Jakarta
(ANTARA)

Otto
Hasibuan,
Wakil
Menteri
Koodinator
(Wamenko)
Hukum,
HAM,
Imigrasi,
dan
Pemasyarakatan
yang
sekaligus
pengacara
terkenal,
ternyata
memiliki
kekayaan
fantastis
menurut
Laporan
Harta
Kekayaan
Penyelenggara
Negara
(LHKPN).

Sebagai
mantan
Ketua
Umum
dan
kini
menjadi
Ketua
Umum
Dewan
Pimpinan
Nasional
Perhimpunan
Advokat
Indonesia
(Peradi),
Otto
dikenal
sebagai
advokat
yang
kerap
menangani
kasus
dari
klien-klien
besar,
seperti
kalangan
politikus
hingga
pebisnis
papan
atas.

Namanya
pun
semakin
terkenal
sejak
menjadi
pengacara
Jessica
Kumala
Wongso
dalam
kasus
pembunuhan
Wayan
Mirna
Salihin
dan
sebagai
pengacara
eks
Ketua
DPR
RI,
Setya
Novanto
dalam
kasus
korupsi
e-KTP.

Selain
itu,
Otto
merupakan
pendiri
dan
pengelola
firma
hukum
Otto
Hasibuan
&
Associates.
Tidak
hanya
sukses
sebagai
pengacara,
Otto
juga
berkecimpung
dalam
dunia
pendidikan
sebagai
dosen
Universitas
Gajah
Mada,
Universitas
Jayabaya,
dan
juga
program
pendidikan
hukum
PERADI.

Sejak
21
Oktober
2024,
Otto
bergabung
dalam
kabinet
Merah
Putih
yang
menduduki
posisi
strategis
sebagai
Wakil
Menteri
Koordinator
bidang
Hukum,
HAM,
Imigrasi,
dan
Permasyarakatan
periode
2024-2029.

Penghasilannya
bukan
hanya
berasal
dari
jasa
hukum,
penjabat,
dan
pengajar,
tetapi
juga
dari
investasi
properti,
surat
berharga,
hingga
kepemilikan
aset
di
dalam
dan
luar
negeri.



Baca
juga:

Wamenko
Otto:
Kondisi
tujuh
terpidana
kasus
Vina
dalam
keadaan
baik


Harta
kekayaan
Otto
Hasibuan

Berdasarkan
data
LHKPN,
Otto
Hasibuan
tercatat
memiliki
total
harta
kekayaan
sebesar
Rp1,52
triliun.

Jumlah
tersebut
terdiri
dari
berbagai
aset,
mulai
dari
tanah,
bangunan,
alat
transportasi,
surat
berharga,
hingga
kas
dan
setara
kas.

Kekayaan
Otto
Hasibuan
yang
berasal
dari
aset
properti
berupa
tanah
dan
bangunan,
tersebar
di
berbagai
lokasi
strategis
dan
mencapai
nilai
Rp519,52
miliar.

Beberapa
aset
properti
tersebut
berada
di
wilayah
Jakarta
Selatan,
Jakarta
Timur,
Bogor,
Jakarta
Utara,
Pematang
Siantar,
Medan,
Bekasi,
Toba,
Jakarta
Pusat
dan
di
luar
negeri
Australia.

Tak
hanya
properti,
Otto
juga
tercatat
memiliki
koleksi
dua
kendaraan
mewah
dengan
total
nilai
Rp1,9
miliar.

Selain
aset
fisik,
Otto
Hasibuan
juga
memiliki
investasi
dalam
bentuk
surat
berharga
senilai
Rp617
miliar.

Sementara,
kas
dan
setara
kas
yang
dimilikinya
mencapai
Rp198
miliar.
Dalam
kategori
harta
bergerak
lainnya,
Otto
mencatatkan
nilai
sebesar
Rp23,25
miliar.
Untuk
harta
lain
yang
tidak
dikategorikan
secara
spesifik
mencapai
Rp166
miliar.

Meskipun
memiliki
kekayaan
yang
sangat
besar,
Otto
tercatat
tidak
memiliki
hutang.
Sehingga,
membuat
total
harta
bersihnya
tetap
berjumlah
Rp1,52
triliun.

Selengkapnya,
berikut
adalah
rincian
harta
kekayaan
Otto
Hasibuan
berdasarkan
LHKPN
yang
dirilis
oleh
KPK.



Baca
juga:

Wamenko
Kumham
Imipas
tinjau
Lapas
Cirebon
guna
kaji
kebijakan
hukum

1.
Tanah
dan
Bangunan:
Rp519.520.000.000

  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    190
    m²/235

    di
    Kota
    Jakarta
    Timur,
    hasil
    sendiri

    Rp5.490.000.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    175
    m²/170

    di
    Kota
    Jakarta
    Timur,
    hasil
    sendiri

    Rp4.685.000.000
  • Tanah
    seluas
    540

    di
    Kabupaten/Kota
    Bogor,
    hasil
    sendiri

    Rp810.000.000
  • Tanah
    seluas
    975

    di
    Kabupaten/Kota
    Bogor,
    hasil
    sendiri

    Rp1.462.500.000
  • Tanah
    seluas
    2.065

    di
    Kabupaten/Kota
    Bogor,
    hasil
    sendiri

    Rp3.097.500.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    206
    m²/130

    di
    Kota
    Jakarta
    Timur,
    hasil
    sendiri

    Rp4.954.000.000
  • Tanah
    seluas
    625

    di
    Kabupaten/Kota
    Bogor,
    hasil
    sendiri

    Rp937.500.000
  • Tanah
    seluas
    2.365

    di
    Kabupaten/Kota
    Bogor,
    hasil
    sendiri

    Rp3.547.500.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    974
    m²/697

    di
    Kota
    Jakarta
    Utara,
    hasil
    sendiri

    Rp73.425.500.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    74
    m²/292

    di
    Kota
    Jakarta
    Pusat,
    hasil
    sendiri

    Rp8.314.000.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    74
    m²/292

    di
    Kota
    Jakarta
    Pusat,
    hasil
    sendiri

    Rp8.314.000.000
  • Tanah
    seluas
    301,09

    di
    Kota
    Jakarta
    Pusat,
    hasil
    sendiri

    Rp7.450.000.000
  • Tanah
    seluas
    188

    di
    Kota
    Jakarta
    Timur,
    hasil
    sendiri

    Rp3.572.000.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    175
    m²/170

    di
    Kota
    Jakarta
    Timur,
    hasil
    sendiri

    Rp4.685.000.000
  • Tanah
    seluas
    513

    di
    Kota
    Pematang
    Siantar,
    hasil
    sendiri

    Rp1.026.000.000
  • Tanah
    seluas
    210

    di
    Kota
    Pematang
    Siantar,
    hasil
    sendiri

    Rp420.000.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    1.000
    m²/200

    di
    Kota
    Pematang
    Siantar,
    hasil
    sendiri

    Rp2.000.000.000
  • Tanah
    seluas
    4.040

    di
    Kabupaten/Kota
    Bogor,
    hasil
    sendiri

    Rp6.060.000.000
  • Bangunan
    seluas
    122

    di
    Kota
    Jakarta
    Selatan,
    hasil
    sendiri

    Rp7.500.000.000
  • Tanah
    seluas
    229

    di
    Kota
    Bekasi,
    hasil
    sendiri

    Rp801.500.000
  • Tanah
    seluas
    3.880

    di
    Kota
    Jakarta
    Selatan,
    hasil
    sendiri

    Rp291.000.000.000
  • Tanah
    dan
    bangunan
    seluas
    337
    m²/365

    di
    Kota
    Jakarta
    Timur,
    hasil
    sendiri

    Rp9.323.000.000
  • Tanah
    seluas
    351

    di
    Kota
    Medan,
    hasil
    sendiri

    Rp1.404.000.000
  • Tanah
    seluas
    35.580

    di
    Kabupaten/Kota
    Toba,
    hasil
    sendiri

    Rp17.790.000.000
  • Tanah
    seluas
    40.164

    di
    Kabupaten/Kota
    Toba,
    hasil
    sendiri

    Rp
    20.082.000.000
  • Tanah
    seluas
    38.738

    di
    Kabupaten/Kota
    Toba,
    hasil
    sendiri

    Rp19.369.000.000
  • Bangunan
    seluas
    330

    di
    Negara
    Australia,
    hasil
    sendiri

    Rp12.000.000.000

2.
Alat
Transportasi
dan
Mesin:
Rp1.900.000.000

  • Mobil
    Lexus
    LX
    570
    A/T
    tahun
    2011,
    hasil
    sendiri

    Rp900.000.000
  • Mobil
    Jaguar
    XJ-L5.0
    S/C
    V8
    A/T
    tahun
    2011,
    hasil
    sendiri

    Rp1.000.000.000

3.
Harta
Bergerak
Lainnya:
Rp23.255.000.000

4.
Surat
Berharga:
Rp617.101.000.000

5.
Kas
dan
Setara
Kas:
Rp198.408.961.198

6.
Harta
Lainnya:
Rp166.128.629.908

7.
Hutang:
Rp0


Total
Harta
Kekayaan
Otto
Hasibuan
(harta-hutang):
Rp1.526.313.591.106
atau
Rp1,52
triliun.



Baca
juga:

Wamenko
Kumham
Imipas
sebut
UU
ITE
perlu
ditelaah
lebih
lanjut



Baca
juga:

Wamenko
Kumham
Imipas
harap
anggota
BILA
berkontribusi
untuk
hukum
RI

Pewarta:
Putri
Atika
Chairulia
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025

Source