomitmen
memberikan
hibah
kepada
Pemerintah
Indonesia
sebesar
USD
14
juta
dalam
bentuk
uang
dan
jasa,
serta
donasi
barang
senilai
USD
4,26
juta.
Dana
tersebut
akan
dialokasikan
untuk
mendukung
program
kesehatan
prioritas,
di
antaranya
peningkatan
akses
layanan
kesehatan
primer,
pengendalian
penyakit
menular,
dan
promosi
kesehatan.

Secara
rinci,
dukungan
kerja
sama
dengan
WHO
menghasilkan
beberapa
capaian
dalam
meningkatkan
kesehatan
masyarakat
Indonesia.
Pertama,
capaian
program
imunisasi
rutin.
WHO
memberikan
dukungan
teknis
dan
vaksin
untuk
program
imunisasi
rutin
di
Indonesia.

Hal
ini
berhasil
menurunkan
angka
kematian
bayi
dan
anak
akibat
penyakit
yang
dapat
dicegah
dengan
imunisasi,
seperti
polio,
campak,
dan
difteri.

“Selama
terjadi
wabah
penyakit
tertentu,
WHO
juga
mendukung
pelaksanaan
kampanye
imunisasi
tambahan
untuk
meningkatkan
cakupan
imunisasi
dan
mencegah
penyebaran
penyakit,”
lanjut
Widyawati.

Kedua,
upaya
pengendalian
penyakit
menular.
Indonesia
mampu
meningkatkan
deteksi
dini,
pengobatan,
dan
pencegahan
penularan
penyakit
tuberkulosis.

Selain
itu,
program
pengendalian
malaria
yang
didukung
oleh
WHO
berhasil
menurunkan
angka
kejadian
malaria,
terutama
di
wilayah
endemis.
WHO
juga
memberikan
dukungan
teknis
dan
finansial
dalam
upaya
pencegahan,
pengobatan,
dan
perawatan
HIV/AIDS.

Ketiga,
peningkatan
kesehatan
ibu
dan
anak.
WHO
memberikan
dukungan
dalam
meningkatkan
kesehatan
ibu
hamil,
bayi
baru
lahir,
dan
anak,
serta
menurunkan
angka
kematian
ibu
dan
bayi.

“Upaya
peningkatan
akses
ibu
hamil
ini
mencakup
pelayanan
antenatal,
persalinan
yang
aman,
dan
pelayanan
kesehatan
ibu
nifas.
Dari
sisi
kesehatan
anak,
WHO
membantu
Indonesia
dalam
meningkatkan
gizi
anak,
imunisasi,
dan
deteksi
dini
gangguan
tumbuh
kembang
anak,”
ujar
Widyawati.


Kemitraan
yang
Terus
Diperkuat

Menurut
Juru
Bicara
Widyawati,
capaian
keempat
kerja
sama
Indonesia
dan
WHO,
yakni
dari
segi
kesiapsiagaan
dan
respons
darurat.
Seperti
halnya
saat
pandemi
COVID-19,
WHO
menjadi
mitra
strategis
dalam
memberikan
dukungan
teknis
dan
logistik,
termasuk
surveilans,
pelacakan
kontak,
dan
vaksinasi.

“Kemudian,
WHO
ikut
membantu
Indonesia
dalam
menghadapi
bencana
alam,
misalnya
gempa
bumi,
banjir,
dan
letusan
gunung
berapi
dengan
memberikan
bantuan
medis
dan
logistik,”
terangnya.

Kelima,
upaya
penguatan
sistem
kesehatan.
WHO
mendukung
program
pelatihan
dan
pengembangan
kapasitas
tenaga
kesehatan
di
Indonesia.
WHO
pun
membantu
Indonesia
dalam
membangun
sistem
surveilans
yang
kuat
untuk
memantau
kejadian
penyakit
dan
faktor
risiko
kesehatan.

Keenam,
dukungan
promosi
kesehatan.
WHO
mendukung
program-program
promosi
kesehatan
untuk
meningkatkan
kesadaran
masyarakat
tentang
pentingnya
perilaku
hidup
sehat,
seperti
berhenti
merokok,
makan
makanan
bergizi,
dan
berolahraga
secara
teratur.

WHO
turut
memberikan
perhatian
pada
kesehatan
mental
dan
mendukung
upaya
promosi
kesehatan
mental
di
Indonesia.

Menurut
Widyawati,
kemitraan
antara
Indonesia
dan
WHO
menjadi
contoh
yang
baik
bagi
kerja
sama
internasional
di
bidang
kesehatan.
Melalui
kerja
sama
ini,
kedua
belah
pihak
berhasil
mencapai
banyak
kemajuan
dalam
meningkatkan
kesehatan
masyarakat
Indonesia.

“Ke
depannya,
kerja
sama
ini
diharapkan
dapat
terus
ditingkatkan
dan
diperkuat
untuk
menghadapi
tantangan
kesehatan
global
yang
semakin
kompleks.
Dengan
dukungan
WHO,
Indonesia
berkomitmen
untuk
mencapai
tujuan
pembangunan
berkelanjutan,
terutama
dalam
bidang
kesehatan,”
ucapnya.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
dapat
menghubungi
Halo
Kemenkes
melalui
hotline
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email

[email protected]
.

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita