Buket
bunga
mawar
merupakan
simbol
cinta
bagi
banyak
orang
yang
merayakan
Hari
Valentine
pada
14
Februari.
Bagi
toko
bunga,
ini
adalah
salah
satu
hari
tersibuk
dalam
satu
tahun.
Britist
Florist
Associated
mencatat
ada
250
juta
batang
bunga
terjual
di
seluruh
dunia
saat
Hari
Valentine,
atau
dikenal
sebagai
Hari
Kasih
Sayang.

Namun
demikian
penggunaan
bunga
dalam
jumlah
besar
ini
ditengarai
juga
menimbulkan
dampak
buruk
pada
lingkungan.
Menurut
Business
Waste,
suatu
perusahaan
yang
mengelola
limbah
bisnis
di
Inggris,
Hari
Valentine
menghasilkan
tambahan
sembilan
juta
kilogram
CO2
dibandingkan
hari
rata-rata.

Oleh
karena
itu
kini
muncul
tren
menggunakan
bunga
artifisial
atau
bunga
tiruan,
sebagai
alternatif
pengganti
bunga
segar
karena
dapat
digunakan
kembali;
meski
terbuat
dari
poliester
dan
plastik.

Pengecer
bunga,
Emerald
Eternal
Green,
melakukan
penelitian
independen
untuk
membandingkan
jejak
karbon
bunga
buatan
dan
bunga
segar.
Untuk
bunga
buatan,
emisinya
adalah
0,498
kg
CO2
per
batang.
Sementara
untuk
bunga
segar,
emisi
yang
dihasilkan
adalah
0,555
kg
CO2
per
batang
bunga.


Minim
Limbah

Pada
2022,
Ett
Hem
London

pemasok
bunga
untuk
The
Royal
Opera
House,
Istana
Kensington,
dan
Istana
Buckingham

mulai
menawarkan
bunga
dan
karangan
bunga
tiruan
secara
daring.

Co-Founder
dan
Direktur
Desain
Ett
Hem
London,
Elena
Maxe,
mengatakan
selama
masa
kuncitara
(lock
down)
dia
memberi
hadiah
bunga
segar,
tetapi
tidak
senang
dengan
limbah
yang
ada
setelah
bunga
layu.
Hal
ini
yang
mendorongnya
untuk
menciptakan
bisnis
bunga
tiruan.

“Kami
melihat
adanya
peningkatan
besar
jumlah
karangan
bunga
yang
sangat
indah,
yang
dihadiahkan
orang-orang
kepada
yang
mereka
cintai.
Bukan
hanya
laki-laki
yang
memberikan
karangan
bunga
untuk
pasangannya,
tetapi
juga
perempuan
yang
membeli
bunga
sebagai
hadiah
untuk
dirinya
sendiri;
atau
untuk
teman
dan
sahabatnya.
Sangat
menyenangkan
melihat
semua
hal
ini,”
kata
Maxe.

Maxemembuat
bunga-bunga
tiruan
dengan
tekstur
yang
realistis.
Batang
bunga
tiruannya
memiliki
kawat
yang
dapat
ditekuk
sehingga
mudah
ditata.
Mawar
dan
hydrangea
dibuat
dari
poliester
dengan
lapisan
sentuhan
nyata,
yang
terasa
seperti
lilin
saat
disentuh.
Ada
pula
mawar
merah
berukuran
besar,
peony,
dan
anthurium.

Buket-buket bunga mawar untuk Hari Valentines dipajang di Stasiun Victoria di London, Inggris, Jumat, 14 Februari 2025. (Foto: Maja Smiejkowska/Reuters)

Buket-buket
bunga
mawar
untuk
Hari
Valentines
dipajang
di
Stasiun
Victoria
di
London,
Inggris,
Jumat,
14
Februari
2025.
(Foto:
Maja
Smiejkowska/Reuters)

Ett
Hem
London
sudah
mulai
merasakan
peningkatan
penjualan
bunga
tiruan
untuk
Hari
Valentine
sejak
pertengahan
Januari,
saat
sejumlah
pelanggan
membeli
100
mawar
merah.

Ini
adalah
Hari
Valentine
kedua
bagi
Ett
Hem
London,
dan
tahun
ini
mereka
memperluas
jangkauannya
dengan
menyertakan
hadiah
lainnya.

“Momentumnya
sangat
besar.
Saat
Natal
2024,
omzet
penjualan
bunga
tiruan
kami
naik
kira-kira
300
persen
dan
itu
sangat
besar.
Kami
hampir
tidak
dapat
memenuhi
permintaan,”
kata
Elena.


Jaga
Lingkungan,
Warga
Inggris
Gunakan
Bunga
Tiruan

Lain
lagi
dengan
Lydia
Duffell,
pendiri
dan
direktur
Everbloom
London,
yang
memulai
bisnisnya
pada
2020.

“Menurut
saya
keinginan
menghadiahkan
bunga
pasti
berkembang
dan
terus
berkembang.
Dari
sudut
pandang
domestik,
semakin
banyak
orang
yang
memiliki
bunga
di
rumah
mereka.
Sementara
dari
sudut
pandang
komersial,
kalau
Anda
pergi
ke
restoran,
bunga-bunga
juga
memenuhi
langit-langit
dan
dinding.
Hal
ini
mendorong
permintaan
bunga,”
kata
Duffell.

Duffell
menjelaskan
bahwa
dia
memiliki
pelanggan
setia
yang
membeli
lagi
dan
lagi.

“Sering
kali
orang
bertanya
kepada
saya,
mengapa
Anda
menjual
sesuatu
yang
tidak
akan
mati
padahal
Anda
jelas
menginginkan
pembelian
berulang?
Jawabannya
sederhana.
Jika
orang
membeli
bunga
tiruan
dan
menyukainya,
maka
mereka
pasti
akan
kembali
lagi,”
imbuhnya.


Bisnis
Bunga
Tiruan
Melonjak

Donna
Zurcher,
pemilik
Mezu
Silk
Flowers,
pedagang
grosir
bunga
tiruan,
menjelaskan
bagaimana
sejak
ia
memulai
bisnis
lebih
dari
sepuluh
tahun
lalu,
persepsi
publik
tentang
bunga
tiruan
telah
jauh
berubah.

SOT
:
DONNA

“Ketika
saya
pertama
kali
terjun
ke
bisnis
ini,
jika
Anda
mengatakan
bunga
palsu
atau
buatan
yang
terbuat
dari
sutra,
semua
orang
akan
mengangkat
alis
mereka
dan
mengatakan, ‘wah
itu
jelek
sekali.
Kelihatannya
palsu,”
kata
Donna.

Namun,
seiring
waktu,
teknologi
banyak
berubah,
imbuhnya.

Seorang penjaga toko mengatur buket-buket bunga di pasar grosir bunga New Covent Garden menjelang Hari Valentine di London, 13 Februari 2013. (Foto: Andrew Winning/Reuters)

Seorang
penjaga
toko
mengatur
buket-buket
bunga
di
pasar
grosir
bunga
New
Covent
Garden
menjelang
Hari
Valentine
di
London,
13
Februari
2013.
(Foto:
Andrew
Winning/Reuters)

Cara
pandang
konsumen
juga
berubah
ketika
mereka
melihat
bunga-bunga
tiruan
ini
di
rumah
teman,
di
kantor,
di
toko,
di
beberapa
toserba,
atau
di
pesta
pernikahan,
dan
melihat
bunga
yang
menakjubkan,
kata
Donna,
seraya
mengatakan
wartawan
juga
banyak
membantu
bisnisnya.

“Kami
memiliki
beberapa
artikel
yang
sangat
menarik
selama
beberapa
tahun
terakhir
di
sejumlah
majalah,
yang
menyebutkan
betapa
cantiknya
bunga
sutra
tiruan.
Ini
benar-benar
soal
kualitas.
Warna
bunga
tiruan
yang
semula
tampak
seperti
plastik
yang
jelek,
kini
terlihat
alami
seperti
aslinya,”
tuturnya

Menurut
Grand
View
Research,
sebuah
perusahaan
riset
pasar
dan
konsultasi
yang
berbasis
di
India
&
Amerika
Serikat,
pasar
bunga
buatan
global
pada
tahun
20204
lalu
mencapai
$3,09
miliar.
Antara
2025
dan
20230,
pasar
bunga
ini
diproyeksikan
akan
tumbuh
pada
tingkat
tahunan
6,7
persen.

[em/jm]

Source