Abuja,
Nigeria

15
Desember
2024

Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
telah
menghadiri
pertemuan
Dewan
Stop
TB
Partnership
ke-38
yang
berlangsung
pada
13-14
Desember
2024
di
Abuja,
Nigeria.
Dalam
pertemuan
tersebut,
Budi
Gunadi
Sadikin,
Menkes
RI,
menjadi
pembicara
utama
yang
membahas
pentingnya
pendanaan
untuk
pengendalian
TB
dan
pengembangan
vaksin
sebagai
langkah
kolektif
global
menuju
eliminasi
TB
pada
tahun
2030.

Dalam
pidatonya,
Menkes
RI
menegaskan
perlunya
langkah
konkret
dan
inovasi
untuk
menghentikan
penyebaran
TB.
“Semua
pihak
harus
berhenti
hanya
berbicara
atau
beracara.
Saatnya
bekerja
dengan
menghadirkan
inovasi,
seperti
vaksin
TB,”
ujar
Menkes
Budi,
yang
juga
menjabat
sebagai
Co-Chair
TB
Vaccines
Accelerator
Council
bersama
Menkes
Brasil.
Ia
menyerukan
dukungan
investasi
agar
vaksin
TB
dapat
tersedia
untuk
produksi
massal
pada
tahun
2028.

Menkes
RI
juga
menyoroti
peran
Indonesia
sebagai
salah
satu
lokasi
uji
klinis
vaksin
TB
M72,
hasil
pengembangan
GSK
dan
Gates
Foundation.
“Ketersediaan
vaksin
TB,
seperti
halnya
vaksin
COVID-19,
akan
menjadi
game
changer
untuk
mengakhiri
penyakit
yang
telah
menjadi
ancaman
kesehatan
selama
berabad-abad,”
tambahnya.

Pertemuan
ini
memberikan
apresiasi
atas
kepemimpinan
Indonesia
dalam
penanganan
TB.
Upaya
seperti
peningkatan
alokasi
pendanaan
domestik
untuk
TB
dan
target
active
case-finding
sebanyak
1
juta
kasus
pada
2025
menjadi
sorotan
positif.
Laporan
Global
Fund
untuk
TB,
AIDS,
dan
Malaria
juga
mencatat
efektivitas
Indonesia
dalam
memanfaatkan
dana
global
untuk
penanganan
TB
(https://www.theglobalfund.org/media/15231/oig_gf-oig-24-016_report_en.pdf).

Selain
menghadiri
pertemuan
utama,
Menkes
RI
juga
mengadakan
diskusi
bilateral
dengan
Menteri
Kesehatan
Afrika
Selatan,
Filipina,
dan
Nigeria,
serta
berdialog
dengan
masyarakat
sipil,
Gates
Foundation,
Global
Fund,
dan
USAID.
Dalam
pertemuannya
dengan
Menteri
Kesehatan
Nigeria,
disepakati
rencana
untuk
memberikan
akses
vaksin
produksi
Indonesia
dan
transfer
teknologi
manajemen
distribusi
vaksin
oleh
Bio
Farma.
Rencana
kunjungan
otoritas
Nigeria
ke
Indonesia
untuk
melihat
fasilitas
produksi
vaksin
akan
difasilitasi
pada
triwulan
pertama
2025.

Komitmen
Global
untuk
Eliminasi
TB

Pertemuan
Dewan
Stop
TB
Partnership
ke-38
juga
membahas
isu-isu
penting
seperti
pemberian
nutrisi
yang
adekuat
untuk
kontak
serumah
pasien
TB
dan
penghapusan
stigma
terhadap
penyakit
TB.
Forum
ini
menegaskan
kembali
komitmen
untuk
mengakhiri
TB
sebagai
bagian
dari
target
Tujuan
Pembangunan
Berkelanjutan
(SDGs)
pada
2030.

Sebagai
salah
satu
inisiator
prioritas
vaksin
TB,
Menkes
RI
mendorong
percepatan
pengembangan
kandidat
vaksin
yang
dapat
diimplementasikan
secara
global
pada
2029.
Upaya
ini
selaras
dengan
mandat
Dewan
Stop
TB
Partnership
untuk
memperkuat
suara
masyarakat
terdampak
dan
memastikan
ketersediaan
akses
layanan
kesehatan
yang
inklusif.

Pertemuan
ke-38
Dewan
Stop
TB
Partnership
berlangsung
pada
tanggal
12-14
Desember
2024.
Pertemuan
dihadiri
juga
oleh
Menteri
Kesehatan
Nigeria
selaku
tuan
rumah,
serta
Menteri
Kesehatan
Afrika
Selatan
dan
Filipina.
Pertemuan
ini
juga
membahas
pentingnya
pemberian
nutrisi
yang
adekuat
pada
kontak
serumah
untuk
mencegah
insidensi
TB.
Selain
itu
forum
juga
menyepakati
untuk
mengakhiri
stigma
yang
selama
ini
menjadi
penghambat
signifikan
dalam
mengakses
pelayanan
TB.

Dewan
Stop
TB
Partnership
beranggotakan
28
wakil-wakil
dari
negara
yang
terdampak
TB
(Indonesia,
Filipina,
Nigeria,
Afrika
Selatan),
Organisasi
Multilateral,
Organisasi
Masyarakat
Sipil,
Pihak
Swasta
Manufaktur
Obat,
Diagnostik
dan
Vaksin,
serta
para
wakil
Donor
dan
Komunitas.
Mandat
Stop
TB
Partnership
adalah
melayani
kebutuhan
dan
memperkuat
suara
masyarakat,
komunitas
dan
negara
yang
terkena
dampak
TB.

Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.Untuk
informasi
lebih
lanjut,
hubungi
hotline
Halo
Kemenkes
di
1500-567,
SMS
081281562620,
atau
email
kontak@kemkes.go.id.
(NI)

Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM

Sumber Berita