
Jakarta,
26
Februari
2025
Ketua
Umum
Dharma
Wanita
Persatuan
(DWP)
Ida
Rachmawati
Budi
G.
Sadikin
menyampaikan
komitmen
organisasi
ini
dalam
mendukung
program
pemerintah
terkait
cek
kesehatan
gratis.
Program
tersebut
dihadirkan
sebagai
hadiah
ulang
tahun
bagi
seluruh
warga
negara
Indonesia.
DWP
bekerja
sama
dengan
Seruni
dan
Kementerian
Kesehatan
untuk
mewujudkan
masyarakat
yang
lebih
sehat
dan
sejahtera.
Ida
mengungkapkan
bahwa
kontribusi
DWP
bertujuan
untuk
menciptakan
generasi
masa
depan
yang
sehat
dan
lebih
percaya
diri.
Ia
menekankan
pentingnya
kesehatan
anak-anak
yang
akan
menjadi
penerus
bangsa
dan
menyambut
Indonesia
Emas
pada
tahun
2045.
Menurutnya,
anak-anak
yang
sehat
akan
tumbuh
menjadi
individu
yang
memiliki
potensi
besar
dalam
membangun
negara.
“Ibu
memiliki
peran
penting
dalam
keluarga,
terutama
dalam
menjaga
kesehatan
dan
pendidikan
anak.
Hampir
90%
kontribusi
ibu
terhadap
anak-anak,
dan
ini
menjadi
kunci
bagi
masa
depan
kita,”
ungkap
Ida
pada
Webinar
Sosialisasi
Cek
Kesehatan
Gratis
di
gedung
Kemenkes,
Rabu
(26/2).
Ia
menambahkan
bahwa
peran
ibu
sangat
penting
dalam
masyarakat,
tidak
hanya
untuk
keluarga,
tetapi
juga
dalam
memberikan
dampak
positif
bagi
lingkungan
sekitar.
Ida
juga
mengajak
seluruh
ibu
di
Indonesia
untuk
bersama-sama
menyebarkan
informasi
terkait
cek
kesehatan
gratis
ini.
“Dengan
‘The
Power
of
Emak-emak’,
kita
dapat
memberikan
manfaat
besar
bagi
masyarakat
sekitar
kita,”
ujarnya.
Program
cek
kesehatan
gratis
yang
disosialisasikan
oleh
DWP
ini,
diharapkan
dapat
menjangkau
seluruh
ibu
di
Indonesia,
mulai
dari
Sabang
hingga
Merauke.
Dengan
bantuan
para
ibu,
informasi
ini
dapat
tersebar
lebih
luas,
membantu
masyarakat
untuk
lebih
peduli
terhadap
pentingnya
menjaga
kesehatan.
Sementara
itu,
Menteri
Kesehatan
(Menkes)
RI
Budi
Gunadi
Sadikin
memberikan
apresiasi
kepada
DWP
dan
para
ibu
yang
telah
mendukung
program
ini.
“Peranan
ibu-ibu
sangat
besar.
Tanpa
dukungan
mereka,
saya
tidak
akan
bisa
menyelesaikan
tugas
saya
dengan
baik,”
kata
Budi
dalam
sambutannya.
Budi
juga
menyampaikan
visi
pemerintah
untuk
mencapai
Indonesia
Emas
2045,
yang
menargetkan
Indonesia
menjadi
negara
maju.
Untuk
mewujudkan
hal
tersebut,
Budi
menegaskan
bahwa
pendapatan
per
kapita
warga
negara
Indonesia
harus
mencapai
14.000
dolar
AS,
sebuah
peningkatan
signifikan
dari
angka
sekitar
4.800-5.000
dolar
AS
saat
ini.
Menurut
Budi,
Indonesia
perlu
meningkatkan
pendapatan
per
kapita
masyarakat
menjadi
minimal
Rp.18
juta
per
bulan
agar
dapat
tercapai
status
negara
maju.
Saat
ini,
rata-rata
pendapatan
per
bulan
di
Indonesia
masih
sekitar
Rp.6
juta.
Menkes
juga
mengingatkan
bahwa
masa
depan
Indonesia
sangat
bergantung
pada
periode
puncak
bonus
demografi,
yang
diprediksi
terjadi
antara
2030
hingga
2035.
“Ini
adalah
periode
penting
di
mana
jumlah
usia
kerja
di
Indonesia
mencapai
puncaknya,
dan
kita
harus
memanfaatkannya
untuk
meningkatkan
pendapatan
masyarakat,”
jelasnya.
Budi
menekankan
bahwa
kegagalan
untuk
memanfaatkan
masa
bonus
demografi
ini
akan
menghambat
Indonesia
untuk
menjadi
negara
maju.
“Jika
kita
gagal
dalam
periode
ini,
kita
akan
meninggalkan
utang
besar
bagi
generasi
mendatang,”
tambahnya.
Puncak
bonus
demografi
ini
dianggap
sebagai
momentum
untuk
meningkatkan
kesejahteraan
ekonomi
melalui
peningkatan
pendapatan
masyarakat,
terutama
dengan
memastikan
kualitas
sumber
daya
manusia
yang
sehat.
Oleh
karena
itu,
Budi
mengajak
seluruh
pihak
untuk
bersinergi
dalam
mewujudkan
Indonesia
yang
lebih
sehat
dan
sejahtera.
Selain
itu,
Budi
juga
mengingatkan
bahwa
kesehatan
bukan
hanya
soal
mengobati
penyakit,
tetapi
juga
merupakan
gerakan
kolektif
yang
melibatkan
seluruh
komponen
masyarakat.
“Kita
harus
bersama-sama
memastikan
bahwa
setiap
individu
di
Indonesia
memiliki
akses
terhadap
layanan
kesehatan
yang
baik,”
katanya.
Menkes
Budi
menegaskan
bahwa
menjaga
kesehatan
masyarakat
merupakan
langkah
penting
untuk
mencapai
tujuan
besar
Indonesia
Emas
2045.
Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
silakan
hubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email
[email protected].
(D2)
Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM