
Manado
(ANTARA)
–
PT
PLN
(Persero)
Unit
Induk
Distribusi
Sulawesi
Utara,
Tengah,
dan
Gorontalo
(UID
Suluttenggo)
menyalurkan
bantuan
sebanyak
347
paket
sembako
bagi
korban
banjir
yang
terjadi
di
wilayah
Danau
Tondano,
khususnya
di
Desa
Passo
dan
Desa
Paslaten,
Kabupaten
Minahasa,
Sulawesi
Utara
(Sulut).
“Sebanyak
95
paket
sembako
diserahkan
di
Desa
Passo,
sementara
252
paket
lainnya
diberikan
di
Desa
Paslaten,”
kata
Senior
Manager
Keuangan,
Komunikasi
dan
Umum
PLN
UID
Suluttenggo,
Dandung
Hariwibowo,
di
Manado,
Rabu.
Dia
mengatakan
bantuan
yang
disalurkan
melalui
program
Tanggung
Jawab
Sosial
dan
Lingkungan
(TJSL)
ini
bertujuan
untuk
meringankan
beban
masyarakat
yang
rumahnya
terdampak
dan
kesulitan
memenuhi
kebutuhan
dasar
pasca-banjir.
Dia
mengatakan
kehadiran
PLN
dalam
situasi
darurat
ini
merupakan
bentuk
nyata
kepedulian
perusahaan
terhadap
masyarakat
sekitar.
“PLN
tidak
hanya
hadir
sebagai
penyedia
listrik,
tetapi
juga
sebagai
bagian
dari
masyarakat
yang
turut
merasakan
penderitaan
warga.
Kami
berharap
bantuan
ini
dapat
sedikit
meringankan
beban
warga
dan
menjadi
penyemangat
untuk
bangkit
kembali,”
ujar
Dandung.
Ia
menambahkan
bahwa
PLN
juga
telah
melakukan
langkah
antisipatif
berupa
penghentian
aliran
listrik
sementara
pada
beberapa
wilayah
terdampak
untuk
mencegah
risiko
kebakaran
akibat
arus
pendek
selama
banjir.
“Selain
memberikan
bantuan
logistik,
PLN
juga
bergerak
cepat
memastikan
keamanan
instalasi
kelistrikan
di
wilayah
terdampak.
Tim
teknis
PLN
telah
dikerahkan
untuk
melakukan
pengecekan
pada
wilayah
yang
rawan
guna
menghindari
risiko
kecelakaan
listrik,
serta
melakukan
peninjauan
infrastruktur
untuk
memastikan
distribusi
listrik
kembali
normal
dengan
aman,”
kata
Dandung.
Manager
UP3
Manado
Revi
Aldrian
mengimbau
warga
untuk
berhati-hati
dalam
mengaktifkan
kembali
peralatan
listrik
setelah
banjir
surut.
“Setelah
banjir
surut,
masyarakat
harus
memastikan
instalasi
listrik
dalam
kondisi
aman
sebelum
menyalakan
kembali
peralatan.
PLN
hadir
untuk
memberikan
panduan
dan
bantuan
teknis
agar
tidak
terjadi
korsleting
atau
sengatan
listrik
yang
membahayakan,”
ungkap
Revi.
Selain
memberikan
bantuan
logistik,
kegiatan
ini
juga
bertujuan
memberikan
dukungan
moral
bagi
warga
terdampak.
Wakil
Ketua
DPRD
Minahasa,
Ansye
Taniowas,
menyampaikan
apresiasi
atas
aksi
cepat
tanggap
PLN.
“Kami
berterima
kasih
atas
perhatian
PLN
yang
cepat
merespons
kondisi
ini.
Bantuan
ini
sangat
berarti
bagi
masyarakat,
dan
kami
berharap
pemulihan
bisa
berjalan
cepat
dan
aman,”
ungkapnya.
Kegiatan
ini
mencerminkan
komitmen
PLN
untuk
terus
hadir
di
tengah
masyarakat,
tidak
hanya
melalui
pelayanan
kelistrikan,
tetapi
juga
dalam
situasi
darurat
dan
bencana.
Melalui
semangat
gotong
royong
dan
kolaborasi
dengan
pemerintah,
PLN
berharap
langkah
ini
dapat
mempercepat
proses
pemulihan
serta
membangun
solidaritas
sosial
yang
lebih
kuat
di
tengah
masyarakat.
Penyerahan
bantuan
dilakukan
secara
langsung
oleh
jajaran
Manajemen
PLN
UID
Suluttenggo,
Persatuan
Istri
Karyawan
dan
Karyawati,
dan
Srikandi
PLN.
Turut
hadir
dalam
kegiatan
tersebut
Tim
Tanggap
Reaksi
Cepat
(TRC)
PLN
UID
Suluttenggo
dan
perangkat
pemerintah
desa
setempat.
Di
Desa
Passo,
kegiatan
turut
dihadiri
oleh
Wakil
Ketua
Komisi
I
DPRD
Kabupaten
Minahasa,
Ansye
Amelya
Taniowas
dan
Hukum
Tua
Desa
Passo,
Nelfin
Mamentu.
Sementara
di
Desa
Paslaten,
hadir
Hukum
Tua
Waldo
M
Lakoy,
serta
sejumlah
tokoh
masyarakat
dan
warga
terdampak.