
Jakarta
(ANTARA)
–
Saat
Anda
mempertimbangkan
untuk
membeli
iPhone
bekas,
istilah
seperti
iPhone
inter
dan
iPhone
iBox
mungkin
akan
sering
Anda
temui.
Kedua
jenis
iPhone
tersebut
memang
sama-sama
produk
Apple,
namun
keduanya
memiliki
perbedaan
yang
cukup
signifikan
dari
sisi
legalitas,
garansi,
hingga
kualitas
jaringan.
Lalu,
apa
sebenarnya
yang
dimaksud
dengan
iPhone
inter,
dan
bagaimana
perbedaannya
dengan
versi
iBox?
Pengertian
iPhone
inter
iPhone
inter,
atau
singkatan
dari
iPhone
internasional,
merupakan
perangkat
iPhone
bekas
yang
diimpor
dari
luar
negeri.
Negara
asal
iPhone
inter
bisa
bervariasi,
mulai
dari
Amerika
Serikat,
Jepang,
Korea
Selatan,
hingga
Singapura
dan
Inggris.
iPhone
jenis
ini
biasanya
dijual
oleh
pihak
perorangan
atau
distributor
tidak
resmi,
dan
umumnya
tidak
memiliki
IMEI
yang
terdaftar
di
sistem
Kementerian
Perindustrian
(Kemenperin).
Baca
juga:
16
fitur
iPhone
yang
jarang
diketahui,
namun
sangat
berguna
Karena
tidak
terdaftar
secara
resmi,
pengguna
iPhone
inter
perlu
mendaftarkan
IMEI
secara
mandiri
melalui
laman
Bea
Cukai
agar
perangkatnya
dapat
terhubung
dengan
jaringan
operator
di
Indonesia.
Ciri
khas
iPhone
inter
Beberapa
karakteristik
umum
dari
iPhone
inter
antara
lain:
-
Kode
negara:
iPhone
inter
memiliki
kode
seperti
LL/A
(Amerika),
ZP/A
(Hong
Kong),
ZA/A
(Singapura),
dan
lain-lain. -
Kondisi
bekas:
Karena
merupakan
ponsel
bekas,
kualitasnya
sangat
bergantung
pada
pemakaian
sebelumnya. -
Tanpa
garansi:
Umumnya
tidak
disertai
garansi
resmi
dari
Apple. -
Aksesori
beragam:
Colokan
charger
dan
buku
panduan
berbeda
tergantung
negara
asal. -
Risiko
jaringan:
Seringkali
mengalami
masalah
pada
kartu
SIM
jika
IMEI
tidak
terdaftar. -
Keamanan
rentan:
Berisiko
diblokir
pemerintah
jika
statusnya
ilegal. -
Harga
lebih
murah:
Harganya
lebih
terjangkau
karena
tidak
dikenai
pajak
dan
tidak
mencakup
garansi.
Berbeda
dengan
iPhone
inter,
iPhone
iBox
adalah
perangkat
resmi
yang
dijual
melalui
distributor
Apple
resmi
di
Indonesia,
yakni
iBox.
Produk
ini
dijamin
baru,
legal,
dan
dilengkapi
dengan
garansi
resmi
dari
Apple.
iPhone
iBox
juga
sudah
terdaftar
IMEI-nya
di
sistem
Kemenperin,
sehingga
pengguna
tidak
perlu
khawatir
terhadap
masalah
jaringan
atau
pemblokiran.
Baca
juga:
Apple
kirim
600
ton
iPhone
ke
AS
sebelum
tarif
timbal
balik
berlaku
Perbedaan
iPhone
inter
dan
iPhone
iBox
Berikut
adalah
beberapa
perbedaan
utama
antara
iPhone
inter
dan
iPhone
iBox:
1.
Garansi
-
iPhone
iBox:
Mendapat
garansi
resmi
dari
Apple. -
iPhone
inter:
Tidak
memiliki
garansi,
sehingga
pengguna
harus
menanggung
sendiri
biaya
perbaikan
jika
terjadi
kerusakan.
2.
Status
IMEI
-
iPhone
iBox:
IMEI
terdaftar
dan
legal
di
Indonesia. -
iPhone
inter:
Banyak
yang
belum
terdaftar,
berisiko
diblokir
atau
tidak
bisa
digunakan.
3.
Distribusi
dan
keaslian
produk
-
iPhone
iBox:
Produk
baru
yang
didistribusikan
secara
resmi. -
iPhone
inter:
Produk
bekas
dari
luar
negeri,
dijual
oleh
pihak
tak
resmi.
4.
Aksesoris
-
iPhone
iBox:
Disesuaikan
dengan
standar
Indonesia
(charger
dua
kaki,
buku
panduan
bahasa
Indonesia). -
iPhone
inter:
Aksesori
sesuai
negara
asal
(charger
bisa
tiga
kaki,
panduan
berbahasa
asing).
5.
Harga
-
iPhone
iBox:
Lebih
mahal
karena
legal,
baru,
dan
bergaransi. -
iPhone
Inter:
Lebih
murah,
namun
berisiko
tinggi.
Memilih
antara
iPhone
inter
dan
iPhone
iBox
harus
disesuaikan
dengan
kebutuhan
dan
kondisi
Anda.
iPhone
inter
memang
menggoda
karena
harganya
lebih
murah,
namun
risiko
yang
menyertainya
tidak
dapat
diabaikan,
mulai
dari
pemblokiran
jaringan
hingga
tidak
adanya
garansi.
Sebaliknya,
iPhone
iBox
menawarkan
jaminan
keamanan,
legalitas,
dan
layanan
purna
jual
yang
lebih
baik.
Jika
Anda
menginginkan
ketenangan
dalam
menggunakan
iPhone
tanpa
khawatir
soal
jaringan
dan
garansi,
maka
iPhone
iBox
adalah
pilihan
yang
lebih
aman.
Baca
juga:
Fungsi
dan
manfaat
nomor
IMEI
pada
iPhone
Baca
juga:
Digimap
resmi
jual
iPhone
16
di
Indonesia,
diwarnai
antusias
konsumen
Pewarta:
Raihan
Fadilah
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025