Tana
Tidung,
21
Februari
2025

Menteri
Kesehatan
RI
Budi
Gunadi
Sadikin
menargetkan
RSUD
Akhmad
Berahim
Kabupaten
Tana
Tidung
menyandang
Strata
Utama
untuk
pelayanan
kanker,
jantung,
stroke,
uronefrologi,
KIA,
dan
TB.

Target
ini
sejalan
dengan
salah
satu
Program
Hasil
Cepat
Terbaik
(PHTC)/Quick
Wins
Kemenkes
terkait
Peningkatan
kelas
RS.
Pada
2025
Kemenkes
akan
melakukan
pembangunan
guna
meningkatkan
kelas
rumah
sakit
dari
kelas
D
atau
D
Pratama
menjadi
kelas
C
di
32
lokus
terpilih.

Untuk
merealisasikan
peningkatan
kelas
D
RS
menjadi
kelas
C,
Menkes
Budi
melakukan
groundbreaking
pembangunan
RSUD
Akhmad
Berahim.

“Hari
ini
saya
di
RSUD
Kabupaten
Tana
Tidung
(RSUD
Akhmad
Berahim).
Ini
kalau
naik
speed
boat
dari
Tarakan
3
jam
dari
sana.
Jadi
kebayang
kan
kalau
ada
orang
kena
sakit
stroke
atau
jantung
mesti
dibawa
3
jam
ke
Tarakan,”
ujar
Menkes
Budi,
Jumat
(21/2).

Menkes
Budi
meminta
RSUD
Akhmad
Berahim
harus
dapat
meningkatkan
kualitas
layanan
rujukan
bagi
masyarakat
Provinsi
Kalimantan
Utara
dan
Kabupaten
Tana
Tidung.

Setelah
pembangunan
terlaksana,
selanjutnya
RSUD
harus
mampu
melakukan
pengampuan
untuk
RS
wilayah
Provinsi
dan
Kabupaten/Kota
serta
Puskesmas.
Menkes
Budi
juga
berpesan
agar
RSUD
Akhmad
Berahim
mengembangkan
layanan
kesehatan
digital,
melakukan
pendidikan,
pelatihan
dan
penelitian
untuk
meningkatkan
pengetahuan
dalam
upaya
peningkatan
pelayanan
kepada
masyarakat.

Pemerintah
Daerah
juga
harus
turut
mengawal
pemenuhan
Sumber
Daya
Manusia
Kesehatan
yang
dibutuhkan.

Menkes
berharap
dengan
dibangunnya
rumah
sakit
ini
diharapkan
kalau
ada
serangan
stroke,
sakit
jantung,
dan
juga
termasuk
kanker,
atau
ginjal
bisa
dilayani
di
sini.

“Ini
adalah
rumah
sakit
ketiga
yang
dibangun
oleh
bapak
Presiden
Prabowo
terkait
dengan
program
quick
wins
beliau
dari
66
rumah
sakit
di
daerah-daerah
tertinggal
yang
kita
akan
bangun
dalam
2
tahun
ke
depan,”
ujarnya.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
silakan
hubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email

[email protected]
.
(D2)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Informasi
Publik

Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita