
Jakarta
(ANTARA)
–
Paus
merupakan
pemimpin
tertinggi
dalam
Gereja
Katolik
Roma
sekaligus
kepala
negara
bagi
Takhta
Suci
Vatikan.
Gelar “Paus”
atau “Pope”
dalam
Bahasa
Inggris
berasal
dari
kata
Yunani
pappas
yang
berarti “ayah”,
hal
tersebut
mencerminkan
peran
spiritual
sebagai
bapak
bagi
umat
Katolik
di
seluruh
dunia
Dalam
sejarah
kekristenan,
gelar
ini
pertama
kali
diberikan
kepada
para
uskup,
dan
menurut
Alkitab,
Santo
Petrus
dianggap
sebagai
Paus
pertama
yang
ditunjuk
langsung
oleh
Yesus
Kristus
(Matius
16:19).
Sebagai
penerus
takhta
Santo
Petrus,
seorang
Paus
memiliki
tanggung
jawab
besar
dalam
membimbing
sekitar
1,3
miliar
umat
Katolik
di
seluruh
dunia.
Ia
tidak
hanya
berperan
dalam
aspek
rohani,
tetapi
juga
mengambil
bagian
dalam
diplomasi
internasional
dan
kegiatan
sosial
global.
Berikut
adalah
sejumlah
tugas
utama
seorang
Paus:
Baca
juga:
90.000
lebih
orang
melayat
Paus
Fransiskus
di
Basilika
Santo
Petrus
1.
Pemimpin
rohani
umat
Katolik
Sebagai
pemimpin
spiritual,
Paus
membimbing
umat
melalui
pengajaran,
liturgi,
dan
arahan
moral.
Ia
menjadi
teladan
dalam
kehidupan
Kristiani,
serta
memberikan
pengarahan
rohani
kepada
para
uskup
dan
imam
di
seluruh
dunia.
Khotbah
dan
pidato
Paus
dalam
berbagai
kesempatan
menjadi
sumber
inspirasi
dan
panduan
bagi
umat.
2.
Penjaga
ajaran
Gereja
Paus
bertugas
menjaga
keutuhan
doktrin
Gereja
Katolik.
Ia
memastikan
bahwa
ajaran
iman
dan
moral
yang
diturunkan
dari
para
Rasul
tetap
murni
dan
sesuai
dengan
ajaran
Kristus.
Dalam
hal
ini,
Paus
memiliki
kewenangan
untuk
mengeluarkan
ensiklik
dan
dokumen
resmi
Gereja.
3.
Simbol
persatuan
Gereja
Sebagai
Uskup
Roma,
Paus
menjadi
simbol
persatuan
Gereja
Katolik.
Ia
menunjukkan
kesatuan
iman
dan
komitmen
umat
di
berbagai
belahan
dunia.
Persatuan
ini
diperkuat
melalui
komunikasi
rutin
dengan
para
uskup
dan
sinode
Gereja.
4.
Pemimpin
negara
Vatikan
Selain
sebagai
pemimpin
agama,
Paus
juga
menjabat
sebagai
kepala
negara
Vatikan.
Dalam
kapasitas
ini,
ia
terlibat
dalam
hubungan
diplomatik
dan
kebijakan
luar
negeri,
mewakili
Gereja
Katolik
dalam
dialog
global
dengan
berbagai
negara
dan
lembaga
internasional.
5.
Pelayan
keadilan
sosial
Paus
aktif
menyuarakan
isu-isu
sosial
seperti
kemiskinan,
pengungsi,
perubahan
iklim,
dan
perdamaian
dunia.
Ia
menggunakan
platformnya
untuk
membela
hak
asasi
manusia
dan
menyerukan
keadilan
bagi
semua
orang,
tanpa
memandang
latar
belakang.
Baca
juga:
Uskup
Antonius
Subianto
terbang
ke
Vatikan
hadiri
pemakaman
Paus
6.
Dialog
antar
agama
dan
diplomasi
internasional
Paus
secara
rutin
melakukan
perjalanan
apostolik
ke
berbagai
negara
guna
memperkuat
dialog
lintas
agama
dan
budaya.
Ia
juga
bertemu
dengan
pemimpin
politik
dunia,
tokoh
agama
lain,
serta
tokoh
masyarakat
untuk
mendorong
toleransi
dan
perdamaian.
7.
Kanonisasi
dan
beatifikasi
Paus
memiliki
otoritas
untuk
mengangkat
seorang
umat
Katolik
menjadi
santo
atau
santa
melalui
proses
kanonisasi,
serta
mengakui
orang-orang
suci
melalui
beatifikasi.
Hal
ini
dilakukan
setelah
proses
panjang
penyelidikan
dan
pengakuan
mukjizat.
8.
Pemerintahan
Gereja
dan
penunjukan
pejabat
Sebagai
pemegang
otoritas
tertinggi
di
dalam
Gereja,
Paus
mengangkat
para
kardinal,
uskup,
dan
pejabat
tinggi
Gereja
lainnya.
Ia
juga
bertanggung
jawab
dalam
memimpin
konsili
dan
konklaf,
serta
menyelesaikan
persoalan
hukum
Gereja
melalui
pengadilan
apostolik.
Paus
Fransiskus,
yang
menjabat
sejak
13
Maret
2013
sebagai
Paus
ke-266,
dikenal
karena
pendekatannya
yang
sederhana
dan
membumi.
Ia
memilih
untuk
tinggal
di
wisma
tamu
Vatikan
ketimbang
menempati
Istana
Apostolik,
serta
tampil
dengan
pakaian
putih
sederhana
tanpa
ornamen
mewah,
yang
mencerminkan
semangat
kerendahan
hati
dalam
pelayanannya.
Tugas
seorang
Paus
terus
berkembang
mengikuti
zaman,
namun
esensinya
tetap
membimbing
umat,
menjaga
kesucian
iman,
dan
membawa
harapan
bagi
dunia
melalui
suara
moral
dan
kasih
Kristiani.
Baca
juga:
Utusan
khusus
tiba
di
Roma
bawa
surat
Presiden
Prabowo
untuk
Vatikan
Baca
juga:
Pemakaman
Paus
Fransiskus
digelar
Sabtu,
makam
disiapkan
di
Roma
Pewarta:
Raihan
Fadilah
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025