
Manado
(ANTARA)
–
Kementerian
perhubungan
(Kemenhub)
RI
menyiapkan
program
untuk
mengatasi
masalah
kemacetan
di
Kota
Manado,
tanpa
harus
menghilangkan
angkutan
kota
yang
ada.
“Hal
tersebut
sementara
dibahas
bersama
Kemenhub
dan
Dinas
Perhubungan
Kota
Manado,
dan
diharapkan
bisa
terealisasi
tahun
ini,”
kata
Kadis
Perhubungan
Manado,
Jeffrey
Worang,
di
Manado,
Rabu.
Jeffry
Worang
mengatakan,
program
tersebut
sudah
disampaikan
Wali
Kota
Manado
Andrei
Angouw,
dalam
pidato
perdana
di
depan
rapat
paripurna
DPRD
Manado,
setelah
pelantikan
sebagai
kepala
daerah
periode
kedua,
pekan
lalu.
Secara
garis
besar,
kata
Jeffrey
Worang,
nantinya
angkutan
dalam
kota
akan
dilayani
medium
bus,
dan
masyarakat
akan
disarankan
menggunakan
itu
dan
memasukkan
mobil
pribadi
ke
garasi
sehingga
bisa
mengurangi
volume
kendaraan
di
jalan
raya.
“Tentu
saja,
kehadiran
medium
bus
itu,
nantinya
tidak
akan
menghilangkan
mikrolet
yang
ada,
namun
akan
diatur,”
tegasnya.
Dia
menambahkan,
Manado
sangat
mendukung
program
tersebut,
sebagai
bentuk
sinergitas
dengan
pusat
dan
provinsi,
dan
siap
dengan
semua
infrastruktur
yang
diperlukan,
tetapi
harus
tetap
menyesuaikan
dengan
kondisi
kota,
sebab
saat
ini
pembangunan
fisik
juga
sedang
digenjot
pemerintah,
jangan
sampai
merusak
yang
sudah
dibangun
sekarang.
Di
sisi
lain
Worang
meminta
dukungan
masyarakat
terhadap
program
yang
akan
dibuat
pemerintah
itu,
sebab
itu
semuanya
untuk
kepentingan
masyarakat
juga,
yang
selalu
mengeluhkan
masalah
kemacetan.
Secara
tegas
dia
mengatakan,
pemerintah
dan
masyarakat
Manado
sangat
mendukung
program
tersebut
dan
sangat
berharap
segera
bisa
direalisasikan,
demi
kepentingan
rakyat
juga.
“Saya
mengutip
pernyataan
dari
wali
kota
di
paripurna
DPRD
waktu
itu,
kota
yang
maju
dan
kaya
itu,
bukan
semata-mata
karena
banyak
mobil
plat
hitam
di
jalan,
namun
salah
satunya
karena
jalan
yang
tidak
macet,”
kata
Worang.