
Otoritas
baru
Suriah,
Selasa
(24/12)
mengatakan
kelompok-kelompok
bersenjata
di
negara
itu
setuju
untuk
bubar
dan
akan
diintegrasikan
ke
Kementerian
Pertahanan.
Pernyataan
itu
mengatakan
bahwa
keputusan
tersebut
diambil
setelah
pertemuan
antara
para
pemimpin
kelompok
bersenjata
dan
Ahmad
al-Sharaa,
pemimpin
gerakan
pemberontak
yang
menyingkirkan
pemimpin
lama
Bashar
al-Assad
dari
kekuasaannya.
Pemberontak
menguasai
ibu
kota
Suriah
pada
8
Desember
setelah
serangan
kilat
yang
membuat
mereka
merebut
beberapa
kota
penting
dalam
hitungan
hari
setelah
kebuntuan
selama
bertahun-tahun
dalam
perang
saudara
selama
13
tahun
di
negara
itu.
Sejak
digulingkannya
Assad,
pemerintah
di
seluruh
kawasan
Timur
Tengah
telah
mengirimkan
utusan
ke
Damaskus
di
tengah-tengah
pertanyaan
mengenai
masa
depan
politik
Suriah
dan
kekhawatiran
mengenai
instabilitas
lainnya
di
kawasan
tersebut.
Salah
satu
kekhawatirannya
adalah
potensi
kebangkitan
kembali
kelompok
ISIS,
yang
merebut
daerah-daerah
di
Suriah
Timur
pada
2014
dan
Irak
barat
sebelum
mereka
kehilangan
sebagian
besar
daerah
tersebut.
Militer
Amerika
Serikat,
Senin
(23/12)
mengatakan
telah
melancarkan
serangan
udara
yang
menewaskan
militan
ISIS
di
Deir
Ezzour,
provinsi
di
Suriah
timur.
Komando
Pusat
Amerika
Serikat
mengemukakan
dalam
sebuah
pernyataan
bahwa
militan
“memindahkan
sebuah
truk
bermuatan
senjata,
yang
dihancurkan
dalam
serangan
tersebut.”
[uh/ab]