Bank
sentral
Malaysia
melaporkan
pada
Jumat
(14/2)
bahwa
ekonomi
negara
itu
tumbuh
lebih
cepat
dari
perkiraan
pada
kuartal
keempat
2024,
didorong
oleh
permintaan
domestik
yang
kuat
dan
pemulihan
ekspor.
Untuk
tahun
ini,
pertumbuhan
diproyeksikan
tetap
stabil
berkat
peningkatan
investasi
dan
belanja
rumah
tangga.

Bank
Negara
Malaysia
menyatakan
bahwa
pertumbuhan
produk
domestik
bruto
sebesar
5
persen
secara
tahunan
pada
Oktober-Desember
didukung
oleh
permintaan
domestik,
investasi
yang
stabil,
dan
belanja
rumah
tangga
yang
tetap
kuat.

Namun,
bank
sentral
menekankan
bahwa
prospek
tersebut
masih
menghadapi
risiko,
seperti
perlambatan
ekonomi
di
negara
mitra
dagang
utama,
meningkatnya
ekspektasi
pembatasan
perdagangan
dan
investasi
global,
serta
produksi
komoditas
yang
lebih
rendah
dari
perkiraan.

Pertumbuhan
pada
kuartal
keempat
melampaui
estimasi
awal
resmi
dan
perkiraan
analis
dalam
jajak
pendapat

Reuters

sebesar
4,8
persen,
tetapi
masih
lebih
rendah
dibanding
ekspansi
5,4
persen
pada
kuartal
sebelumnya.

Seorang mahasiswa Universitas Nasional Malaysia berjalan melewati jajaran bendera nasional Malaysia di luar Kuala Lumpur 22 Agustus 2007. (Foto: Reuters/Bazuki Muhammad)

Seorang
mahasiswa
Universitas
Nasional
Malaysia
berjalan
melewati
jajaran
bendera
nasional
Malaysia
di
luar
Kuala
Lumpur
22
Agustus
2007.
(Foto:
Reuters/Bazuki
Muhammad)

Berdasarkan
penyesuaian
musiman
secara
kuartalan
ekonomi
menyusut
1,1
persen,
dibandingkan
dengan
kenaikan
1,9
persen
yang
direvisi
pada
kuartal
ketiga.

“Pertumbuhan
tertekan
oleh
penurunan
di
sektor
komoditas
akibat
merosotnya
produksi
minyak
kelapa
sawit
serta
berlanjutnya
penurunan
produksi
minyak,”
kata
bank
sentral
dalam
sebuah
pernyataan.

Setelah
disesuaikan
secara
musiman,
ekonomi
mengalami
penurunan
1,1
persen
pada
kuartal
ke
kuartal,
dibandingkan
dengan
revisi
kenaikan
1,9
persen
pada
kuartal
ketiga.

Pemerintah
dan
bank
sentral
memperkirakan
ekonomi
akan
tumbuh
antara
4,5
persen
dan
5,5
persen
pada
2025.

Gubernur
bank
sentral,
Abdul
Rasheed
Ghaffour,
menyatakan
bahwa
pertumbuhan
ekonomi
tahun
ini
akan
ditopang
oleh “ekspansi
investasi
yang
kuat,
ketahanan
belanja
rumah
tangga,
serta
pertumbuhan
ekspor.”

Inflasi
tahunan
turun
menjadi
1,8
persen
pada
kuartal
keempat
2024
dari
1,9
persen
pada
kuartal
ketiga,
sementara
inflasi
sepanjang
tahun
merosot
menjadi
1,8
persen
dari
2,5
persen
pada
2023.

Bank
sentral
memperkirakan
inflasi
akan
tetap
terkendali
pada
2025
seiring
meredanya
tekanan
biaya
global
dan
minimnya
lonjakan
permintaan
domestik.
Namun,
lembaga
itu
memperingatkan
bahwa
kebijakan
pemerintah
dapat
memberikan
tekanan
ke
atas
terhadap
harga.

Tahun
lalu,
pemerintah
memangkas
subsidi
untuk
solar,
listrik,
dan
ayam,
serta
berencana
memperluas
kebijakan
tersebut
ke
bahan
bakar
transportasi
yang
banyak
digunakan
pada
pertengahan
2025.

Capital
Economics
memperkirakan
pertumbuhan
akan
sedikit
melambat
tahun
ini
akibat
kebijakan
fiskal
yang
lebih
ketat
dan
moderasi
investasi.
Mereka
menambahkan
bahwa
rencana
pemerintah
untuk
memangkas
subsidi
lebih
lanjut
dapat
menekan
belanja
konsumen.

[ah/ft]

Source