Jakarta,
17
Maret
2025

Seorang
penumpang
berinisial
RS
(18)
asal
Jawa
Timur
melahirkan
di
dalam
pesawat
Citilink
rute
Pontianak

Surabaya
pada
Selasa
(11/3)
lalu.
Kejadian
tak
terduga
ini
berhasil
ditangani
dengan
sigap
oleh
Dr.
Tessa
Siswina,
S.Si.T,
M.Keb,
seorang
bidan
yang
kebetulan
berada
di
dalam
pesawat
tersebut.
Atas
aksinya
yang
heroik,
Kementerian
Kesehatan
memberikan
penghargaan
kepadanya
sebagai
bentuk
apresiasi
atas
dedikasinya.

Dr.
Tessa,
yang
saat
itu
duduk
di
kursi
nomor
15F,
awalnya
tidak
menyadari
adanya
situasi
darurat.
Suasana
mulai
ramai
ketika
Pilot
mengumumkan
bahwa
diperlukan
bantuan
dari
tenaga
medis,
baik
dokter
maupun
bidan.

“Saya
tanya
dengan
ibu
disamping
saya,
kenapa
heboh
di
belakang?
Apa
ada
yang
mabok
di
belakang?
Si
ibu
menjawab
ada
yang
mau
melahirkan,”
ujar
Tessa.

Tessa
segera
berdiri,
dan
ibu
di
sebelah
bertanya
apakah
dirinya
bisa
menolongnya
ibu
yang
mau
melahirkan.

“Bisa,”
tegas
Tessa.

Kemudian
Tessa
melempar
tas
dan
jam
tangannya
ke
bawah
kursi
dan
menghampiri
pramugari
sambil
mengangkat
tangan
kirinya.

“Dokter?,”
ucap
pramugari.
Tessa
pun
menjawab
dengan
lantang,
Bidan.

“Kondisinya
bagaimana?,”
tanya
Tessa
saat
melihat
penumpang
sedang
dalam
posisi
berbaring
di
seat
no
18.

“Sudah
pecah
ketuban,”
jawab
pramugari.
Berapa
minggu?
Tanya
tesa
kemudian,
dan
dijawab
33
minggu.

“Ok
bawa
ke
belakang,”
jawab
Tessa.

Dalam
situasi
darurat
ini,
Tessa
mengambil
alih
proses
persalinan
di
lantai
bagian
belakang
pesawat
dan
membantu
kelahiran
bayi
dengan
selamat.

Pilot
pun
kemudian
mengumumkan
bahwa
telah
lahir
bayi
laki-laki
pada
ketinggian
35.000
kaki
diatas
permukaan
laut.
Tessa
yang
saat
itu
masih
berupaya
mengeluarkan
plasenta
merasa
merinding
saat
mendengar
pengumuman
dari
pilot.

Tessa
beberapa
kali
bertanya
kepada
pramugari,
berapa
waktu
lagi
yang
tersisa
hingga
landing
sehingga
dia
bisa
memperkirakan
waktu
agar
proses
persalinan
bisa
selesai
sebelum
landing.

Ibu
RS
saat
itu
hanya
didampingi
oleh
anaknya
yang
masih
berusia
tiga
tahun,
sementara
suaminya
masih
berada
di
Malaysia
untuk
bekerja.
Setelah
melahirkan,
bayi
yang
baru
lahir
langsung
digendong
oleh
penumpang
lain
karena
sang
ibu
masih
dalam
kondisi
pemulihan.

Saat
selesai,
Tessa
diminta
tanda
pengenal
sebagai
bidan
dan
ia
menunjukkan
kartu
anggota
Ikatan
Bidan
Indonesia.

Tessa
mengapresiasi
kecukupan
peralatan
medis
yang
disediakan
oleh
maskapai
sehingga
sangat
membantu
dalam
menangani
kondisi
darurat
ini.
Tessa
berupaya
mengalihfungsikan
beberapa
alat
sehingga
dapat
digunakan
secara
tepat.

Di
luar
peristiwa
luar
biasa
ini,
Dr.
Tessa
adalah
seorang
dosen
di
Poltekkes
Kemenkes
Pontianak.
Ia
baru
saja
menyelesaikan
program
doktoralnya
di
Universitas
Padjadjaran
(UNPAD)
tahun
2024
melalui
beasiswa
tugas
belajar
(Tubel)
dari
Kementerian
Kesehatan
dalam
waktu
2,5
tahun.

“Alhamdulillah
saya
sangat
berterima
kasih
atas
beasiswa
yang
saya
dapatkan
dari
Tubel
Kemenkes
yang
sangat
membantu
saya
dalam
menyelesaikan
pendidikan
saya.
Saya
merasa
beruntung
menjadi
salah
satu
penerima
Tubel
sehingga
dapat
melanjutkan
studi
hingga
jenjang
doktoral,”
kata
Tessa.

Saat
ini,
Tessa
kembali
aktif
sebagai
dosen
di
Poltekkes
Kemenkes
Pontianak
dan
dipercaya
untuk
menjabat
sebagai
Ketua
Bidang
5
di
Kolegium
Kebidanan,
asessor
LAMPTKes,
dan
Pengurus
Daerah
IBI
Prov
Kalbar.
Ia
berharap
dapat
terus
berkontribusi
dalam
dunia
kebidanan,
terutama
dalam
melatih
generasi
muda
agar
menjadi
tenaga
medis
profesional
yang
berkualitas.

Direktur
Jenderal
Sumber
Daya
Manusia
Kesehatan
Kementerian
Kesehatan,
Yuli
Farianti,
menyampaikan
bahwa
penghargaan
yang
diberikan
Menteri
Kesehatan
kepada
Tessa
merupakan
bentuk
apresiasi
atas
dedikasinya
dalam
menangani
situasi
darurat
ini.

“Kejadian
ini
juga
menjadi
bukti
bahwa
di
tengah
situasi
darurat
ketenangan
dan
keterampilan
seorang
tenaga
kesehatan
seperti
Tessa,
sangat
dibutuhkan.
Semoga
peristiwa
ini
dapat
menjadi
inspirasi
bagi
para
profesional
tenaga
kesehatan
lainnya
dalam
menghadapi
tantangan
yang
tidak
terduga
di
lapangan,”
ujar
Dirjen
Yuli.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
silakan
hubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email

[email protected]
.
(D2/SK)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita