Rolly Wenas

MANADO KOMENTAR-Polemik penolakan kegiatan paralayang di wilayah Agotey yang kini viral di publik tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa kejelasan berbasis data.

Pernyataan sepihak yang menyebut lokasi tersebut sebagai “tanah perkebunan, bukan hutan lindung” justru berpotensi menyesatkan jika tidak disertai bukti administratif yang sah.

Hal inindisampaikan melalui rilis Rolly Wenas selaku Ketua INAKOR. Ia menegaskan bahwa status suatu lahan tidak ditentukan oleh opini, melainkan oleh dokumen resmi negara: peta kawasan, RTRW, serta legitimasi dari instansi kehutanan dan tata ruang. Jika pihak tertentu berani menyampaikan klaim ke publik, maka wajib pula membuka seluruh dasar hukumnya secara transparan.

“Kami melihat ada potensi pembelokan isu di tengah masyarakat. Di satu sisi, publik disuguhi narasi pembenaran. Di sisi lain, muncul penolakan yang juga belum terurai secara utuh: apakah murni suara masyarakat, atau ada dugaan kepentingan tertentu yang sedang bermain. Ini berbahaya jika dibiarkan karena dapat memicu konflik sosial dan merusak kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan,”ungkap Rolly.

INAKOR dengan tegas menyatakan agar tidak menjadikan publik sebagai objek propaganda informasi yang belum terverifikasi. Setiap aktivitas pemanfaatan lahan wajib tunduk pada hukum, bukan pada kepentingan.

Ia lalu mendesak pemerintah agar segera turun tangan, bukan diam membiarkan polemik liar berkembang.

Rolly menyampaikan suara tegas yaitu,

  1. Pemerintah daerah dan instansi teknis segera membuka status resmi lahan Agotey secara transparan.
  2. Jika tidak mampu membuktikan legalitasnya, maka seluruh aktivitas harus dihentikan sementara.

3.Aparat penegak hukum diminta proaktif menelusuri potensi pelanggaran, termasuk indikasi penyalahgunaan lahan.

Penutup, Rolly mengingatkan, bahwa pembangunan tanpa kepastian hukum adalah pintu masuk konflik dan pelanggaran. “Negara tidak boleh kalah oleh narasi”tandasnya.

Jose

Artikel INAKOR Soroti Polemik Paralayang Agotey, Tidak Bolah Bangun Opini di Atas Klaim, Buka Data atau Hentikan! pertama kali tampil pada Komentar.

Source