KBRN, Tomohon : Salah satu upaya dari Pemerintah Kota Tomohon memutus rantai penyebaran COVID-19 atau Virus Corona yaitu membatasi jam operasional Pasar Wilken  Beriman Senin-Sabtu mulai subuh hingga pukul 13.000 Wita sementara hari Minggu ditutup.

Sangat disayangkan meski di Pasar Beriman sudah ditutup bahkan telah dilakukan blokade agar tidak ada kendaraan yang masuk  namun seputaran pasar masih ada saja para pedagang yang berjualan.

Seperti dari pantauan RRI, Minggu (26 /4 /2020) masih banyak pedagang yang menjajakan jualan seperti sembako, daging dan sayur-sayuran di emperan jalan. Terlihat juga para pembeli dan calon pembeli berdesak-desakan membeli kebutuhan rumah tangga tangga mereka.

“Mau belanja kebutuhan hari-di pasar tapi pasar ditutup. Kebetulan ada pedagang yang menjual disini yah saya belanja disini,” ujar Ibu Mince yang mengaku dari Tondano.

Diapun tidak mengetahui kalau di Pasar Beriman kalau hari minggu ditutup. 

Sementara itu salah satu pedagang yang enggan diketahui identitasnya mengatakan alasan dia berjualan di luar pasar karena untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 

“Ya saya menuju sembako hanya untuk keperluan keluarga. Apalagi saat musim corona seperti ini pendapatannya sebagai pedagang menurun drastis,” tuturnya. 

Masyarakat baik penjual dan pembeli seakan tidak peduli dengan himbauan pemerintah untuk melakukan Psysical Distancing atau menjaga jarak dan menghindari kerumunan warga. Bahkan ada yang tidak menggunakan masker dan disekitar tempat berjualan tidak ada tempat cuci tangan. 

Kota Tomohon sendiri jika dibandingkan dengan daerah lain termasuk tinggi, dari data website Covid-19.tomohon.go.id warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19  4 orang,ODP 28 orang sementara PDP 19 pasien. 

Source