TRIBUNMANADO.CO.ID – Starbucks, perusahaan raksasa kopi dunia, memperkirakan mengalami kerugian sebesar 3 miliar dolar lebih atau setara Rp 42,7 triliun (kurs Rp 14.237) sebagai dampak pandemi Covid-19.

Meski begitu, mengutip warta Voice of America, Kamis (11/06/2020), Starbucks yakin gangguan pandemi terhadap bisnisnya akan mereda pada masa akhir tahun 2020.

“Merek kopi Starbucks tangguh dan punya daya tarik bagi pelanggannya dan kami percaya periode paling sulit ini akan berhasil kami lalui,” kata Presiden dan CEO Starbucks, Kevin Johnson dalam sebuah surat terbuka.

Perusahaan yang berpusat di Seattle, Amerika Serikat, itu mengatakan, Rabu (10/06/2020), pandemi Covid-19 juga akan memangkas pendapatan operasinya antara 2 sampai 2,2 miliar dolar untuk kuartal yang berakhir 28 Juni.

Starbucks berencana untuk melaporkan hasil kuartal ketiganya pada 28 Juli.

Starbucks mengatakan, penjualan di kedai kopi dan penjualan di lokasi baru yang sudah buka setidaknya satu tahun, naik dalam enam minggu berturut-turut hingga akhir Mei.

Keuntungan turun 32 persen pada minggu terakhir bulan Mei, dibandingkan dengan penurunan 65 persen pada puncak pandemi pertengahan April.

Perusahaan memperkirakan penurunan 10 hingga 20 persen dalam penjualan di kedainya di AS untuk seluruh tahun anggaran yang berakhir 27 September.

Di Tiongkok, di mana pandemi melanda lebih dulu, penjualan di kedai-kedai kopi turun 14 persen pada akhir Mei. Itu dibandingkan dengan penurunan 78 persen pada bulan Februari.

Starbucks mengatakan, sebagian besar kedai kopinya di Tiongkok telah dibuka kembali seperti operasi pra-pandemi dan 70 persen tempat duduk di kafe penuh.

Starbucks menaksir kerugian kuartal ketiga akan mencapai sekitar 55 sen sampai 70 sen per saham.

Sementara itu para analis yang disurvei oleh FactSet memperkirakan kerugian 16 sen per saham. (*)

Drive-in Cinema, Layar Tancap di Era New Normal, Segera Beroperasi di Indonesia

Kasus Virus Corona di AS Lewati 2 Juta Kasus

Kepala Patung Christopher Columbus Dipenggal

Source