
Badan
pengawas
siber
Amerika
Serikat,
CISA,
menyatakan
pada
Senin
(6/1)
bahwa
“tidak
ada
indikasi”
peretasan
yang
baru-baru
ini
dilaporkan
terjadi
di
Departemen
Keuangan
AS
telah
memengaruhi
lembaga
federal
lain.
Pada
akhir
bulan
lalu,
Departemen
Keuangan
AS
melaporkan
bahwa
sejumlah
komputer
telah
diretas
oleh
peretas
asal
China,
setelah
terjadinya
peretasan
di
kontraktor
BeyondTrust,
penyedia
layanan
keamanan
siber.
BeyondTrust
mengatakan
bulan
lalu
bahwa
hanya
segelintir
klien
yang
terdampak,
tetapi
tidak
memberikan
rincian
lebih
lanjut.
“Karena
investigasi
forensik
masih
berlangsung,
BeyondTrust
belum
bisa
memastikan
pelanggan
lain
mana
saja
yang
mungkin
terdampak
atau
tidak,”
kata
perusahaan
tersebut
melalui
email,
pada
Senin.
Harian
The
Washington
Post
menyebut
bahwa
para
peretas
menembus
kantor
Departemen
Keuangan
AS
yang
menangani
sanksi
ekonomi,
dengan
tujuan
mencuri
informasi
tentang
entitas
China
yang
kemungkinan
akan
dikenai
sanksi
keuangan
oleh
pemerintah
AS.
Anggota
kongres
dari
Partai
Republik
telah
menuntut
penjelasan
lebih
lanjut
terkait
pembobolan
tersebut—yang
menjadi
insiden
terbaru
dalam
serangkaian
peretasan
yang
dituduhkan
pada
Beijing.
Liu
Pengyu,
juru
bicara
Kedutaan
China
di
Washington,
sebelumnya
menyebut
laporan
peretasan
Departemen
Keuangan
tersebut
sebagai
hal
yang
“irasional”
dan
menuduhnya
sebagai
“serangan
fitnah”
terhadap
China.
[th/lt]