Jenewa
(ANTARA)

Juru
bicara
(jubir)
Misi
China
untuk
Kantor
Perserikatan
Bangsa-Bangsa
(PBB)
di
Jenewa
pada
Selasa
(20/5)
mendesak
Amerika
Serikat
(AS)
untuk
mengakhiri
politisasi
penelusuran
asal-usul
COVID-19
dan
berhenti
menekan
organisasi-organisasi
internasional.

Saat
menanggapi
pernyataan
yang
dilontarkan
delegasi
AS
di
Majelis
Kesehatan
Dunia
(World
Health
Assembly/WHA)
ke-78
yang
sedang
berlangsung,
jubir
tersebut
mengatakan
merasa
heran
bahwa
AS,
negara
yang
pernah
mengumumkan
penarikan
dirinya
dari
Organisasi
Kesehatan
Dunia
(WHO),
kini
menyerang
negara-negara
yang
secara
konsisten
meningkatkan
dukungan
untuk
organisasi
tersebut.

AS
jelas
telah
kehilangan
logika
dasarnya
tentang
apa
yang
benar
dan
salah.
China
selalu
menawarkan
dukungan
tanpa
pamrih,
alih-alih
apa
yang
disebut
sebagai
pengaruh
yang
tidak
semestinya,
kepada
WHO,
kata
jubir
itu
dalam
sebuah
pernyataan
sebagaimana
warta
Xinhua
pada
Rabu.

Sang
jubir
menekankan
bahwa
sejak
merebaknya
COVID-19,
China
telah
membagikan
informasi
dan
urutan
genetik
virus
tersebut
kepada
masyarakat
internasional
sedini
mungkin.
China
juga
menyediakan
pasokan
medis
dan
bantuan
keuangan
kepada
WHO
dan
153
negara,
termasuk
AS.
Hal
ini
mencerminkan
komitmen
China
untuk
menjaga
kebaikan
bersama
seluruh
umat
manusia.


China
mendukung
penelusuran
asal-usul
ilmiah
yang
dipimpin
oleh
WHO
dan
telah
beberapa
kali
mengundang
tim
ahli
WHO
ke
China
untuk
melakukan
studi
bersama.

Upaya-upaya
ini
menghasilkan
kesimpulan
ilmiah
yang
otoritatif
bahwa
kebocoran
laboratorium
COVID-19
dari
China “sangat
tidak
mungkin,”
yang
menunjukkan
keterbukaan
dan
transparansi
China
dalam
masalah
ini,
kata
jubir
tersebut.

Lebih
lanjut,
jubir
China
itu
menuturkan
bahwa
negara-negara
tertentu,
dalam
upaya
untuk
menutupi
respons
pandemi
mereka
yang
buruk,
telah
memfitnah
negara-negara
lain.

Manipulasi
politis
terhadap
isu
pandemi
seperti
ini
sangat
memalukan
dan
pasti
akan
gagal.
AS
masih
berutang
penjelasan
yang
meyakinkan
kepada
masyarakat
internasional
atas
kekhawatiran
yang
dikemukakan
oleh
berbagai
pihak
tentang
asal-usul
dan
penanganan
pandemi
di
wilayahnya
sendiri.

China
mendesak
AS
untuk
membagikan
data
kasus
awal
kepada
WHO
serta
bersikap
transparan
mengenai
Fort
Detrick
dan
jaringan
laboratorium
biologinya
di
luar
negeri.
AS
harus
menghentikan
manipulasi
politik
terkait
penelusuran
asal-usul
COVID-19
dan
berhenti
menekan
organisasi-organisasi
internasional,
kata
jubir
tersebut.

Penerjemah:
Xinhua
Editor:
Alviansyah
Pasaribu
Copyright
©
ANTARA
2025

Source