Manado
(ANTARA)

Perwakilan
Kementerian
Kependudukan
dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan
dan
Keluarga
Berencana
Nasional
(Kemendukbangga/BKKBN)
Sulawesi
Utara
bersinergi
dalam
pelaksanaan
program

5
Quick
Wins

bersama
Pemerintah
Kabupaten
Minahasa
Selatan.

“Kami
audiensi
dan
koordinasi
dengan
Bupati
Minahasa
Selatan
Franky
Donny
Wongkar
terkait
pelaksanaan
program
pembangunan
keluarga,
kependudukan,
dan
keluarga
berencana
(Bangga
Kencana),”
kata
Kepala
Perwakilan
Kemendukbangga/BKKBN
Sulut
Jeanny
Yola
Winokan
di
Minahasa
Selatan,
Selasa.

Kaper
Jeanny
didampingi
Sekretaris
BKKBN
Sulut
Lady
D.
Ante
dan
tim
mengatakan,

5
Quick
Wins

Kemendukbangga/BKKBN
menjadi
poin
penting
yang
dibahas
dalam
pertemuan
bersama
Bupati
Franky
Donny
Wongkar.

Di
antaranya
Gerakan
Orang
Tua
Asuh
Cegah
Stunting
(Genting),
Gerakan
Ayah
Teladan
Indonesia(Gati),
Taman
Asuh
Sayang
Anak
(Tamasya)
dan
Lansia
Berdaya.

Selain
itu
juga
dibahas
beberapa
kendala
yang
sering
terjadi
di
lapangan,
seperti
penggantian
tim
pendamping
keluarga
(TPK
)
di
beberapa
wilayah
yang
menghambat
jalannya
program.

Kendala
lainnya,
kinerja
penyuluh
KB,
surat
keputusan ‘Genting’
dan
serapan
dana
bantuan
operasional
keluarga
berencana
(BOKB)
di
Kabupaten
Minahasa
Selatan
yang
masih
kurang
optimal.


Bupati
Minahasa
Selatan
Bupati
Franky
Donny
Wongkar
didampingi
Asisten
I
Bidang
Pemerintahan
dan
Kesra
Benny
Lumingkewas
dan
Kepala
Dinas
PPKB
Meity
Tumbuan,
memberikan
apresiasi
Perwakilan
Kemendukbangga
Sulut
dalam
koordinasi
program
tersebut.

“Kami
berharap
masukan
dan
dukungan
tersebut
segera
ditindaklanjuti,”
ujarnya.

Bupati
berharap
sinergitas
kemitraan
yang
sudah
berjalan
baik
selama
ini
antara
Kemdukbangga/BKKBN
dengan
Pemerintah
Kabupaten
Minahasa
Selatan
dapat
dipertahankan
bahkan
ditingkatkan.

Survei
Status
Gizi
Indonesia
(SSGI)
tahun
2022
menyebutkan
angka
prevalensi
stunting
di
Kabupaten
Minahasa
Selatan
sebesar
19,2
persen,
sementara
berdasarkan
Survei
Kesehatan
Indonesia
(SKI)
tahun
2023,
angka
prevalensi
stunting
naik
menjadi
26,4
persen,
selanjutnya
berdasarkan
target
Bappenas
tahun
2025
di
Sulawesi
Utara
sebesar
19,0
persen.

Source