Taliban
Afghanistan
telah
menolak
tuduhan
Pakistan
bahwa
serangan
kereta
di
Pakistan
yang
menelan
korban
jiwa,
Selasa
lalu,
direncanakan
dan
diarahkan
dari
wilayah
Afghanistan.

Kementerian
Luar
Negeri
Afghanistan
menyebut
pernyataan
Pakistan
itu
tidak
berdasar,
dalam
sebuah
pernyataannya
pada
hari
Kamis
(13/3).

“Kami
dengan
tegas
menolak
tuduhan
tidak
berdasar
juru
bicara
militer
Pakistan
yang
mengaitkan
Afghanistan
dengan
serangan
terhadap
kereta
penumpang
di
provinsi
Balochistan,”
kata
juru
bicara
kementerian
luar
negeri
Abdul
Qahar
Balkhi
dalam
sebuah
pernyataan
yang
diunggah
di
X.

Sejumlah
militan
yang
terkait
dengan
organisasi
terlarang
Tentara
Pembebasan
Baloch
menyerang
sebuah
kereta
penumpang
pada
hari
Selasa
di
dekat
Sibi,
Balochistan,
dan
menyandera
ratusan
orang.

Setidaknya
21
penumpang
dan
empat
anggota
pasukan
paramiliter
tewas
dalam
serangan
itu.
Militer
mengklaim
telah
menewaskan
33
teroris.

Direktur
Jenderal
Hubungan
Masyarakat
Antar-Layanan
(ISPR)

divisi
media
militer
Pakistan

Letjen
Ahmed
Sharif
Chaudhry
mengatakan
sebelumnya
bahwa
para
penyerang
itu
bekerjasama
dengan
sejumlah
mitra
mereka
di
Afghanistan.

“Selama
operasi
tersebut,
para
teroris
ini
berhubungan
dengan
para
pendukung
dan
dalang
mereka
di
Afghanistan
melalui
telepon
satelit,”
kata
Chaudhry
kepada
sebuah
saluran
berita
swasta
saat
ia
mengumumkan
operasi
pembersihan
pada
Rabu
malam.

Belakangan,
divisi
media
militer
itu
menegaskan
kembali
pernyataan
tersebut.

“Laporan
intelijen
telah
dengan
tegas
mengonfirmasi
bahwa
serangan
itu
diatur
dan
diarahkan
oleh
para
pemimpin
teroris
yang
beroperasi
dari
Afghanistan,
yang
berkomunikasi
langsung
dengan
para
teroris
selama
insiden
itu,”
kata
pernyataan
dari
ISPR.

Membantah
klaim
tersebut,
Balkhi
mengatakan
Islamabad
harus
mengatasi
masalah
internalnya
sendiri.

“(Kami)
mendesak
pihak
Pakistan
untuk
fokus
pada
penyelesaian
masalah
keamanan
dan
internal
mereka
sendiri,
alih-alih
mengeluarkan
pernyataan
yang
tidak
bertanggung
jawab
seperti
itu,”
kata
juru
bicara
kementerian
luar
negeri
Taliban.

Serangan
hari
Selasa
menandai
peningkatan
dramatis
dalam
pemberontakan
separatis
yang
telah
menghancurkan
Balochistan
selama
hampir
dua
dekade.

[ab/uh]

Source